Berdua Saja

Jalan bergandengan, tak tentu arah tujuan. Itu salah satu caraku untuk memberi arti cinta.

Berdua saja, bergandengan tangan mengitari monumen nasional di siang bolong. Teriknya sengatan  matahari tak kan mampu mengikis rasa cinta kita. Saling berbagi dan mengasihi. Antara aku dan si buah hati.

Berdua saja, bergandengan tangan menyusuri lorong lorong gelap diantara gubug liar di bantaran kali ciliwung. Pengabnya udara berbaur bau tak sedap tiada  mampu melunturkan asa.

Berdua saja, ditemani deru ombak samudera hindia. Hantaman liar gelombang, bergemuruh, tiada waktu jeda. Tegaknya batu karang adalah kiasan cinta kita, kasih abadi antara anak dan seorang ayah.

Berdua saja, diantara serakan batu nisan tak terurus. Adalah pusara mbah kakung sebagai saksi bisu. Bahwa apa yang diajarkannya dulu telah kuwariskan.

Berdua saja, naik sepeda. Ah indahnya dunia….

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Cerita, Kiky and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s