Dua Orang Guru

Ada  guru yang bekerja asal bekerja. Tidak peduli amanah luar biasa yang diemban. Setiap hari, berangkat pagi dan pulang sore. Rutinitas yang boleh jadi telah bertahun lamanya.

Baginya mengajar adalah sebuah profesi. Tak lebih dari itu. Tak ada beban moril yang dia rasakan saat menjumpai kenyataan banyak anak didik  gagal menjalani hidup. Tiada rasa bersalah saat perilaku asusila terjadi didepannya.  Bahkan tawuran pelajar  berdarah darah pun tak mampu  mengusiknya.

Baginya,  tugas dan kewajiban sebagai guru hanya satu, “mentransfer ilmu.” Itu saja, tak kurang dan tak lebih.

Ada guru yang bekerja dengan hati. Kebersahajaan memancarkan aura  semangat luar biasa.  Semangatnya tak pupus, tiada patah arang dengan segenap kekurangan.  Memang guru adalah pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Akan tetapi misi besarnya adalah mencetak pemimpin masa depan.

Menelorkan generasi unggulan  kelak. Yang tangguh dan tidak cengang. Tanggap dan sigap di setiap kondisi sosisal masyarakat nyata.  Dalam hatinya ada secercah harapan mulia untuk mencetak pemimpin pemimpin negeri.

Keduanya berprofesi sama, seorang guru.  Akan tetapi, semangat dan cara mengajar mereka  pasti berbeda.

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Dua Orang Guru

  1. Sekolah utama itu adalah keluarga
    Ketahanan negara ada di keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s