Sejarah Itu Penting, Dan Tak Akan Mungkin Bisa Hilang

Kemarin tepat tanggal 17 Agustus 2015.  Ditemani istri dan anak, kami habiskan waktu seharian penuh, untuk merayakan hari RI ke 70. Dikemerdekaan mulai  dari Stasiun gambir, kami berjalan menuju Jl. Merdeka Utara.

Bersamaan dengan  upacara bendera yang dilaksaknakan di depan istana negara, jl. Merdeka Utara, jalan ditutup untuk umum. Hanya pesepeda dan pejalan kaki diijinkan masuk.

“We..h, seger yo bu, hawane  seger, mungkin  mergo oksigene akeh, ora ono polusi,” kataku. Tampaknya  istriku setuju, sambil terus berjalan  istriku berkata, “panas nemen, tapi seger, lumayan kemringet.”

Kami ajak anak  menyaksikan  upacara bendera,  pengibaran sang merah putih. Dia tampak sangat senang melihat pasukan baris berbaris, berjalan tegap  dengan ritme penuh optimisme. Anak anak paskibra  tampak anggun bersahaja.  Terlebih lagi saat  marching band lewat tepat dihadapan kami, aura kebahagiaannya tampak jelas.

Sungguh, kebahagiaan itu tiada mahal. Teramat murah, andai kita sebagai orang tua memahami apa kemauan anak.

Setelah melanjutkan perjalanan ke Jl. Merdeka Barat dan Jl. Merdeka Selatan, akhirnya kami tiba di titik awal. Di dalam area parkir Stasiun Gambir. Kami lanjutkan perjalanan ke Pasar Baru.

Sebuah pasar yang didirikan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1828, tepat 100 tahun sebelum  sumpah pemuda. Pasar Baru dikenal luas hingga manca negara, khususnya India. Maka tak jarang, ditemui warga negara India berdagang di pasar tersebut.

Namun tujuan kami bukanlah berbelanja di pasar. Akan tetapi, di sebuah bangunan tua di sisi barat pintu masuk Pasar Baru.

Sebuah gedung tua bertuliskan LKBN Antara (Lembaga Kantor Berita Nusantara) berdiri tegak menghadap kearah selatan. Adalah salah satu kantor berita tertua,  yang berdiri tahun 1937.

Selain berfungsi sebagai kantor berita, di lantai dua gedung  ini juga dipamerkan  beberapa perlengkapan cetak dari yang sebelum kemerdekaan hingga modern. Fungsinya tak lain adalah sebagai museum jurnalistik.

Dalam memperingati hari kemerdekaan, di lantai satu dipajang foto foto pahlawan kemerdekaan, heroisme pertempuran melawan penjajah dan sisi humanisme para pahlawan. Ada KH. Agus Salin, Sukarno, Hatta, Natsir, Amir Syarifuddin, dan banyak tokoh lain yang tak tercatat dalam sejarah.

Di salah satu sudut ruanga pameran, ada tulisan bagus yang akan selalu kuingat. “… Sejarah Itu Penting, Dan Tak Akan Mungkin Bisa Hilang.”

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s