Selamat Jalan Angeline…

Malam kian larut. Suara orang lalu lalang di jalanan depan rumah mulai jarang terdengar. Kubuka pintu kamar, kulihat anakku sedang tertidur pulas dalam pelukan ibunya. Lama aku tak beranjak dari pintu, memperhatikan setiap tarikan dan hembusan nafas dari kedua orang inspirator kehidupanku.

Waktu seolah berhenti. Entah sudah berapa lama aku berdiam diri menatap. Dalam keheningan ini kurasakan mataku mulai berkaca. Satu dua butiran air mata mulai meluncur jatuh bebas.

Aku menangis.

Entah sudah berapa  lama  aku tak menangis. Seingatku, air mataku tumpah terakhir kalinya saat mengumandangkan adzan tepat ditelinga almarhum bapak. Di tengah keheningan, dibawah hunjaman  ratusan sorot mata orang bertakziah. Dalam ruang sempit bernama liang lahat.

Aku menangis lagi…

Malam ini aku tak bisa tidur, gelisah.  Sedari siang tadi, bolak balik kubaca berita tentang pembunuhan Angeline, gadis cantik berumur 8 tahun yang ditemukan telah dikubur dibawah kandang ayam. Dilaporkan hilang sejak 16 mei bulan lalu.

Media sosial gempar memberitakan. Trending topik, hampir di semua media alternatif tersebut.   Televisi tiada henti mengabarkan. Berita pernikahan putra sulung presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka  yang rencana  menikah esok hari, seolah menjadi berita usang tak layak diwartakan.

Update berita berjalan terus, bahkan dalam hitungan detik. Informasi  terakhir semakin menyesakkan dada. Hasil visum dokter yang diperkuat pengakuan tersangka, ternyata Angeline diperkosa dulu sebelum akhirnya dibunuh.

Anak sekecil itu diperkosa ?

Aku tak habis pikir. Mendengar kata diperkosa saja, merinding. Terlebih lagi, anak yang belum akil baligh.

Aku menangis lagi, membayangkan Angeline. Sungguh, dari foto foto yang ada di internet, sangat jelas  dia adalah gadis yang cantik. Gadis yang periang. Dari sorot matanya, menceritakan kecerdasan.

Dia seumuran anakku. Dia sebaya dengan Kiki, yang sedang tertidur pulas dipelukan istriku.

Sungguh…, aku hanya ingin menulis. Tapi entahlah, tak satupun kata mampu kutorehkan disini. Untuk melukiskan bagaimana seharusnya seorang Angeline mendapat curahan berjuta kasih sayang.

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Selamat Jalan Angeline…

  1. Sekarang jaman sudah mulai etape di jaman “edan” pak. Huhu. .

  2. kebomandi says:

    aku baru baca berita ini pun baru tadi malem mas lamang. dan dia diperkosa? astagfirullah😦

  3. nyonyasepatu says:

    Baca berita2nya bikin sedih banget. Koq yah tega ya

  4. katacamar says:

    na’udzubillah… bagaimana bisa seorang manusia bisa jatuh sedemikian binatang…
    miris….dan sangat menyedihkan

  5. izzawa says:

    bukan manusia lagi itu……. miris semirisnya…

  6. mastur songenep says:

    innalillah wainna ilaihi rojiun, na’udzubillahi min dzalik, gadis tak berdosa, harus menerima hukuman kejam org-2 terdekatnya sendiri, sungguh itu perbuatan biadab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s