Seringkali Kreativitas Orang Tua Kalah Dengan Kreativitas Anak

Sayup  suara dua orang anak sedang bermain seolah menamparku. Meembangunkan dari tidur panjang.  Kelopak mata  seakan menempel erat, berat,  meski kesadaran datang bak gelombang. Untuk  segera menghantarku bangkit dari peraduan.

Maklum saja, aku baru bisa tidur setelah adzan subuh berkumandang. Bukan karena  tuntutan pekerjaan yang memaksa untuk begadang semalaman. Bukan pula  karena terlena  akan keasyikan  menulis di blog.

Boleh jadi sebagian orang menghabiskan sepertiga malam terakhir untuk tahajjud, bersujud dan bermunajad kepada Allah SWT. Karena waktu itulah saat terbaik untuk bisa bermesra mesraan dengan sang kholik. Curhat apapun yang menjadi beban hidup.

Namun aku bukanlah mereka. Kuabaikan  hak tuubuh untuk beristirahat meski sesaat, di penghujung malam. Semata mata hanya untuk menonton pertandingan sepak bola.  El classico,  antara Real Madrid dan Barcelona. Konon, pertandingan kedua tim inilah yang mampu menyihir sebagian umat manusia dimuka bumi. Dan, aku adalah salah satunya.

Saat keluar kamar, kudapati anakku sedang bermain dengan Yolanda, temannya sekolah. Tubuhnya bongsor, tinggi besar, tampak  lebih dewasa dibanding teman sebaya. “Dia sukanya makan mie instand, sosis, bakso  dan makanan jenis  fast food lain. Terlebih jika malam hari.  Minumnya susu sapi semenjak balita.” kata ayahnya suatu waktu. Saat kami bertemu dan makan siang bersama di acara Islamic Book Fair.

Argumentasinya sepertinya masuk akal. Cocok dengan apa yang pernah kubaca. Sedikit berbeda dengan anakku. Berpostur sama dengan teman sebaya,  tidak terlalu kurus, tapi padat berisi. Kaki dan tangannya keras, seperti anak kampung pada umumnya.  Mungkin  karena kesukaannya makan  wortel dan sayuran. Bahkan, brokoli goreng dan ubi rebus adalah makanan favoritnya.

Dari balik jendela kaca tampak istriku dan ibunya Yolan  asik berbincang. Entah apa yang mereka omongkan. Biasanya kalau perempuan bertemu, yang dibicarakan  tidak jauh dari belanja dan belanja.

Sambil  menikmati teh hangat dan  tempe goreng,  aku amati anakku bermain.  Tak lama kemudian ia menghampiri dan berkata,   “pak tolong ambilkan gunting itu. Yang tergantung diatas. Kiky tidak bisa, tidak sampai.” Katanya penuh harap.  Di tangan kirinya  sebuah tas kresek plastik ukuran tanggung  warna merah.

“Arep nggo opo to nduk ?”

“Bikin bikin sama Yolan. Buat pergi ke Atrium nanti sama ibu,” jawab anakku. Mendengar jawabannya aku tak mengerti apa yang dimaksud.  Tas  kresek plastik, Atrium dan gunting, apa hubungannya ?

Tampaknya Yolan pun sama, tak memahami arah pembicaraan Kiky. Buktinya, sedari tadi dia hanya bengong.

Setelah kuserahkan gunting itu, segera dia beraksi. Dibukanya tas kresek plastik, dan diletakkan di lantai. Aku dan Yolan hanya mengamati, tak tahu apa yang sedang diperbuatnya.

Ujung bawah tas kresek plastik dipotong, perlahan, tampaknya ia hati hati dalam melakukannya. Setelah selesai, diletakkan gunting itu. Lalu dia berdiri dan mengenakan tas kresek plastik itu layaknya kaos dalam.

“Nih pak jadi kan…? Bagus kan …? Ya kan… ya kan… ?  Nih Kiky bisa buat baju sendiri. Kiky mau pakai baju ini ke Atrium ama ibu, ama Yolan, ama mamanya Yolan…” Jawab anaku sambil terus nerocos berbicara sendiri.

Aku dan Yolan akhirnya mengerti dengan  apa yang sebenarnya  sedang dibuat Kiky. Sebuah baju dari tas kresek plastik. Apa yang baru saja terjadi membuatku tercengang.   Ini membuktikan bahwa jalan pikiran dan kreativitas seorang anak seringkali lebih terdepan  dibanding orang tua.

Lambang S

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Seringkali Kreativitas Orang Tua Kalah Dengan Kreativitas Anak

  1. zaki19482 says:

    Terkadang kita, sebagai orang tua, merasa lebih pinter. Padahal, lum tentu. Hehehehe…..!!!! Kreativitas anak kadang diluar batas pemikiran kita. Selamat, anda sudah menyadari dan menghargai itu semua. Salam dari Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s