Kreativitas Dan Kebahagiaan, Satu Kesatuan.

Lantunan merdu  adzan isya’ berkumandang. Suaranya sangat jelas, kudengar dari arah belakang rumah.  Bisa dipastikan itu dari masjid diseberang Anak Kali Ciliwung yang mengalir tepat di belakang rumah.  Sedangkan suara panggilan sholat dari Langgar Arrizkya yang tepat berada di depan rumah tiada   terdengar.

Aneh bin ajaib, panggilan menegakkan sholat itu tak mampu menggeser posisi dudukku dari layar kaca. Kata kata Mario Teguh seolah menyihirku. Wajahnya di salah satu televisi swasta bagai berhala moderen. Disamping berhala berhala lain yang tak kalah memukau, seperti twitter dan facebook.

“Treng treng….” Suara anakku terdengar sangat jelas dari samping.  Aku menoleh, dan segera tersenyum.  Kini aku bersyukur, ternyata  suara  nyaringnya masih mampu membuyarkan konsentrasiku pada kotak kaca ajaib itu.

“Selemah apapun manusia, mereka mempunyai kekuatan. Tuhan tidak pernah menciptakan makhluk gagal. Seluruh ciptaanNYA sempurna !” Kata kata Mario Teguh terakhir yang mampu kudengar, sebelum akhirnya kualihkan seluruh perhatian pada anak gadis periang ini.

“treng treng…,” Kiky mengulangi. “Pak, nih Kiky buat kalung nih,” katanya smbil tersenyum. Pandangan matanya, mimiknya dan bahasa tubuhnya seolah mampu berkolaborasi dengan sempurna untuk memamerkan apa yang baru saja dibuat.

Mataku berbinar. Tak kuasa menahan kegembiraan yang entah dari mana datangnya, tiba tiba saja hadir, bak gelombang tsunami kebahagiaan.

“Nih kan…, Kiky pinter.  Kiky bisa bikin kalung sendiri. Tidak usah beli, buat aja sendiri, kan bisa. Bagus kan pak ?” Sambil mengatakan hal itu, dipamerkannya hasil karyanya,

Beberapa buah karet warna warni yang biasa dipakai untuk menguncir rambut. Lalu, disatukan dengan tali warna merah yang diikatkan kedua ujungnya. Jadilah itu menyerupai kalung jenis opera. Bedanya, jika kalung jenis opera umumnya terbuat dari rangkaian batu permata atau mutiara, namun ini dari rangkaian karet kuncir rambut.

Dalam kebahagiaan yang sangat aku menjawab, “bener nduk…, Kiky pinter. Tolong tunjukkan ke Ibu. Pasti senang.”  Tanpa pikir panjang, dia pun lari meninggalkanku. Kearah dapur, mencari ibunya.

Tak lama kemudian, dari arah dapur, samar samar kudengar suara istri dan anakku sendang bergurau dan bernyanyi. Tepuk tangan kecil hadir di sela sela nyanyian mereka.  Aku tak terlalu paham apa yang sedang mereka bicarakan, dan apa pula yang mereka nyanyikan. Yang kutangkap hanya aura kebahagiaan menyemarakkan rumah tangga kami.

Aku teingat nasehat seorang kawan. Kebahagiaan itu murah. Kebahagiaan itu ada disekitar kita. Kembali kudengar dari layar kaca,  motivator itu berkata, “orang yang membayar mahal untuk kebahagiaan, sebenarnya mereka tidak pernah bahagia.”

Dan aku teringat pada sebuat tulisan yang pernah kubaca. Kutipannya kurang lebih seperti ini, “sebenarnya anak tidak membutuhkan mainan mahal, anak hanya membutuhkan kebersamaan dengan orang yang mereka cintai.”

Kembali aku teringat oleh almarhum bapak. Saat aku kecil dulu, entah umur berapa aku pun tak ingat. Bapak mengajariku membuat mobil mobilan dari kulit jeruk bali yang dipetik dari  halaman belakang mbah Sukardi.

Kenangan itu sangat membekas. Mungkin hingga ajalku tiba, baru bisa melupakannya. Dan bapak mengajarkan  bahwak kreativitas bisa diajarkan pada anak dengan barang barang murah yang ada di sekeliling kita.

@lambangsarib

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Kreativitas Dan Kebahagiaan, Satu Kesatuan.

  1. angkasa13 says:

    yes indeed.kebahagian bisa melahirkan banyak hal

  2. Betul, bahagia itu sederhana. Kita sbg ortu gak perlu memanjakan anak dg mainan2 mahal. Justru kita dorong sang anak untuk berkreasi sesuai dg imajinasinya.

  3. Kebahagiaan itu murah dan sederhana ya mas.
    Lama tak terdengar. Moga mas, istri dan Kiky baik2 saja mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s