Cinta Pertama

“Pak ni kiky cantik ni cantik pak..,” kata istriku saat menyisir rambut anaknya. Dibalut kehangatan sinar matahari pagi yang menyeruak masuk.  Menembus barier dedaunan lebat di belakang rumah. Aroma embun pagi menyempurnakan kehangatan.

“Iya, kiky dah besar, kakinya sudah panjang…, rambutnya sudah panjang… Kalau makannya banyak, bobok siang siangnya banyak, cepat gedhe. Kalau sudah bisa baca dan menulis, kalau otaknya sudah gedhe, mau naik pesawat.  Kerumah buk dhe.”

“Wah…, hebat nih anak bapak.  Bulan depan pergi ke rumah  mbah kung ya nduk ? Sama ibu, sama bapak, sama Mbah Uti di Pemalang. ” Istriku tampak tersenyum. Sisir yang dibawa terus saja menari lincah  diatas kepala Kiky. Merapikan rambut yang basah agar terjurai.

“Baju Kiky bagus pak…, baju  frozen.”  Kemudian terdengar alunan merdu dari mulutnya,  “Let it go…. Let it go… ” Sebuah  sountrack lagu Disney teranyar. Nada suaranya pas, tak fals, hanya  pengucapannya hampir mayoritas salah. Maklum aja, bahasa Inggris adalah bahasa asing bagi keluarga kami. Dalam keseharian, kami menggunakan bahasa jawa.

Aku teringat oleh kisah spon kering  dan air.  Spon kering ibarat anak balita diusia emas. Sementara air adalah lingkungannya.  Anak, tanpa diminta dan disuruh akan otomatis mengamati, menyerap dan menirukan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan.

Sebagai orang tua, kita mesti  waspada. Apapun pengaruh  itu, akan terekam dengan  baik di ingatan dan alam bawah. Tanpa mampu dibatasi atau dipilah. Semua akan diserap dengan baik oleh anak, layaknya spon kering menyerap air.

“Baju kiky bagus ya pak ?” tanya anakku seakan meminta penegasan. “Iya.., bagus nduk.” jawabku.

***

“Bapak mau kemana ?”

“Nggak kemana mana kok, mau ke belakang saja baca koran.” Jawabku sambil berlalu. Menenteng segelas teh hangat bikinan istri dan harian pagi di tangan kiri. Melewati Kiky yang sedang asik menikmati disney channel di layar kaca.

***

“Pak bapak…, Kiky bajunya sama dengan bapak. Warna biru. Ada gambar monasnya.” Anakku tiba tiba sudah duduk disampingku. Memegang sebuah buku berwarna kuning, bersikap seolah sedang membaca. Padahal, jangankan membaca, mengeja pun masih belepotan.

Aku tersesnyum mendengar celotehan dan tingkah polahnya. “Kok ganti baju melulu sih nduk ? Ibunya kan capek nyucinya ?’

“Iya, Kikiknya ganti ganti baju melulu. Sekarang ganti baju kayak bapak. Kikinya kan sayang sama bapak.” Dia bangkit dari tempat duduk dan menciumku.

Ada rasa bangga. Ada rasa bahagia. Ada rasa haru. Dan berjuta perasaan lain yang campur aduk. Tanpa bisa didiskripsikan dalam tulisan. Hanya mata berkaca menjadi jawaban dan aroma surga merasuki jiwaku. Benar kata orang bahwa, surga itu ada di rumah. Surga itu dihuni oleh para bidadari, yaitu orang orang yang kita cintai.

Aku teringat oleh istriku. Waktu kami masih “pacaran”. Kami suka sekali mengenakan baju kaos  yang sama (kembaran). Bahkan sepatu dan celana pun serupa. Memang orang kalau sedang jatuh cinta ingin semuanya sama.

Sebuah artikel pernah mengulas bagaimana relasi positif antara anak dan orang tua. Terlebih lagi tentang anak perempuan. Ternyata, sosok ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Cinta pertama  itu begitu membekas. Tak kan hilang ditelan waktu.

Oleh sebab itu, orang tua yang menyayangi anak anak mereka dengan sebenarnya, akan  mampu memproteksi anak anak dari pengaruh negatif dari luar.

Cintailah anakmu dengan sederhana….

@lambangsarib

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Cinta Pertama

  1. danangbanyu says:

    hari ini dia masih balita, besok udah main sama temen2 smp nya, hidup emang cepet

  2. Dyah Sujiati says:

    Mau donk kisah pacarannya dituliskan😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s