Character Building : Kejujuran, Kreativitas dan Motivasi

Adzan terengar sangat jelas. Dari surau kecil yang jaraknya hanya beberapa rumah  saja.  Panggilan sholat kali ini  tidaklah semerdu  Muammar ZA, seorang  hafidz  sekaligus pelantun Al Qur’an kebanggaan Indonesia. Berasal dari kota kecil Pemalang (Jawa Tengah), namun kiprahnya tiada tanding.

Bukan hanya di negeri ini suara merdunya digemari, melainkan hampir di seluruh penjuru dunia, namanya sering disebut. Andai saja ada penghargaan Nobel untuk kategori pelantun Al Qur’an,  tentu  tak diragukan lagi, dialah orangnya.

Ratusan ribu pita kaset yang merekam suaranya. Keping CD yang digandakan mungkin saja sudah berjuta jumlahnya. Kalaulah di negeri ini hukum ditegakkan. Andaikata hak cipta dihargai. Royalti dibayarkan sebagaimana mestinya. Mungkin Muammar ZA bergelimang kemewahan, dari rupiah hasil persentase setiap keping yang terjual.

Sayangnya, negeri ini begitu lemah. Khususnya pada maling dan perampok. Baik  yang  ilegal, terlebih lagi yang resmi berlindung dibalik undang undang.

Untunglah kita masih memiliki orang orang baik. Sebut saja salah satunya adalah  Djoko Widodo, yang saat ini menjadi presiden ke 7.  Setelah sebelumnya menjabat sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.  Banyak orang meragukan kemampuannya. Akan tetapi, lebih banyak lagi yang menggantungkan harapan kepadanya untuk memperbaiki bangsa ini.

Suara keras adzan itu  tak juga mampu membuatku menyegerakan menegakkan sholat. Tak mampu memaksaku meninggalkan kehidupan duniawi, untuk segera menghadap sang Maha Segalanya.

Mungkin aku sudah teralterasi oleh pikiran “dalang edan – Sudjiwo Tedjo” yang mengatakan bahwa  Tuhan itu Maha Asik. Sehingga, aku pun dengan gampangnya melalaikan kewajiban utama ummat manusia. “Tidakkan kuciptakan Jin dan Manusia, kecuali hanya untuk ibadah kepadaku.” Salah satu firman Allah dalam Al Qur’an Adz Dzariyaad : 56.

Mengobrol dengan Waryo terasa lebih mengasikkan. Mengalahkan sebersit keinginan untuk melangkahkan kaki ke musholla.

Sahabatku ini profesi utamanya adalah  montir khusus truk besar seperti cold diesel, fuso, dan tronton. Rumah dan tempatnya mangkal adalah di Kawasan Industri Pulo Gadung. Dalam hal bisnis,  aku lebih suka menyebutnya sebagai penasehat teknis.

Belajar itu kepada siapapun  dan dimana saja. Setiap orang adalah guru  dan setiap tempat adalah sekolah. Kepada Waryo aku belajar tentang seluk beluk truk, di pangkalannya  aku menimba ilmu.

Sesuai dengan kapasitasnya, dialah satu satunya orang yang kupercaya. Tempat  meminta fatwa dan nasehat. Dalam urusan mesin truk, titahnya adalah perintah yang tak mungkin aku langgar.

Banyak orang menjustifikasiku “goblok” karena menurut apa yang dikatakan anak lulusan SD yang belajar montir otodidak itu.  Orang lain boleh berkata apapun tentang keputusanku. Namun, itulah kenyataannya.

Dialah orang yang aku percaya untuk merawat sekaligus membantuku memilih truk untuk pertama kalinya. Terbukti, keputusannya tepat. Dilandasi oleh pengalaman mendalam tentang mesin mobil besar. Mulo buko satu mobil yang dia pilihkan, kini beranak pinak menjadi puluhan. Tak satupun unit yang aku beli tanpa restu dan nasehatnya.

Besar kecilnya  bisnis, maju tidaknya usaha dagang, tidak hanya ditentukan seorang leader. Akan tetapi juga sangat ditentukan oleh orang lingkaran dalamnya. Nah, Waryo adalah salah satu inner circle yang kupunya. Selain kemampuannya, loyalitas dan kejujurannya sudah teruji.

Berbicara kejujuran dan bisnis, keduanya bagai dua sisi mata uang.  Bisnis adalah kejujuran, tidak ada kejujuran tidak ada bisnis.  Bahkan, bisnis keuangan seperti perbankan dan asuransi pun, esensinya bukan bisnis uang, melainkan bisnis kejujuran.

Kejujuran laksana mata uang yang tak bisa turun nilainya. Senantiasa bertambah dari waktu ke waktu. Bukan peningkatan berdasar   deret hitung, melainkan deret ukur. Berlaku lintas generasi, lintas geografis dan lintas suku. Dibutuhkan dan diharap oleh siapapun.  Da’i kondang yang meredup pamornya karena berpoligami, Abdullah Gymnastiar pernah bertaka, “kejujuran itu sangat mahal, Bahkan pencuri pun membutuhkan orang orang jujur untuk mengelola hasil curiannya.”

Oleh sebab itu, kejujuran adalah hal pertama dan utama yang harus ditanamkan pada karakter anak kita. Berulang ulang ditanamkan ke alam bawah sadarnya. Berkali kali diajarkan untuk membentuk wataknya. Orang tua tak boleh capek apalagi bosan melakukan pembangunan karakter.

Benarlah kata orang jawa, “watuk telung ndino mari, watak butuh tahunan mbeneri. Sakit batuk tiga hari sembuh, sedangkan merubah watak butuh waktu tahunan.”

Setelah kejujuran, hal lain yang sangat dibutuhkan anak dalam rangka  caracter building adalah kreativitas dan optimisme.

Kejujuran akan membawa anak anak  kelak dipercaya orang lain, baik kawan maupun lawan. Baik itu rekan bisnis, atapun kompetitor.  Kreativitas menghantarkan mereka menemukan atau menciptakan  sesuatu yang dipandang orang lain mustahil. Optimisme layaknya api yang membakar motivasi.

Dalam tanyangan National Geographic pernah diulas tentang “otak seorang boss”. Ternyata disimpulan bahwa pelaku bisnis di dunia ini selalu memiliki motivasi yang tinggi diatas rata rata. Mereka memiliki kreativitas melebihi kebanyakan orang pada umumnya.

Sebut saja Mark Zuckerberg pemilik jejaring media sosial Facebook. Yang beberapa waktu lalu menghebohkan Indonesia. Karena dia mengunjungi Presiden Jokowi, dan  diajak blusukan ke Tanah Abang. Pasar retail terbesar di Asia Tenggara.

Mark adalah mahasiswa Harvard yang tidak lulus. Awalnya ia  hanyalah mahasiswa programer biasa. Boleh jadi, waktu itu ia sudang memiliki mimpi mimpi besar.  Yang pasti adalah, jejaring itu diawali dengan membuat jejaring via surat elektronik yang menghubungkan teman teman kuliahnya.

Apakah dikira Facebook tiba tiba besar dengan sendirinya ? jawabnya yang pasti adalah TIDAK.

Sebelum digemari dan populer, dibutuhkan motivasi tanpa kenal lelah untuk menyempurnakan setiap kegagalan demi kegagalan.  Dibutuhkan kreativitas.  Sesuatu yang awalnya hanya ada di angan angan (imajinasi), harus mampu dituangkan dan dipahami orang secara umum  dengan mudah.

Kolaborasi kreativitas  dan motivasi tanpa batas ini akhirnya membuahkan hasil manis, yaitu jejaring sosial yang digandrungi orang seluruh dunia.

Menanamkan karakter yang dikehendaki pada anak bisa diibarat menanam padi di sawah. Selain benih yang unggul, tempat yang tepat dan air berlimpah adalah syarat yang lain.  Begitu pula halnya dengan pembentukan karakter. Injeksi kejujuran, kreativitas dan optimisme akan sia sia  apabila tidak disemai pada tempat yang tepat. Yaitu keluarga bertabur cinta.

Anak harus senantiasa dimanjakan. Bukan dimanjakan oleh uang, seperti anak anak presiden terdahulu. Bukan pula dimanjakan dengan segala fasilitas  seperti anak raja. Melainkan dimanjakan dengan kasih sayang dan cinta.

Sealin itu, anak harus selalu berada di lingkungan yang membahagiakan. Lingkungan yang tak terpengaruh oleh ekses negatif dari modernitas.  Lingkungan itu bukanlah discotik tempat om dan tante menghabiskan malam. Bukan pula jalanan yang buas. Melainkan rumah tempat kedua orang tuanya memadu kasih. Baity jannati – Rumahku adalah surgaku.

“Anakmu bukanlah anakmu, mereka adalah anak anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.” Sepenggal syair Kahlil Gibran kiranya cocok untuk kita renungkan bersama. Tugas kita sebagai orang tua adalah menghantarkan anak anak untuk menemukan jati dirinya.  Untuk selanjutnya biarkan mereka mencari jalannya sendiri, berbekal karakter yang telah tertanam.

@lambangsarib

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s