Belajar adalah Bermain, Bermain itu Belajar

Jam 5 sore. Kami duduk mengelilingi meja makan, siap siap bersantap malam bersama. Nasi putih  mengepul, tanda masih hangat. Sayur sop brokoli, wortel dan jagung manis tampak lezat menggugah selera.  “Wah…, iki sayur senengane anakku, lha aku mangan nganggo sayur opo jal…?” gumamku dalam hati. Tanpa berani mengucap, takut menyinggung perasaan istri.

Untunglah, masih ada tempe goreng  yang juga tampak baru saja ditiriskan dari penggorengan. “Nah…, iki senengane bapak,” kataku sambil menyomot sebuah. Segera menyantapnya rakus.

“Ye malu ye…., bapak malu…., maem gak berdo’a dulu.” protes anakku setengah mencibir. Istriku tersipu sambil terus mengelap satu persatu piring dengan kertas tissu. “Malu ya nduk..,” timpalnya membenarkan.

“Yo uwis…, ayo kita berdo’a dulu. Kiky yang baca do’anya.”  Kuangkat kedua tanganku memberi isyarat untuk  berdo’a. Istriku yang duduk tepat dihadapanku tampak mengikuti. Sementara Kiky  yang duduk di samping kanan, menengadahkan tangan dan mulai  berdo’a Bismillahirrahmannirrohiiim …., Allahumma bariklana ….”

Setelah mengucap “Amiien” bersama sama, kami pun bersantap.  Bagi keluargaku, santap malam bersama adalah puncak kebahagiaan. Indahnya panorama saat bulan purnama di pantai kuta, tak sebanding dengan indahnya momen makan malam bersama. Kebahagiaan berwisata ke pantai anyer tak sebanding dengan kebahagiaan ini.

Mungkin benar kata orang suci, bahwa “baity jannaty – rumahku adalah surgaku – rumahku adalah istanaku. Istana yang teramat megah, dengan seorang permaisuri   sebagai empunya dan seorang bidadari cantik  yang meramaikannya.

Surga dan kebahagiaan hidup itu ada disini. Teramat dekat. Kalau kebahagiaan bukan dirumah ini, lalu  dimana lagi ? Kalau kebahagiaan  bukan saat saat seperti ini, maka kapan lagi ?

“Brokoline enak pak, dicicipi to…,” pinta istriku setengah merajuk.

“Iyo enak,  mau uwis tak maem. Tapi bene di entekne Kiky, dewekne seneng,” jawabku sedikit berargumen. “Ayo Kiky brokolinya dimaem, enak kok. Nih bapak juga maem,” kataku.

Tentang brokoli, sebenarnya  istriku pun sangat paham, bahwa  aku tak suka. Akan tetapi, demi memotivasi anak untuk makan sayur sayuran, hal itu harus kami lakukan. Dan untuk menyenangkan istri, apapun yang dimasak selalu aku jawab enak. Walau mungkin ada satu atau dua jenis sayuran yang aku tak suka.

Ditengah tengah  acara makan malam, aku sempatkan bertanya  perihal sekolah. “Eh… Kiky tadi pagi disekolah belajar apa ?’  Kiky diam tak menjawab. Sepertinya dia sangat asik dengan brokolinya.

“Pak.., ojo omong   belajar karo bocah,” istriku protes. Jawaban itu  mengagetkanku, “lha terus, takone  kudu pie ?”

Istriku terdiam sejenak, lalu minum seteguk air. Dipalingkannya wajah ayu itu ke anakku. “Nduk…, Kiky tadi main apa di sekolah ?” Kiky masih  saja diam. “Kiky tadi main sama temen temennya ya ? Ada Keko, ada Jayen, Ada Sandra, dan ada siapa lagi nduk ?”

Ternyata pertanyaan istriku cukup ampuh membuat Kiky menjawab. “Main sama Yasmin buk, main coret coret.”

“Wah…, pinter kamu nduk. Tadi main apa lagi ? Tanya istriku mengeksplorasi pertanyaan sekaligus merangsang daya ingat anak. “Pak…, tadi Kiky pinter. Kiky main pulas  gambar gambar, main bikin bikin pakai gunting, dan main tebak tebakan angka,” jawab anakku.

Aku tersenyum. Dalam hati aku berkata, “bener juga ya…, hebat nih bojoku. Alhamdulillah nduwe bojo koyo kie.”

Memang benar bahwa dunia anak adalah dunia permainan.  Memang dimasa kanak kanak, mereka  akan mempelajari apa saja.  Yang dilihat, didengar dan dirasakan akan ditirukan sebagai sebuah pelajaran hidup.

Otak anak akan mencapai kecerdasan maksimum disaat mereka bahagia. Kebahagiaan itu  sebenarnya sangat mudah didapat, diantaranya  dengan mengajaknya bermain. Untuk menanamkan karakter, nilai kehidupan atapun norma hal terbaik adalah dengan permainan.

Satu hal yang pasti buat anak adalah “Bermain itu  belajar dan belajar adalah bermain.”

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Belajar adalah Bermain, Bermain itu Belajar

  1. jampang says:

    Satu hal yang pasti buat anak adalah “Bermain itu belajar dan belajar adalah bermain.” —> setuju dengan ini. terkadang saya juga salah bertanya kepada anak. makanya nggak dijawab😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s