Anak Mulai Berani Tidur Sendiri

“Malam sudah larut, laga final Piala Dunia di Brazil antara Belanda dan Rusia baru saja kick off babak pertama. Aku menonton sendiri  diatas pembaringan, sambil melepas  penat bekerja seharian.

“Pak…, Kiky mau bobok sama bapak,” kata anakku mengagetkan. Membuyarkan keasyikanku menikmati laga total football melawan tim dinamit. “Durung turu to nduk ?” jawabku.

Dia melompat bak seorang “coboy” keatas kasur. Hanya butuh beberapa detik untuk berbaring disampingku. Boneka kodok warna  hijau sudah disamping. Boneka panda warna pink digunakan sebagai ganjal kepala.

Aku menghela nafas panjang. Tanganku reflek mencari remote control dan memencet tombol off. Seketika layar kaca pun  padam.

“Kita tidur aja ya nduk. Besok bangun pagi, lalu jalan jalan. Mencari bunga melati putih yang semerbak. Melihat capung, kupu kupu dan tawon yang beterbangan. Terus kita beli bubur ayam deh ?!  Kita bobok aya ya… ?” Bujukku ternyata cukup ampuh.

Dipeluknya dengan hangat pupus sarupus.  Diciumnya. Dibelainya bulu bulu halus dari kepala hingga ujung ekor. “Bobok dulu ya pupus sarupus…, gut nite, asalamikuum…,” kata Kiky sambil memejamkan mata.

Boneka kucing putih itu adalah teman imajinernya. Kapanpun dan dimanapun selalu  menemani.  Setiap anak pasti  memiliki kawan imajiner, yang entah sampai kapan itu  menemani dan mengisi hidupnya.

***

“Pak bangun, Allahu Akbar dulu, sudah siang.” suara itu menghentikan mimpi indahku. Saat kupaksakan membuka kelopak mata, kulihat Kiky ada digendongan ibunya. Aku tersenym seraya mengucap, “Assalamualaikum nduk….”

“Hebatyah anak bapak. Tadi malam bobok sama bapak yah ? Sudah pinter sekarang.” Kataku. Kemudian ibunya menimpali, “iya dong pak, Kiky kan sudah gede, bulan depan tanggal 15 kan mau sekolah TK. Sudah harus bobo sendiri dong…”

“Iya nduk ya ? Kiky berani bobok sendiri kan ?” Tanyaku.

Anakku meronta, ingin turun dari gendongan. Begitu kakinya menginja lantai,  ia berlari meninggalkan kami, dan  berteriak, “tidak mau… !!!”

Pandangan kami mengikuti kemana arah anakku berlari. Kudengar suara istriku berkata, “wis gedhe pak. Kayane wis pingin turu dewe, wayahe  nduwe kamar dewe.”

“Iya  bener buk. Anak umur empat tahun atau lebih sudah selayaknya memiliki kamar sendiri.  Tidur sendiri. Maka, mulai sekarang tolong ajarkan ia bertanggungjawab membersihkan dan menata kamarnya.  Secara perlahan, tolong biasakan  dia tidur  sendiri.”

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ?
Pengiriman kargo murah ?
www.csmcargo.com

via twitter @csmcargo
Via fb @csm cargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s