Tugas Seorang Pemimpin (Untuk Prabowo dan Jokowi)

“Itu siapa pak ? Yang  dadah dadah tuh.., siapa tuh… ?”  Suara lirih  berasal dari belakang tempatku duduk  memecah keheningan malam. Mengagetkanku.

“Eh, kamu nduk… Bapak kaget bapak,  kok Kikynya  belum tidur sih…? Sudah malem loh..!?” tanyaku sambil membalikkan pandangan kearah suara lirih itu berasal. Ia berdiri mematung, berjarak tak lebih dari setengah depa. Sorot matanya tampak fokus kearah layar kaca yang sedang kutonton.

“Itu adalah Pak Prabowo nduk…, yang disampingnya adalah Pak Jokowi. Mereka berdua adalah calon pemimpin negeri ini. Mereka berdua adalah calon presiden kita untuk lima tahun ke depan.” Kucoba menerangkan dengan kosa kata  paling sederhana. Namun aku yakin bahwa anakku tak memahami penjelasanku.

“Presiden…?” kata berintonasi tanya itu keluar dari mulutnya. Seolah ingin menanyakan lebih lanjut akan makna kata. Padahal sebenarnya bukan. Aku sangat yakin bahwa kata “presiden” adalah kata asing ditelinganya. Boleh jadi, ini adalah untuk kali pertama ia mendengar.

“Saat bertanya, yaa…,  harus dijelaskan yang bener rraa… Walau mungkin  anak tak memahami, tapi jangan pernah berkata bohong. Sekali saja kita berbohong, anak akan memaknai bahwa kebohongan adalah kebenaran.” Kata kata itu seringkali keluar dari mulut istriku. Dan entah mengapa, sesering pula ucapan itu terlintas di benak. Terlebih lagi, saat hendak menjawab pertanyaan anakku.

“Sini nduk, duduk di pangkuan bapak. Kita lihat tipi sama sama.” Pintaku ternyata cukup mujarab untuk mengajak. Tak perlu hitungan menit berlalu,  kini anakku sudah duduk diatas singgasana.

“Itu lihat di tipi nduk…, itu adalah calon calon  pemimpin kita kelak.  Mereka kelak akan menjadi  kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Di pundaknya tergantung nasib kita dan duaratus juta lebih Rakyat Indonesia.”

Presiden adalah pemimpin. Jika sudah terpilih lewat mekanisme demokratis yang jujur, langsung, umum dan rahasia, maka  suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, rakyat harus berkhidmad.  Rakyat  harus patuh dan  ber”sami’na waathokna”.  Dengan catatan,  sang pemimpin tidak melanggar norma agama dan konstitusi.

Tugas seorang pemimpin adalah memberi pengharapan, bahwa dibawah kepemimpinannya ada masa depan yang lebih baik. Tugas seorang pemimpin adalah memberi kabar gembira. Tugas pemimpin adalah menentukan arah kemana kita melangkah untuk menggapai kejayaan.

Pemimpin tak ubahnya  seorang nahkoda kapal ditengah lautan luas. Saat kapal besar oleng. Saat kapal diterjang badai  di tengah samudera, maka seorang pemimpin harus berani  tampil kedepan. Menemui orang orang yang pesimistis akan keselamatan, untuk kemudian menenangkannya. Meyakinkan kepada seluruh penumpang  bahwa badai pasti segera berlalu.

Pemimpin harus mampu menjelaskan bahwa tak jauh lagi ada “pulau surga” tempat kapal berlabuh. Menghindar dari  amukan badai. Pemimpin harus mampu meredam gejolak orang orang yang menentang dengan cinta kasih. Pemimpin harus bisa memotivasi demi  sebuah  tujuan yang sama.

Kalau kita mau mencari contoh pemimpin ideal, mungkin bapak bisa mengemukakan  salah satu contoh. Beliau adalah Muhammad bin Abdullah. Bagi kita umat muslim, sosok ini dipercaya  sebagai seorang nabi. Yang diberikan wahyu langsung dari  Allah SWT.  Selain bertugas sebagai contoh sebaik baiknya manusia, beliau juga membawa kabar gembira. Akan hak hak kita sebagai pengikut  untuk  menghuni  surga kelak.

Ternyata, di kalangan musuh dan penentang setianya, nabi kita dikenal dengan sebutan “Al Amin”, yang berarti terpercaya. Ucapannya tak pernah bohong. Layak dipercaya untuk segala urusan.

Selain itu, nabi pun memiliki beberapa sifat, salah satunya adalah  siddiq yang berarti benar. Kebenaran  selalu ada pada beliau, baik dalam perilaku maupun bersikap. Tak sekalipun  ada kata yang terucap dari bibirnya selain kebenaran.

Kemudian,  seorang pemimpin harus amanah dan dapat dipercaya dalam segala hal. Seorang pemimpin pun harus mampu menyampaikan apa yang dicita citakan untuk masyarakat. Hal ini seringkali disebut dengan tabligh. Dan yang terakhir adalah fathanah. Yaitu kebijaksanaan dalam mengambil setiap keputusan. Baik dalam urusan yang berhubungan dengan pengikut maupun penentangnya.

“Nah, itulah  tugas pemimpin atau presiden yang bapak pahami nduk.., jika suatu saat kelak kamu di daulat menjadi seorang pemimpin,  ingat ingatlah itu. Jangan kamu lupakan. Jangan kamu lukai hati dan perasaan orang orang yang telah memilihmu. Camkan itu dalam hati, dan buktikan dalam setiap gerak langkahmu.”

Kata kataku masih saja tak terbendung. Sangat jelas terpampang di layar kaca,  bagaimana dua orang tim sukses masing masing capres saling mencaci dan menghardik.

Dan, akhirnya kuakhiri ocehanku saat kulihat anakku tertidur pulas di pangkuan. “Ah…, ternyata anak butuh kepercayaan, ketenangan dan sandaran masa depan.” Gumamku dalam hati.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ?
Pengiriman kargo murah ?
www.csmcargo.com

via twitter @csmcargo
Via fb @csm cargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Tugas Seorang Pemimpin (Untuk Prabowo dan Jokowi)

  1. jampang says:

    mau bercerita tentang kebaikan pemimpin eh… endingnya malah kurang menyenangkan ya mas

  2. katacamar says:

    mas lambang tetep milih khan?
    panduannya nurani dan akal sehat kita, saya kira. informasi hanya bahan-bahan untuk kita menimbang…🙂
    semoga ke depan indonesia makin lebih baik, mkamur dan setara di depan hukum

  3. Betul, Pak Lambang. Anak-anak masih kecil, jangan kotori hatinya dengan intrik-intrik politik yang kotor. Hanya bicara tentang kebaikan-kebaikan calon pemimpin itu lebih baik bagi anak-anak.

    Kalo sesama orang dewasa bicara fakta keburukan (bukan berita hoax) kandidat capres itu gak papa, agar tidak menyesal 5 tahun ke depan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s