Anak Membutuhkan Kehadiran Fisik Ibunya

Lamat lamat suara tangis kudengar. Semakin lama semakin keras. Tampaknya tak jauh dari tempatku berbaring saat ini.  Suara itu seolah menamparku, membuatku terjaga, sekaligus membawa mimpiku raib entah kemana.

Saat bola mataku tak tertutup kelopak lagi, yang kulihat adalah seorang anak yang sedang menangis disampingku. Dengan posisi duduk menatapku, dengan tangisan keras disertai isak dan derai  air mata membasahi pipi.

“Ibuk.., Ibuk.., Ibuk dimana..,” suara tangisnya meninggi,  tanpa jeda. Sepertiga malam terakhir yang biasanya senyap pun berubah. Mendengar suara yang tak asing itu, memandang wajah yang teramat sering kulihat itu, sontak membuat kantukku hilang.

“Ada apa nduk..?” tanyaku. Kucoba merengkuh tubuh mungilnya, namun ia menolak. Kucoba menggendongnya, namun ia memberontak. “Nggak mau…., nggak mau pak…, Kiky mau ibuk…” Begitu kata anakku berulang ualang.

“Kenapa nangis sih …?” kata istriku dari samping tempat tidur. Sambil  berjalan perlahan menghampiri. Pandangan kami yang awalnya bertatapan pun berubah haluan. Pandangan kami langsung tertuju pada si empunya suara lembut itu, ibunya anakku.

“Kenapa nangis sih ?” tanya istriku mengulangi. “Ibuk tidak kemana mana kok, ibu hanya bobok dibawah saja, tidak pergi,” kata istriku.

Suara lembut itu bak  mantra sihir.  Senyumnya mampu membendung  derai air mata. Pandangan mata kasihnya mampu menghentikan tangisan.  Kehadirannya menenangkan. Dan tentu saja, membuat kantukku  kembali datang.

Direngkuhnya Kiky, dipeluknya erat. Diciumnya dengan sepenuh perasaan cinta. Sambil menina bobokkan buah hati kami di gendongan, dari mulutnya mengalun bait bait syair merdu yang diambil dari kitab suci Al Qur’an.

Alunan merdu itu…, selain menenteramkan, juga  membuatku semakin ngantuk. Sebelum mataku terpejam, masih bisa kulihat samar2 anakku tertidur dalam pelukannya. Kedamaian menyelimuti aura sekujur tubuhnya.

***

Selain kebutuhan jasmani, kebutuhan rohani anak ternyata jauh lebih besar. Ketenangan jiwa, cinta kasih, perasaan aman serta  kedamaian adalah hal terpenting yang anak butuhkan.

Kebutuhan cinta terbesar itu ternyata hanya bisa diberikan oleh seorang ibu. Cinta yang sebenarnya, hanya bisa didapat dari kehadiran ibu di sampingnya.  Mungkin benar kata orang suci, bahwa cinta seorang ayah tak lebih dari  sepertiga cinta ibu pada anakanya.

Setiap saat, anak anak senantiasa membutuhkan kehadiran ibu di sampingnya. Bahkan disaat tidur pun, anak sangat mendamba kehadirannya.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ?
Pengiriman kargo murah ?
www.csmcargo.com

via twitter @csmcargo
Via fb @csm cargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Anak Membutuhkan Kehadiran Fisik Ibunya

  1. jampang says:

    anak yang nangis, terus dipeluk ibunya… bisa langsung tenang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s