Sekali lagi, Menulislah Kawan……………

Menulislah…, maka keajaiban akan menghampirimu.

Kata itu  bagaikan  deretan mantera penuh makna. Wajib diucap kapanpun dan dimanapun. Kala duka, terlebih lagi saat suka.  Entah mengapa, kuyakini bagai sebuah kebenaran mutlak. Oleh sebab itu, tak bosan rasanya mengulang ulang, mematrikannya dalam kalbu, mengikat erat  dalam rongga labirin otak paling dalam.

Tanpa sengaja, aku menuliskannya  dalam setiap media. Entah sudah berapa banyak  buku yang kububuhkan  mantra itu. Entah sudah berapa kali aku ketikkan  dalam lina masa di twitter. Aku pun tak ingat lagi, berapa banyak kata itu menghias blog blog pribadi tempatku berekspresi.

Kamu boleh mempercayai, bahkan aku sangat menganjurkannya. Ada jutaan pembuktian yang bisa aku kemukakan. Akan tetapi, jika kamu menolak, itu pun hakmu.

Orang suci yang paling aku ikuti kata katanya pernah berucap, “bagimu agamamu, bagiku agamaku.” Begitu juga prinsip hidup yang kuyakini, “bagiku itu prinsipku, bagimu itu prinsipmu. Tak ada sedikitpun   keinginan untuk memaksakan.

Dari pagi  langit mendung.  Hamparan biru tak tampak,  tertutup awan tebal yang siap menumpahkan titik demi titik air hujan.  Aku pun sama dengan yang lain, malas untuk segera bangun dari peraduan.

Hingga sebuah email masuk lewat ponsel pintar. Setelah membaca sekilas, pesan itu menghadirkan semangat dengan tiba tiba. Tubuhku seolah terinjeksi energi maha dahsyat untuk bangun, tegak berdiri, melangkah menghampiri  laptop  di lantai atas. Mataku berbinar seketika. Kaki pun terasa amat ringan untuk melangkah dan menapaki  anak tangga demi anak tangga. Hanya dalam hitungan menit, aku sudah duduk di depan laptop.

Sekali lagi aku baca email dari seseorang yang sama sekali tidak aku kenal. Beberapa link  dia  sertakan. Catatan orang yang mengaku bernama meilsi mansula ini  membawaku berkelana dari satu alenia ke alenia lain. Migrasi dari satu blog ke blog yang dimaksud.  Tak lama, aku pun  mulai tenggelam dalam lautan kata kata.

Memang benar, kata beberapa teman bahwa ngeblog adalah candu. Aku memang kecanduan menulis dan rakus  membaca.  Anak, istri dan semua keluarga besarku mengakui itu. Syukurlah, hingga saat ini mereka tidak keberatan. Bahkan, candu  candu baru pun sering dihadiahkan sebagai buah tangan. Dan istriku tak keberatan jika kutularkan  kecanduanku ini pada anakku.

Dan…, tulisan orang yang tak kukenal ini pun membawaku terbang, berkelana, menyusuri lorong waktu.  Mengikuti kisi  kisi otak sang penulis.

Bloger yang satu ini “think it simple“, seperti apa yang diakuinya sendiri. Aku mengamininya, setelah  blusukan tanpa ijin ke blognya. Terstimoninya  pada catatan pribadiku lah yang memberi asupan semangat pagi ini.

Aku sama sekali tak merasa besar kepala dengan sanjungan. Rangkaian   huruf demi huruf bak bunga ditaman. Aku tahu bahwa blognya sangat kaya  diksi. Rangkuman kata  begitu indah dan menghibur. Aku mencoba tetap fokus untuk  membaca dengan fikiran jernih yang terkontrol.

Yang memaksaku menuliskan disini bukanlah rangkuman dan testimoninya. Karena kata orang   bahwa “pujian itu menjerumuskan.”

Aku menuliskan disini  karena catatannya   membenarkan pendapatku. Meneguhkan kepercayaanku. Menjutifikasi tonggak yang kuanggap sebagai  kebenaran mutlak.

“Dengan menulis, keajaiban akan mendatangi kita.”

Keajaiban dalam blog itu bukanlah  satu satunya. Ini hanyalah satu dari sejuta keajaiban  lain. Yang tidak mungkin ditulis disini. Yang tak mungkin aku kompilasi, hanya untuk membuktikan. Karena, kata orang bijak bahwa “kebenaran tak perlu pembuktian.”

Sobat blogger yang baik, mari  kita berlomba  menuliskan narasi kehidupan kita masing masing. Percayalah, bahwa tidak ada tulisan buruk. Selalu ada sisi positif dari sebuah tulisan. Selama masih ada orang menulis, akan selalu ada orang  membaca. Selama tulisan kita mengalir mengisi hari demi hari, maka selama itu pula kelak kita kan dikenang.

Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Dan saat kita meninggal kelak, tulisan adalah satu satunya warisan terbaik buat anak anak kita, anak anak semua bangsa.

Menulislah kawan….

Menulislah hingga engkau muak. Menulislah hingga tanganmu berdarah darah. Berhentilah menulis saat kata kata itu habis untuk dituliskan.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ?
Butuh jasa kargo murah ?
www.csmcargo.com
Twitter : @csmcargo
Facebook : @csm cargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cargo and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Sekali lagi, Menulislah Kawan……………

  1. jampang says:

    dan blogger mati meninggalkan postingan😀

  2. hulssay says:

    manteb bener kaka..
    sampe berdarah-darah..🙂
    so inspiring..

    nitip ya kaka..🙂
    http://hulssay.com/2014/03/07/gothic-style/

  3. Jangan pernah berhenti menulis… itu yg selalu tertanam dalam pikiran ku..

  4. Senjata perang abad ini adalah tulisan.
    Mari tularkan budaya menulis yang baik dan bermanfaat agar kita hidup dalam peradaban yang baik.

  5. Aulia says:

    Dan semoga WP.com tidak tutup😀

  6. mastur songenep says:

    saya suka kata-2 bijak yg ada dibagian akhirnya itu

  7. Dyah Sujiati says:

    Saya tiap hari nulis dan sudah menghasilkan puluhan buku. Eummm buku multitafsir. Hahaha. Karena isinya catatan kegiatan, rencana kegiatan, laporan keuangan, catatan hutang, catatan nama, dan hal-hal lain yang tidak patut disebutkan:mrgreen:

  8. ogieurvil says:

    Mantap.. Nulis, nulis & nulis..!!!

  9. abi_gilang says:

    Ikutan nulis juga di kolom komentar ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s