Mainan Anak Murah Yang Merangsang Otak

Jalanan becek berlumpur hitam pekat. Sampah bermacam jenis berserakan, seolah berebut tempat dengan   dengan tapak  pejalan kaki. Sampah non organik berupa plastik dan sejenisnya berbaur beragam sampah organik. Bercampur, dari sisa sayuran, batok kelapa, hingga potongan kepala ikan lele.

Tak ada bau lembab tanah yang tersiram air hujan. Yang ada adalah bau sampah menyengat, bak bersenyawa dengan aroma keringat orang berjejal. Sinar mentari pagi yang biasanya menghangatkan, enggan masuk karena terhalang berpuluh payung dan terpal seadanya.

Itulah suasana pasar tradisional. Suatu tempat dimana aku sering menghabiskan waktu pagi bersama anak dan istri. Tempat yang sangat menyenangkan bagi kami. Namun bagi orang gedongan, atau orang yang merasa berkasta  “priyayi”, tentu enggan datang berkunjung. Mereka lebih suka ke pasar pasar modern yang ber AC dan harum.

“Ayo nduk, gendong bapak aja. Kita ke ujung gang sana. Bertemu dengan bibi penjual mainan. Bapak akan belikan kamu sebuah mainan yang sama dengan mainan bapak waktu kecil.” Kataku sambil mengangkat tubuh mungilnya. Dalam hitungan detik, anak perempuanku sudah mendekap erat. Tangannya melingkar erat di leher.

“Nah ini nduk…, bibi yang bapak maksud.” Kataku sambil menunjuk seorang perempuan berumur sekitar 60 tahunan yang berdiri tepat dihadapan kami. Ia  tersenyum. Memandangi tingkah kami berdua. Ducubitnya anak perempuanku dengan gemas. Mulutnya berucap, “hm…., ayune…, ayo nok pilih dolananane.”

Aku cium anakku yang terbengong. Tampaknya ia tak mengerti  maksud ucapan  perempuan di hadapannya. “Nduk, ketahuilah bahwa kakekmu dulu menamakan ini sebagai  mainan jet jetan.  Cobalah kamu bolak balik posisinya. Maka, gelembung balon yang ada di bawah akan naik. Dia akan berhenti di puncak. Jika kamu balik lagi, maka hal yang sama akan terjadi.”

Aku menceritakan bagaimana memainkannya, Sepertinya anakku sangat antusias dan memperhatikan. Namun aku tak mengerti, apa yang dipikirkannya.

Kelak, setelah aku sekolah setingkat SMA, barulah memahami  prinsip ilmu  fisika yang ada di mainan itu. Bahwa gelembung udara akan selalu naik ke atas.  Tekanan hidrostatis air semakin kebawah semakin besar. Sementara itu, massa jenis air  lebih besar dibanding massa jenis udara. Oleh sebab itu, dengan serta merta balon yang berisi udara akan naik ke atas. Jika dilihat,  maka proses naiknya balon di dalam air itu menyerupai jet. Mungkin itu yang dimaksud bapakku dulu.

Aku pandangi anakku yang tampak asik bermain. Sepertinya ia sangat  menyukai  mainan barunya. Bahkan, saat istriku  memanggil pun  tak dihiraukan.

“Sekali lagi nduk, itu adalah mainan bapakmu dulu saat seusiamu. Semoga dengan mainan sederhana seharga seribu rupiah itu kamu bisa belajar banyak. Bapak berharap, suatu saat kelak kamu mampu menjelaskannya dengan teori teori yang didapat di bangku sekolah.” Kataku dalam hati.

@lambangsarib
www.lambang.csmcargo.com

.

Butuh jasa cargo murah ?
Butuh pengiriman barang, kargo murah ? www.csmcargo.com
Via twitter : @csmcargo
Via facebook : @csm cargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Mainan Anak Murah Yang Merangsang Otak

  1. danirachmat says:

    Dulu juga seneng banget maen mainan itu Mas.😀

  2. lazione budy says:

    dulu saya juga suka jet-jetan, sekarang pun masih.
    itu mainan legenda.

  3. jampang says:

    😀
    mainan masa kecil dulu…. udah seneng banget meski cuma ngeliatin balom naik turun doank

  4. abi_gilang says:

    Dulu saya menyebutnya “roket air” memang menyenangkan melihat gelembung2 busa ketika mendorong “roket” ke atas persis seperti semburan ketika pesawat ulang-alik hendak lepas landas.

  5. Sang Bayang says:

    Hehehe.., kereeennn. Sudah lama saya tidak melihat mainan itu. Bahkan saat kembali ke kampung, sepertinya sudah tidak ada lagi.

    Apa kabar, Om..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s