Berinteraksi Dengan Anak

Hujan berderai, sangat lebat. Bagai air ducahkan begitu saja dari langit. Sudah lebih dari tiga jam lamanya hujan tiada henti.  Membuat malam semakin dingin. Bahkan binatang  malam pun seakan enggan keluar.

Aku sedang berdua dengan anakku. Rebahan  diatas karpet plastik warna pink dan biru, bergambar angry birds.  Memoleskan beraneka warna krayon diatas buku gambar.

“Pak hengpongnya bunyi,” ia katakan itu bersamaan dengan suara dering telepon yang terletak   diatas meja.  Dengan sigab dia berdiri, mengambil gadged dan menyerahkan padaku. “Nih pak, hangponnya,” serunya.

“Assalamualaikum…,” suara dari ujung sana terdengar agak berisik, mungkin karena hujan.  Setelah kubalas ucap salam, suara dialek pemalang itu terdengar lagi.  “Om ini Iing…, aku wis didepan stasiun. Pakai sepeda motor warna hitam. Tolong dijemput ya om…”

Kutaruh handphone diatas piano. Kemudian aku duduk kembali tepat disamping anakku yang masih menggambar. “Nduk,  yang telpon tadi  namanya Om Iin. Kamu tahu siapa  nduk ? Dia adalah anak  mbah Slamet, adik kakekmu yang nomer tujuh. Bapak mau jemput dulu ya ?”

“Iya pak,” tegas anakku. Matanya tetap fokus pada buku gambar dilantai, sedikitpun tak berusaha menoleh atau  mengalihkan pandangan.

*

“Assalamualaikum…., nduk ini loh Om Iim yang bapak jemput tadi.  Main kerumah kita  berdua dengan temannya.  Ayo salim dulu sama om.” Pintaku pada  anakku.

Kali ini anakku langsung meletakkan krayon yang ditangan. Meninggalkan lukisan yang belum rampung. Berdiri,  kemudian  berlari,  menubrukkan tubuh mungilnya padaku. “Buk…, ada om buk…. ada om….” teriaknya berkali kali.

“Kiky, Ayo ikut om yo…” Digendongnya anakku sesaat  setelah prosesi cium tangan.  Nampaknya  ia sangat  bahagia ada saudara dari kampung datang.

Setelah turun dari gendongan, mulailah anakku mencari perhatian. Dikeluarkan seluruh mainan kesukaannya, dan mengajak om nya bermain. Sepeda roda tiga pun dikendarai, hilir mudik memamerkan kepiawaiannya. Bahkan, piano di sudut ruangan pun dipencet pencer. Terdengar nada “twingkle twingkel little  star” mengalun. Walau fals dan ketukannya salah, namun bagi kami itu adalah kebahagiaan.

Selesai dengan semua mainannya. Kucoba mengalihkan perhatiannya pada hal lain. “Nduk…, itu di tembok gambar apa ? Coba om diceritain.” Mendengar pertanyaanku, mulailah ia menceritakan satu persatu gambar oret oretan yang pernah dibuatnya. Ada ikan, ada lumba lumba, ada harimau, ada bapak, ada ibu, dan entah apa lagi. Aku mencoba menggalinya dengan bertanya. Anakku mencoba menceritakan seluruh oret oretan di tembok yang mirip benang ruwet.

Aku teringat kata seorang ahli parenting. Untuk membuat anak kreatif dan mau berfikir, orang tua harus sering sering mengajaknya berbicara. Berinteraksi dan bertanya memancing imajinasi adalah salah satu cara yang lain.

“Nduk…, bapak dan ibu akan bahagia jika kamu bahagia. Semoga kehadiran om mu kerumah, menambah keceriaanmu. Selain pada kami, belajarlah pada saudaramu ini. Karena, bapak yakin bahwa  ia membawa ajaran luhur dan kearifan lokal dari kampung,” kataku dalam hati.

Dalam diamnya anakku, aku berfikir, “nduk, semoga kamu mengerti,”

@lambangsarib
www.lambang.csmcargo,com

.

Butuh jasa cargo murah ?
www.csmcargo.com
twitter : @csmcargo
Facebook : @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Berinteraksi Dengan Anak

  1. danirachmat says:

    kadang susah sih Mas ya untuk merangsang kreativitas anak secara terus menerus dan memang, semoga Kiky bisa banyak belajar dari si Om.

  2. Titik Asa says:

    Saya setuju dgn kalimat diatas yg menyatakan bahwa sbg orang tua kita mesti banyak mengajak berbicara kpd anak.
    Konon, sekarang itu, hal tadi hal yg mudah diucapkan. Mengingat kesibukan orang tua yg sering malam baru sampai rumah dan bertemu anak. Atau adanya hal lain yg menjadi semacam godaan yg membuat malas untuk berbicara kpd anak. Salah satunya pesawat tv.

    Salam dari jauh Mas,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s