Pasar Adalah Tempat Ideal Mengajarkan Kehidupan Pada Anak

Pagi tadi aku ke pasar tradisional bersama anakku.  Membeli ikan  lele, tepung  terigu, pisang goreng  coklat dan onde onde. Berdua mengendarai sepeda motor, menyusuri jalanan kompleks,  Tak butuh waktu lama untuk sampai tujuan, karena memang jaraknya tidak terlalu jauh.

Belanja di pasar tradisional adalah salah satu kegemaranku semenjak lama. Pasar adalah tempat yang wajib dikunjungi sesering mungkin.  Dalam seminggu, kami bisa dua sampai tiga kali menghabiskan waktu bersama disitu. Walau kadang hanya untuk sekedar minum teh dan makan bubuk kacang hijau.

Dalam kehidupan, entah mengapa aku lebih bangga mengajak anakku mengunjungi pasar tradisional dibanding mall atau super market. Bagiku, anak harus dikenalkan pasar sedini mungkin. Karena disitulah guru dan kearifan  kehidupan yang sebenarnya bermuara.

Setiap  orang boleh memiliki perbedaan prinsip. Bagiku itu  tidak masalah dan tak  mungkin diperdebatkan. Rambut  boleh sama hitam, namun isi otak boleh jadi berlainan. Mata boleh sama sama dua biji, namun  kesimpulan yang didapat bisa jadi berseberangan, tergantung sudut pandang yang digunakan,

Bagiku pasar tradisional lebih menarik. Disana kita bisa  belajar kehidupan dari bermacam macam  orang. Disitulah berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat. Dari lapisan terbawah hingga lapisan paling atas strata kehidupan.

Di pasar aku mengenalkan anak pada kehidupan nyata. Memperkenalkan pada pergaulan yang lebih luas. Pada  segala lapisan masyarakat.  Saat berjumpa  seorang pengemis,  aku jelaskan  apa yang  pengemis lakukan. Paling tidak menurut sudut pandangku. Aku tidak mau suatu saat  anakku “menjustifikasi” sesutu yang dilihatnya dengan sudut pandang orang lain. Lalu mengajarkan bagaimana selayaknya sikap kita.  Mencontohkan cara berkomunikasi yang baik dan benar dengan sorang pengemis  perlu diajarkan.

Saat datang atau hendak pulang, kami  berjumpa dengan petugas parkir. Itulah momen terbaik untuk memberikan pemahaman yang sebenarnya pada anak berkenaan dengan mereka. Kelebihan dan kekurangan mereka harus dijelaskan. Dengan bahasa yang bisa dimengerti. Anak akan melihat dan menirukan bagaimana seharusnya  orang tua  berkomunikasi dengan seorang “preman”.

Hal terpenting adalah mengajarkan anak bertransaksi. Memberikan pemahaman pada anak akan makna uang. Tawar menawar barang dagangan, hukum dasar ekonomi  permintaan dan penawaran, serta logika  bisnis dengan mudah diajarkan pada anak anak di pasar. Saat berinteraksi dengan  pedangang.

Pedagang adalah penghuni   level tertinggi piramida kehidupan. Kelompok ini adalah penggerak roda ekonomi. Anak anak harus belajar berkomunikasi dengan  mereka. Belajar berwirausaha, belajar mandiri. Meneladani kegigihan  pedagang dalam mempertahankan bisnis yang digeluti.

@lambangsarib
www.lambang.csmcargo,com

.

Butuh Jasa Cargo Murah ?
www.csmcargo,com
Twitter @csmcargo
Facebook @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Pasar Adalah Tempat Ideal Mengajarkan Kehidupan Pada Anak

  1. Ceritaeka says:

    Aku setuju, Mas. AKu juga banyak belajar dari interaksi mamaku di pasar sama orang-orang dan belajar mengamati ragam orang🙂

  2. Anak bisa belajar dan praktek langsung di sentra bisnis rakyat ya, pak.

  3. Saya juga suka kepasar om, kalo dulu sih karena banyak jajanan pasar, tapi kalo sekarang lebih ke belanja buat masak sehari-hari😀

  4. ayanapunya says:

    Saya jarang banget ke pasar euy

  5. jeffri says:

    bahkan sampai sekarangpun, jika diminta ibu mengantar ke pasar saya selalu memilih ikut blusukan kedalam ketimbang menunggu di warung atau tempat parkiran🙂

  6. naniknara says:

    Satu lagi menurut saya. Mengajari anak untuk antri. kalau bakulnya lagi dikerubuti pembeli ya harus antri dulu kalau pengen ikut beli, jangan main serobot aja minta didahulukan

  7. abi_gilang says:

    Beruntungnya Kiky belajar dari “guru kehidupannya”🙂 apalagi sambil makan bubur kacang ijo:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s