Over Protektif, Memberangus Kreativitas Anak

“Nduk…, sini duduk disamping bapak. Mau dibacain kisah Bona tidak  ?”

“Mau pak, mau…” jawabnya. Kemudian ia melanjutkan, “Bona, gajah kecil belalainya paaanjaaaang….” Mendengar celotehannya, aku tersenyum dan segera membuka majalah bobo yang sudah ditangan. “Nih nduk, gambar Bonanya. Gajahnya berbelalai panjang, berwarna pink, sama dengan warna bajumu.”

Aku raih segelas teh manis yang terhidang diatas meja, meminumnya seteguk, untuk selanjutnya siap membacakan. Sebelum cerita bergambar itu sempat kubaca, anakku beranjak dari bangku. Berjalan menuju tiang jemuran yang jaraknya sekitar 5 meter dari tempat kami duduk.

Aku terdiam, moodku membaca tiba tiba hilang, seolah pergi, terbang tinggi entah kemana. Tak ada lagi keinginanku untuk  mambacakan kisah yang melegenda itu.

Kuarahkan pandangan  pada anak. Ia tengah berusaha memanjat tiang jemuran. Berulang kali dicoba dan selalu gagal.  “Luar biasa anakku, ia tak menyerah walau  gagal terus. Dimananpun anak, pasti sama,  tak akan menyerah hingga berhasil  adalah karakter bawaan dari lahir.  Aku tak boleh mematikan semangatnya !” pikirku dalam hati.

Sengaja aku mendiamkan. Tak melarang apalagi memarahi. Sekedar membantu pun tak kulakukan.  Ia harus berusaha sendiri dari apa yang dimau. Yang kuperbuat hanyalah  mendekati tiang jemuran diamana ia berusaha  memanjat.  Hanya untuk  berjaga jaga jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan.

Labirin di rongga rongga  otakku sedikit demi sedikit terbuka. Pintu rahasia penghubung  antar ruang terkoneksi. Menyajikan   memori  lama yang  membeku. Samar kuingat kejadian masa lampau. Melewati lorong waktu, berkelana menuju  saat aku masih duduk di bangku kelas 4 SD.

“Ayo medhun….! ojo penekan pelem…! Mbah ora eman karo peleme le…, embah eman karo nanang nek tibo. Opo meneh ning wit pelem kui akeh ulane,” Kata kakekku  dari bawah pohon. Ia berdiri mematung, menungguiku turun,  dengan mimik kurang bersahabat. Sorot matanya setajam sorot mata kucing kembang telon, yang hanya dengan ketajaman sorot mata mampu menjatuhkan tikus dari atap rumah.

Perkataan   kakek  bagai pisau belati yang menghunjam ulu hati. Meninggalkan duka yang  membekas. Melukai semangatku.  Keceriaanku seolah direnggut paksa. Kuraskan bahwa kakek tak sayang lagi. Kebahagiaan  bermain  seolah di amputasi. Diberangus dengan kejam.

Sekarang, setelah memiliki anak,  barulah  aku paham. Bahwa kakek marah  justru karena sangat sayang. Sangat protektif terhadap aku, cucu kesayangannya.  Ia sangat mengkhawatirkan  keselamatanku. Ia takut aku jatuh dan celaka.

“Matur nuwun mbah…, sudah merawat, mengasuh dan menyayangi aku apa adanya. Maafkan aku, jika dulu bandel dan tidak mampu membuatmu bangga. Kini, aku hanya bisa berdo’a, semoga Tuhan ridlo engkau memasuki pintu syurganya.”

Perasaan orang tua memang begitu. Kecintaan pada anak kadang  berlebihan, namun itulah adanya. Ketakutan  yang berlebihan seringkali menjebak orang tua pada sikap over protektif dan  mengamputasi kreativitas anak itu sendiri.

“Mbah…, Aku menyayangimu. Namun  tak mau mengulangi kesalahanmu, terlebih  pada anak kesayanganku.” Tekadku dalam hati.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com

twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Over Protektif, Memberangus Kreativitas Anak

  1. Labirin di rongga rongga otakku sedikit demi sedikit terbuka. Pintu rahasia penghubung antar ruang terkoneksi. Menyajikan memori lama yang membeku. Samar kuingat kejadian masa lampau. Melewati lorong waktu, berkelana menuju saat aku masih duduk di bangku kelas 4 SD.

    Keren banget diksinya, pak.

  2. ya.. bener banget.. kadang-kadang overprotective malah membuat perkembangan anak menjadi kurang maksimal ya.. thanks ya sudah share dan mengingatkan kembali..

  3. jampang says:

    kala apa-apa nggak boleh, si anak nanti malah nggak mandiri dan berani ambi keputusan sendiri kali yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s