Bermain Air Di Malam Buta, Nakalkah Anak Kita ?

Suara gemericik air sayup terdengar. Suara itu perlahan  semakin berisik. Menyeruak masuk kedalam kamar yang tenang. Membangunkanku yang sedang terlelap. Merusak mimpi mimpi indah di pertengahan malam. “Siapa sih main air malam malam begini ?” tanyaku dalam hati.

Kubuka mataku yang berat. Kulirik ke kanan, dan  kudapati istriku masih tertidur pulas, tepat disampingku. Berbalutkan selimut warna pink motif bunga. Tampaknya suara dari gemericik air di kamar mandi tak mampu menghentikan dengkunya.

“Siapakah yang dikamar madi ?” tanyaku dalam hati,  untuk  kali kedua. Semuanya  tanpa jawaban. Dalam kemalasan dan kantuk yang sangat, aku paksakan diri untuk beranjak. Berjalan perlahan, terhuyung keluar kamar. Menuju kamar mandi utama, tempat suara itu berasal.

Saat  membuka pintu kamar, aku tertegun sejenak. Kulihat lampu kamar mandi menyala, sangat terang. Padahal, kebiasaan di keluarga kami adalah mematikan seluruh lampu yang tidak  digunakan sebelum ke peraduan. Kebiasaan  sudah berjalan lama. Bukan saja untuk menghemat  biaya tagihan listrik. Akan tetapi, itu mengikuti anjuran  nabi suci  bergelar “Al Amin” yang sangat kami  agungkan.

“Pasti seseorang yang dialam kamar mandi itu yang menyalakan” kesimpulanku melintas begitu saja.

Perlahan kudekati kamar mandi. Hanya beberapa langkah saja jauhnya.  Tepat disamping  pintu,  kulongokkan kepalaku. Kudapati anakku sedang bermain air.

Spontan darahku mendidih. Ingin marah ! Ingin  berteriak !  Ingin rasanya menyeret anak berumur 3 tahun itu keluar dari kamar mandi dan mengomilnya. Dasar anak nakal…! Malam malam begini bermain air …!

Untunglah, kata kata itu tidak sempat terucap. Hanya bergemuruh di dada. Aku teringat kata kata orang suci, “Kemenangan yang sebenarnya bagi  manusia adalah saat mampu melawan atau meredam hawa nafsu.”  Kali ini aku menang, karena  mampu mengontrol  emosi  yang hampir saja meletup. Butuh energi luar biasa besar untuk menahan nafsu amarah itu.

Kutarik nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Beberapa kali itu kulakukan. Hingga, emosi yang memuncak itu benar benar lenyap, pergi entah kemana.

Dalam ketenangan, kuamati setiap gerak gerik anakku. Tangan kanan mungil itu  menyemprotkan air dari selang berwarna hijau. Tersambung pada  keran  air  untuk mengambil air wudlu. Sementara di tangan kirinya memegang sikat plastik.

Dalam posisi jongkok membelakangi pintu, sepertinya anakku tengah menggosok  lantai kamar mandi. Celananya basah kuyub. Buih putih dari sabun memenuhi hampir seluruh lantai kamar mandi . Posisinya membelakangi pintu, sehingga ia tak tahu bahwa aku tengah memperhatikannya.

Ia kaget, hingga sikat di tangan kanannya terlepas. Bersamaan dengan pertanyaanku,  “sedang apa nduk, malam malam begini main air ?’

Setelah menoleh dan melihatku, ia tersenyum dan menjawab, “Kiky sedang cuci cuci pak…”

Aku tertegun, tak mampu berkata kata saat mendengar jawabannya.

*

Sobat anak, saat kamu temui kejadian seperti ini.  Apakah yang mesti kita perbuat ?

Marah pada anak kita, karena malam malam bermain air. Menghardik, dan menghukumnya ? Karena  apa yang telah diperbuatnya sangat  berpotensi membuat sang anak jatuh sakit.

Ataukah kita berbangga ? Karena ternyata anak kita melakukan sesuatu yang dimaknai sebagai “moment of truth.” Karena sebenarnya ia sedang menirukan apa yang telah kita perbuat setiap hari.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo,com

via twitter : @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Bermain Air Di Malam Buta, Nakalkah Anak Kita ?

  1. “ternyata anak kita melakukan sesuatu yang dimaknai sebagai “moment of truth.” Karena sebenarnya ia sedang menirukan apa yang telah kita perbuat setiap hari.” ==> Nah, ini lebih tepat, pak.

  2. metamocca says:

    Ngebayangin jadi Om trus liat Dede sm Keke main air malem2. pasti kata pertama yg spontan keluar “Yaaaa amppuuunnnn….”😦

  3. jampang says:

    saya seh nggak bakalan marah. mungkin menemaninya, tapi jangan berlama2. selanjutnya ngajak ngomong… kalau mau bersihin kamar mandi sebaiknya siang hari…🙂

  4. nengwie says:

    Kalau saya malah kaget dan justru khawatir, krn anak usia 3 thn seharusnya lelap tidur. Saya akan cepat2 mengendong dan mengganti semua yg basah, sambil pelan2 bertanya mengapa bangun malam? Kalau blm dikawab, biarkan saja. Lalu peluk dia selama dia blm terlelap.
    Yg pasti saya ngga bakalan bisa merem lagi, krn banyak pertanyaan dibenak saya ^_^
    Besok pagi baru tanya lagi knp.

  5. Anak selalu menirukan apa yang dilakukan orang tuanya ya om,berarti om sarib rajin nyikat kamar mandi yaaa, wahhhh rajinnya😀😆 *ditoyor om sarib

  6. Dyah Sujiati says:

    Kayaknya pak Sarib ni suka promo dengkuran bu Sarib *upz salah fokus:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s