Lamunanku

Sore yang sejuk. Angin basah behembus perlahan,  orang menyebutnya sepoi sepoi, membawa berita kedamaian. Awan tebal tampak menggantung dilangit, menunggu hitungan mundur untuk jatuh. Sayup sayup terdengar beberapa kali suara  petir, menyambar bersahutan.

Anakku menggeser posisi duduknya, mendekatkan kearahku. Hingga, tiada jeda diantara kita. Mungkin karena  kedinginan, atau mungkin pula takut suara gemuruh dikejauhan. Aku hanya mampu berharap agar  ia tak takut akan gejala alam akibat  lompatan ion ion di atmosfir tersebut.

“Jangan takut ya nduk,  suara suara itu  hanyalah  tanda bahwa hujan segera turun,” kataku. Sambil mendekap tubuhnya yang mungil. Kucium dan  kubelai rambut hitamnya. “Rambutmu, mirip sekali dengan rambut ibumu nduk.”

Anakku diam saja. Tak menjawab, tak bereaksi apapun. Duduk berdua dengan anak,  seolah membawa sukma berkelana. Bercengkerama  dalam  suasana hening penuh kehangatan.

Beberapa potong tempe goreng hangat sudah disantapnya. Tampak sebuah di tangan kanannya siap dilahap. Sungguh, sebuah kebahagiaan bagi seorang bapak melihat buah hatinya sedang makan.

“Bapak, kenapa lama tidak menulis ?” pertanyaan itu  memecah kesunyian. Sambil menghela nafas panjang, kutatap wajah ayunya.  Sesaat kemudian aku menjawab, “maaf ya nduk, beberapa minggu ini bapak sangat sibuk. Kerjaan bapak amat banyak, menumpuk dan itu  menyita waktu.”

“Kalau bapak berhenti menulis, kelak kalau Kiky sudah besar, tidak bisa membaca tulisan tulisan bapak lagi  doong… ?! Bapak kan berjanji menulis setiap hari ? Mengabadikan  momen momen  terindah dalam kehidupan Kiky, bapak dan ibu.” Pertanyaan keduanya ini seolah menyudutkanku. “Iya nduk, maaf yah…”

“Pak…, bolehkah Kiky sedikit  bercerita ?” Dengan cepat pertanyaannya aku jawab, “Iya nduk, silahkan, Bapak dengan senang hati akan mendengarkan setiap kata yang kau ucap,”

“Ini cerita tadi pagi di kelas pak. Bu Guru Nunik,  bertanya pada teman teman, apa kado yang diberikan orang tuanya saat ulang tahun.  Jawaban teman teman beragam, ada yang menjawab baju, sepatu dan tas. Bahkan Syifa mengatakan kalau kado ulang tahunnya adalah jalan jalan ke Bali.”

“Hm…., maaf ya nduk, bapak belum pernah mengajakmu berlibur ke Bali seperti Syifa.”

Anakku melanjutkan kisahnya.  “Kemudian  bu guru bertanya tentang kado ulang tahun pada  kiky.  Kiky  menjawab, bahwa kado yang diberikan bapak tidak ada yang menjual. Tak akan diketemukan di toko maupun super market.  Bahkan, tidak ada duanya di dunia, kado itu  dibuat  bapak, khusus buat  Kiky. Yaitu semacam buku diary,  yang berisi momen momen terindah dalam keseharian.”

“Kiky senang dengan kado itu ?” tanyaku.

“Senaaang pak. Kiky suka sekali. Bahkan kiky sangat bangga dan memamerkan itu ke taman teman.  Tak ada satupun  yang lebih bagus dari kado dari bapak. Terimakasih ya pak” Anakku mengakhiri ceritanya. Beranjak dan  mencium pipiku.

Ada perasaan bangga, ada perasan sukses sebagai ayah. Menjalar melalui setiap pori pori darah yang mengalir.

“Ada apa senyum senyum sendiri pak ?” Pertanyaan istriku bagai kilat yang menyambar. Membangunkanku dari lamunan.

Ah…, ternyata aku sedang melamun. Disamping anakku yang masih asik menikmati tempe gorang buatan ibunya.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com

via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Lamunanku

  1. jampang says:

    saya sudah membuat tulisan tentang kebersamaan saya dengan anak lelaki saya…. ada yg bentuknya celotehan, catatan akhir perkan, dan surat.

    karena sekarang kami tidak selalu bisa bertemua, saya berharap kelak catatan tersebut dibaca oleh anak lelaki saya itu

  2. tinsyam says:

    jadi pengen goreng tempe..

  3. punyaliana says:

    dear,,, diary…. (duo maya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s