Kicauan Mas @bukik Memaksaku Merenung Tuk Segera Menulis

Pagi ini sebuah kicauan di twitter menohok perasaanku. Entah mengapa, saat membaca, tiba tiba tulisan itu bagai palu godam besar yang menghantam. Bukan hanya sekali, namun berkali kali.

Hantaman demi hantaman memaksaku untuk merenung, berintropeksi dan kemudian menulis. Walau mungkin itu hanya satu dua baris kata.

Setelah direnungkan beberapa saat, ternyata benar adanya.  Bahwa kita sangat minim karya, terlebih lagi dalam tulis menulis.

Saya teringat  tulisan Pramoedya Ananta Toer dalam Roman Anak Semua Bangsa. Ia mengatakan dalam diri seorang  tokoh Jean Marais, “Aku lebih puas dapat memasukkan motif motif jepara itu dalam perabot perabot ciptaanku. Setidak tidaknya aku masih dapat mengabadikan karya keindahan bangsamu untuk tidak dilupakan orang”.

Dalam roman tersebut, tokoh ini bukanlah orang Indonesia asli. Ia hanya seorang sinyo, yaitu peranakan jawa dengan eropa. Coba kita renungkan, sosok ini sangat   nasionalis dan teramat bangga memiliki sedikit darah Indonesia.

Lalu…,  sebait wejangan untuk Minke.

“Bangsa Eropa telah mengenal watak dan kemampuan pribumi Hindia. Datanglah ke Netherland, Minke, kau akan takjub melihat terhimpunnya bukti laku dan pikiran leluhurmu sendiri, sejak yang dipahatkan pada batu samapai yang diguritkan pada lontar. Dan semua satu pun tidak diselamatkan oleh pewaris pewarisnya sendiri, bangsamu, tapi Eropa, Minke, Eropa”.

Sobat…, mungkin kedua alenia tersebut bisa sedikit memberi  gambaran pada kita, mengapa Indonesia yang kita cintai ini bisa dijajah hingga 3,5 abad lamanya.

Ayo…, mulailah menulis. Menulislah terus, tentang negeri ini. Tentang kekayaan warisan leluhur. Tentang apa saja  yang kita suka.

Yakinlah, bahwa tulisanmu akan tetap hidup. Melebihi umur yang telah digariskan. Dan kelak, tulisanmu kan menjadi saksi sejarah. Bukti bahwa kita telah berbuat sesuatu pada negeri ini, walau sedikit.

Wassalam

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in inspirasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Kicauan Mas @bukik Memaksaku Merenung Tuk Segera Menulis

  1. saya bisanya nulis tentang travelling di Indonesia Pak
    soal budaya dan lainnya masih Nol. =_=

  2. Bukik says:

    Iya mas, saya kan lagi nyari sumber buat belajar anak. Ternyata susah juga mencari sumber yang relatif lengkap mengenai beragam topik. Sejauh ini yang lengkap itu menulis dan fotografi. Sementara, berkebun dan menari belum dapat😀

  3. mhilal says:

    Terima kasih atas keteguhannya mengingatkan para pembaca pean, mas. Hal macam beginian harus ada yg selalu mengingatkan….🙂

  4. Mungkin tukang kebun dan para penari sibuk jadi tidak sempat menulis😀 .
    Pak Bukik benar sekali, saya kadang pusing cari referensi bhs Indonesia buat berkebun jarang nemu, ujung2nya jadi belajar ke blog bhs lain, pdhl klo ada bhs Indonesia kan enak cepat ngerti😉 .

  5. tinsyam says:

    ada kog blog tentang berkebun [bukan kontak tapi pernah baca], juga blog tentang menari yang punya mbak silvy, pun blog tentang indonesia..
    kalu blog tentang indonesia punya mas nono tuh..

  6. ayanapunya says:

    Saya blognya masih ttg pengalaman sehari-hari..

  7. abi_gilang says:

    Sejujurnya akang juga ikut merenung Pak, terima kasih !

  8. Ceritaeka says:

    Jadi ikut merenung. Ah kangan menari lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s