Mobil Angkot

“Sini nduk, duduk sini, bapak pangku. Lihat nih, temani bapak  baca baca berita.” Kataku.

Sepertinya anakku mengerti, entah beneran atau itu  hanya ilusi. Kuangkat tubuhnya yang semakin berat, mungkin kini  hampir 15 kg. Mendudukannya di pangkuan. Melingkarkan  tangan kiriku di perutnya, perlahan, penuh kehangatan.  Detak jantungnya bisa kurasakan, seirama dalam setiap hembusan.

Kutempelkan jari telunjukku pada layar monitor yang terletak di atas meja, tepat dihadapan kami. “Lihat ini nduk, ini gambar  mobilnya bagus ya…? Bagus ya nduk ?”

“Itu mobil angkot namanya nduk, mobil yang sering dikendarai bibik kalau pergi ke pasar. Bagus ya nduk ?” kataku.

Sepertinya anakku antusias memperhatikan. Beberapa detik kemudian  jari telunjuk tangan kanannya pun menunjuk pada gambar yang aku maksud. “iya pak bagus…, itu mobilnya om pak…”

“Oh iya …, kamu benar nduk. Itu mobilnya om Pendi, bapaknya Imam sahabatmu. Mobil itu namanya angkot. Bagus ya…”Kataku, dibalas dengan anggukannya.

“Pak bapak…, Kiky mau naik mobil angkot pak.”

“Boleh nduk, sama siapa ?” tanyaku.

“Sama bapak, sama ibu, sama tante, sama embah, sama bibik,” jawabnya tanpa ragu.

*

“Nduk, maafkan bapak karena belum mampu merangkai  kata kata yang tepat untuk menjelaskan kepadamu. Tentang pejabat negeri yang lebih mementingkan mobil murah dibandingkan angkutan masal murah. Tentang pemimpin kita, lebih  memilih kebijakan yang mengajarkan rakyat  konsumtif (baca : membeli mobil murah) dibanding kebijakan berorientasi  investasi (baca : pendidikan).”

“Harapan bapak, semoga kelak kau memahami bahwa pendidikan itu investasi terbaik suatu negeri untuk setiap generasi.”

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Mobil Angkot

  1. arip says:

    Tolak mobil murah, restori transportasi angkutan massalnya. Hidup #angkotDay!

  2. ayanapunya says:

    di kota saya juga angkot sepi, mas. orang lebih milih naik motor sebab lebih gampang kemana-mana

  3. Ryan says:

    Memang mas. Gubernur menolak. DPR or Presiden bertindak. Bingung…
    Harusnya ada juga kebijakan soal pejabat tidak boleh menggunakan fasilitas sirene untuk perjalanan ke mana pun. Biar merasakan padatnya jalan.

  4. abi_gilang says:

    Siap-siap untuk berangkat kerja lebih pagi lagi setiap hari karena jakarta dan sekitarnya pasti akan lebih macet😆

  5. tinsyam says:

    tadi dong naik angkot dari sudirman ke pejaten.. ketemu 3 pengamen..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s