Kecelakaan Maut Anak Berumur 13 Tahun

Siang ini publik dihebohkan oleh pemberitaan tentang kecelakaan lalu lintas. Tabrakan maut itu paling tidak menelan korban 6 orang tewas seketika. Selain banyaknya jumlah korban, ternyata kehebohan tidak hanya berhenti di situ.

Kecelakaan terjadi pada  Km 6 jalan tol Jagorawi. Melibatkan seorang bocah berusia 13 tahun,  bernama Dul, anak seorang musisi papan atas negeri ini,  Ahmad Dani.

Menurut pihak kepolisian,  pelanggaran yang dilakukannya paling tidak mengandung tiga unsur pelanggaran. Pertama, karena belum cukup umur  untuk mengendarai kendaraan bermotor. Kerdua, kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Dan yang ketiga adalah  yang bersangkutan tidak memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi).

***

Sahabat Anak,

Saya tidak ingin membicarakan kecelakaan tersebut lebih jauh. Saya pun tidak bermaksud  untuk beropini. Biarlah masalah hukum, diselesaiakan secara hukum.

Ada beberapa hal yang saya kira tepat untuk dituliskan disini. Sebagai renungan bersama serta  sarana intropeksi kita sebagai orang tua.

  1. Orang tua yang membiarkan anak  dibawah umur  mengendarai kendaraan bermotor. Itu artinya, orang tua mengajari anak untuk tidak taat peraturan. Dengan sengaja  melegalkan aturan yang disepakati bersama, dan berlaku secara kolektif.
  2. Sebaiknya orang tua sadar, bahwa jika  anak “mengendarai” kendaraan bermotor sebelum masanya, itu bukanlah hal yang layak dibanggakan. Itu bukan prestasi. Bahkan seharusnya dihindari, karena berpotensi mencelakakangan orang lain.
  3. Membiarkan anak menggunakan kendaraan bermotor saat usianya belum cukup,  akan  mereka maknai sebagai kebenaran. Anak anak tak kan merasa  sedikitpun  bersalah, karena pembiaran itu dimaknai sebagai kewajaran.
  4. Mungkin juga  anak anak yang  gemar bermotor saat usianya belum genap adalah salah satu cara mereka  untuk menarik perhatian kedua orang tua. Oleh sebab itu, lebih baik  manjakan anak dengan cinta dan kasih sayang. Bukan memanjakan dengan materi dan harta  benda.
  5. Orang tua harus selalu ingat bahwa, tidak ada anak nakal. Tidak ada anak bodoh. Tidak ada anak bandel. Yang ada adalah orang tua yang lalai akan kewajibannya memberi tauladan yang baik.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo,com via twitter @csmcargo

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in intermezo and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Kecelakaan Maut Anak Berumur 13 Tahun

  1. peta says:

    Stuju ama poin2 diatas pak..
    Ktanya tdk bs djerat hukum krn dibawah umur. scara islam jk anak sudah akil baliq, maka dy bs dikenai pertanggungjawaban ddpan hukum.

  2. nyonyasepatu says:

    disni aku sering banget liat anak kecil, masih SD malah bawa motor atau mobil😦 trus pas di sby kemaren, kan rumah aku deket smpn 12 mas, yang bawa motor anak2 kecil itu banyak banget.

  3. katacamar says:

    setuju banget tidak ada prestasi untuk pelanggaran, walaupun terlihat gagah atau keren

  4. abi_gilang says:

    Mau minta oleh-oleh seminar nih, ternyata lagi ngebahas kecelakaan🙂 Pelajaran yang begitu mahal untuk orang tua

  5. mamayara says:

    Menurut saya hukum kita memang terlalu longgar, Pak… tidak ada sanksi yang bikin efek jera…

    Disini juga banyak anak-anak bawah umur yang berkendaraan motor/mobil..dan anak saya sering protes juga temannnya udah diijinin bawa motor dan ja\waban saya cuma ” Ortunya nggak sayang sama anaknya, tapi ,mama sayang anak mama… BELUM SAATNYA. !”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s