Berdua Di Sepertiga Malam Terakhir

Pukul tiga dinihari. Sangat sepi. Seolah tiada suara kehidupan. Kecuali sesekali suara berisik binatang malam di belakang rumah. Kesunyian sepertiga  malam terakhir, membuat suara  dengung nyamuk pun  terdengar jelas.

Aku masih terjaga. Entah mengapa, mata ini  teramat susah untuk dipejamkan. Padahal, tubuh lelah ini sudah beberapa saat lamanya direbahkan.

Anakku tiba tiba terbangun, entah karena apa. Mungkin karena gigitan nyamuk, atau mungkin juga karena mimpi. Aku tak tahu.

Dalam kegelapan kamar, aku tahu ia sudah duduk tepat disamping ibunya.  Sesaat kemudian ia  mulai merengek. “Buk gendong…,” katanya berulang ulang, sangat lirih. Mungkin karena capek, istriku tidak merespon, mesti rengekan itu sudah beberapa kali kudengar.

Perlahan, aku bangun dari pembaringan. Kudekati anakku dan berkata, “nduk, jangan bangunin ibu, ibu bobok, kasihan. Ayo…, gendong bapak aja.”

Tampaknya Kiky mengikuti apa yang kumau. Ia bangkit dan mendekat. Dalam sekejap, tubuh mungilnya  sudah ada  digendonganku. Selain memberi kehangatan dan kasih sayang, dekapan erat tentunya  memberikan  perasaan  aman pada diri anak anak.

“Pak, Kiky mau mimik putih,” pintanya.  Demi memenuhi keinginan anak, kulangkahkan kaki keluar kamar. Menuju ruang tengah untuk mengambil segelas air minum.

Setelah minum beberapa teguk, bahasa tubuhnya  memberi isyarat  untuk turun. Dan sekali lagi, akupun mengabulkannya.

Ia berjalan menuju rak buku yang terletak di ruang tengah. Mengambil sebuah buku. Dari ukuran dan warnanya,  aku tahu bahwa itu adalah  majalah Bobo kesukaannya.

Kiky kembali berjalan kearahku. Sambil mengulurkan sebuah buku di tangan kanannya, ia berkata, “pak bacain, kiki mau bacain bapak…”

Di penghujung malam ini…, aku duduk berdua dengan anakku, untuk membaca sebuah buku.

Sobat Anak…,

Memang capek. Namun cinta dan kasih sayang ternyata mampu merubah rasa capek tubuh menjadi semangat luar biasa, menyala nyala tak kunjung padam.

Jika  mengharapkan anak anak kita  gemar membaca, maka bersiap siaplah untuk membacakan buku, kapanpun ia mau. Sekali saja kita berkata “capek”, boleh jadi itu akan memupuskan semangat yang pernah kita tanamkan.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Berdua Di Sepertiga Malam Terakhir

  1. cicakdindingkreatip says:

    siep s7 bro,,, kadang anak q juga gitu, tengah malam mintak mimik😀
    http://cicaakcerdas.wordpress.com/2013/09/01/yamaha-rx-king-injeksi-sempatkah-terfikir-dalam-benak-anda/

  2. irawan says:

    terima kasih inspirasinya. saya juga sedang menanamkan kecintaan anak-anak kepada buku🙂

  3. tinsyam says:

    bapak yang baik nih..

  4. maghdalena1 says:

    terharu,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s