Lukisan Dua Orang Sahabat

Beberapa hari yang lalu, teman saya datang ke rumah, bersama dengan istri dan kedua anak lelakinya. Anak  pertama,  sebut saja bernama Rama, berumur 4 tahun lebih. Sedangkan adiknya yang berumur setahun bernama Dedek.

Anakku sangat senang bermain dengan mereka. Seluruh mainan yang dimiliki dikeluarkan dari dalam lemari. Digunakan untuk berbagi, bermain bersama. Sementara aku, hanya mengamati dari ruang tamu bersama bapaknya. Sambil minum teh hangat dan berdiskusi ringan tentang hobi kami masing masing.

Kulihat istriku mendekati Kiki dan Rama.  Berbaur dan turut duduk di atas tikar, mengelilingi meja persegi setinggi 30 an centimeter, tempat mereka bermain. Menyodorkan krayon  dan selembar kertas untuk mengajak mereka berdua melukis.

Gambar diatas adalah kreativitas mereka berdua. Menuangkan imajinasi yang berkeliaran di rongga otak. Tercermin  dalam setiap  goresan warna warni sarat makna.

Tak lama kemudian Kiky membawa lukisan itu padaku, menunjukkan hasil karyanya. Dengan spontan aku tirukan kata kata  Pak Tino Sidin, “Baguuss……”

“Wah…., Kiky dan kakak Rama pinter yah ? Sudah pada pinter menggambar sekarang…,” kataku. Mereka berdua tampak bangga dan bahagia. Senyum manis mengembang pada bibirnya. Wajahnya berseri, dan pipi mereka  memerah menandakan hati yang berbunga.

“Nduk…., ini gambar siapa ?” Anakku pun menjawab, “bapak, bapak bambang tut…..”

Kualihkan pandangan ke Rama. Lalu, aku bertanya, “Kakak Rama…, ini gambar siapa ?” Dengan spomtan dia pun menjawab, “papa om….”

Kami semua larut dalam kebahagiaan, menikmati keindahan  gambar  dari anak anak.

Sahabat Anak…,

Kenapa hasil  lukisan Rama dan Kiky berbeda ? Padahal obyeknya adalah sama, bapaknya masing masing.

Terus terang, saya pun tidak mengerti. Untuk menanyakan hal ini pada anak berumur tiga atau empat tahun,  tidak mungkin mendapat jawaban yang diinginkan. Mungkin diskripsi singkat dibawah ini bisa memberikan sedikit penjelasan.

Saya, sebagai ayahnya Kiky memiliki rambut yang cepak. Setiapkali ke tukang cukur, selalu dengan model yang sama. Atas 2 cm dan samping 1 cm. Oleh sebab itu, setiap hari, anakku melihat aku sebagai sosok “gundul dan botak”

Sementara, ayahnya Rama memiliki rambut hitam, panjang dan lurus. Dengan gaya anak muda saat ini.

Apakah sosok yang mereka lihat setiap hari mempengaruhi imajinasi, daya nalar dan ekspresi mereka dalam lukisan ? Boleh jadi itu benar. Adakah pendapat lain sob… ?

 

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo www.csmcargo.com

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Lukisan Dua Orang Sahabat

  1. kebomandi says:

    ngebayangin waktu kiky sama rama jawab nya itu, ngegemesin deh ya pasti >.<

  2. abi_gilang says:

    Ha ha ha kirain ayahnya Kiky kemana-mana pake helm:mrgreen: ( om cuma becanda ya Kiky !!! )

  3. tinsyam says:

    [berusaha jadi kiky & rama] kan itu gambar bapak botak dan om gondrong..

    *emang kiky manggil bapaknya, bambang tut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s