Tak Mungkin Membentengi Anak Dari Pengaruh Luar

Tiga tahun empat bulan, itu umurmu kini nduk. Banyak perubahan yang terjadi pada dirimu. Baik fisik, perkembangan otak dan terlebih lagi gaya bicaramu.

Seiring banyaknya interaksi dengan orang lain  yang kamu temui. Seiring banyaknya informasi yang kamu dengar lewat media elektronik dan internet. Dengan sendirinya kamu sekarang mampu memahami beberapa kata sederhana.

Kebiasaan ibumu adalah  melantunkan ayat ayat  suci Al Qur’an saat menina bobokkanmu. Maka, sedikit banyak, beberapa  lafaldz berbahasa arab sering keluar dari mulutmu. Seperti bismillah, alhamdulillah,  assalamualaikum dan tentu saja Allahhu akbar, kata yang paling kamu suka.

Pengaruh tablet mainanmu,  dan serial baby tv memberikan nuansa lain dalam pemahamanmu berbahasa. Kamu tak asing dengan kata kata seperti mickey mouse, lets go dan  good night. Tanpa kami ajari, ternyata kamu mampu menirukannya dengan cepat.

Nduk ketahuilah,  bahwa kamu terlahir dan menghabiskan waktu selama ini di Jakarta. Kota metropolitan, ibu kota bagi jutaan rakyat Indonesia dengan berlatar belakang suku dan bahasa berbeda. Kamu pun tumbuh dan  beradaptasi dengan lingkungan  berbahasa Indonesia.

Kini, kamu sudah cukup memahami bahasa pemersatu ini. Paling tidak buat anak seumuranmu. Kamu sudah mampu berinteraksi menggunakannya.

Kamu juga mesti mengetahui nduk,  bahwa bapak dan ibumu adalah orang jawa tulen. Begitupun leluhurmu yang kamu jumpai saat liburan lebaran tahun ini. Semuanya berbahasa jawa.

Mungkin karena aku dan ibumu setiap hari  berbicara menggunakan bahasa jawa, kamu pun sepertinya paham. Kata kata seperti ora, iyo, emoh, mimik dan ma’em adalah beberapa contoh kata yang kamu pahami dengan Sangat baik.

Nduk anakku….,

Sebaiknya bapak berterus terang. Bahwa aku dan ibumu itu manusia yang sangat lemah. Kami ingin membentengimu dari pengaruh luar yang tidak baik. Namun,  ternyata itu sangat tidak mungkin.

Terlebih lagi dengan bertambahnya usiamu, tentu bertambah pula teman. Lingkungan bermainmu pun semakin luas.

Pesan bapak, semoga kelak kamu bisa memilih mana yang baik dan yang buruk. Mana yang bapak tanamkan pada budi pekertimu dan mana yang bukan. Mana karakter yang bapak harap, dan mana yang tidak.

Semoga kelak kamu mampu memilih yang terbaik. ya nduk…..

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged . Bookmark the permalink.

24 Responses to Tak Mungkin Membentengi Anak Dari Pengaruh Luar

  1. chris13jkt says:

    Benteng terpenting yang harus dipasang bukannya untuk memblokir pengaruh dari luar itu, melainkan yang memungkinkan anak menyortirnya. Bukan begitu, Mas Lambang?

  2. punya keluarga itu berat di tanggung jawab ya mas? apalagi buat laki-laki sbg kepala keluarga.

  3. metamocca says:

    amin.🙂

  4. abi_gilang says:

    Pak Lambang alhamdulillah bukunya sudah akang selesaikan. Terima kasih atas semuanya.

  5. bundamuna says:

    Kita selalu bisa membentengi anak2 kita dg doa pak… terutama jika mrk adl tipe anak2 yg sulit diajak diskusi ataupun komunikasi..
    Kyk anak lanangku yg sulit sekali mengiyakan kata2 bpk ibunya.. dia tipe yg lbh suka ‘belajar dr kesalahannya sendiri’🙂

    • lambangsarib says:

      Kemapa anak sulit diajak diskusi dan komunikasi yah. ?

      Bukankah seharusnya anak itu paling senang berdiskusi dengan orang tuanya. ?

      Belljar dari kesaaahan memang karakter dasar anak. Itu bagus dan mesti di apresiasi.

  6. Dyah Sujiati says:

    dengan ibu yang hebat di sisinya, InsyaAllah anak akan lebih mudah membentengi diri dan menyaring hal yang kurang baik
    #hallagh sok toy:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s