Manfaat Mudik Bagi Pendidikan Karakter Anak

Kemarin hari pertama idul fitri,  saya sempat melakukan survey kecil kecilan dengan narasumber teman teman yang tergabung dalam beberapa group bbm. Khususnya bagi mereka yang mudik lebaran.

Pertanyan yang saya ajukan sanagat sederhana, kurang lebih demikian. “Apa makna yang kamu tanamkan pada anak anak saat mengajak mereka pulang kampung ?”

Ternyata jawaban yang didapat sangat beragam. Dari yang menjawab iseng dan banyolan,  hingga yang serius. Bahkan ada pula yang menjawab dengan gaya berfilsafat. Semua harus diterima sebagai realitas jawaban.

Seluruh jawaban pada umumnya bagus. Beragamnya pernyataan itu semata mata karena setiap orang memiliki sudut pandang berbeda. Mereka memiliki “value” yang beraneka dalam memaknai pembentukan karakter anak.

Diantara jawaban jawaban tersebut, saya bisa simpulkan menjadi beberapa kelompok.

Pertama, mereka yang beranggapan bahwa mudik itu penting sebagai sarana silaturahim. Bertemu dengan saudara dan kerabat unuk mempererat tali persaudaraan. Tanpa ritual mudik,  mungkin banyak diantara saudara akan terputus hubungan. Momen lebaran adalah saat terbaik untuk mengikatnya kembali.

Bagi kelompok ini, hubungan keluarga adalah yang pertama dan utama. Mendapat porsi teratas dibanding hubungan yang lain.

Kedua, bisa digunakan sebagai ajang reuni dengan teman teman lama. Sahabat karib yg lama terpisah oleh jarak, waktu dan kondisi. Reuni adalah salah satu media merekatkan kembali sahabat yang terberai. Sekaligus mengenalkan anak istri mereka pada kawan kawan lama.

Kelompok kedua ini memegang teguh persaudaraan dan persahabatan. Yang ditanamkan pada anak anak mereka adalah bahwa persahabatan itu terlalu bermakna, yang selayaknya selalu dijaga.

Ketiga adalah  jalan jalan mengisi hari libur. Mengenalkan anak anak pada suasana kampung tempat orang tua mereka dibesarkan. Memberikan kebebasan seluas luasnya bagi anak utk bermain di kebun. Bagi anak anak yang terlahir di kota, sensasinya tentu lebih terasa dibanding hanya sekedar outbound.

Keempat adalah menanamkan nilai nilai religi pada anak. Membawa mereka ke tempat orang tuanya dulu belajar mengaji. Mengenalkan akar budaya kampung Yang sarat nilai keagamaan dan menceritakan ajaran luhur para pendahulu.

Sobat blogger, menurutmu, apa yang hendak kamu tanamkan pada pembentukan karkter anak. ?

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in inspirasi and tagged . Bookmark the permalink.

11 Responses to Manfaat Mudik Bagi Pendidikan Karakter Anak

  1. Kombinasi, Pak.
    Silahturahmi, reuni, religi sekaligus refreshing:mrgreen:

  2. @afanrid says:

    Sebagusnya ke5 nya digabung semua🙂

  3. mantabs ya saya baru kepeikiran demikian Pak, jadi bisa seperti memberi suri tauladan🙂

  4. sitiagel says:

    Manfaat mudik paling kerasa buat saya itu mendidik kesabaran. Itu loh Kang, perjalanan panjangnya dan macetnya itu.. sesuatu banget.
    (curhat colongan setelah lebih dari 12 jam perjalanan balik dari kampung)

  5. Dyah Sujiati says:

    kayaknya ngajarin sabar deh Pak. sabar di perjalanan yang macet. ehehehe
    atau bisa juga buat nanemin tepo seliro di perjalanan, hati-hati, tak hanya memikirkan diri sendiri. atau…
    #hallagh, belum juga punya anak.. ketemu bapaknye aje belonn upzzz:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s