Terimakasih Dua Bidadariku

Dari pertama menikah, seorang perempuan  yang berstatus  istriku hampir hampir tidak pernah  berani membangunkanku saat tidur. Baik diwaktu subuh, maupun tidur siang. Apapun permasalahannya, ia tangani sendiri.

Pokokmen, istriku laksana “super mom” di kalangan ibu ibu, atau semacam istilah  “power rangers” untuk anak anak.

Bangga juga sih, punya istri seperti itu. Yang belum mampu dijalaninya paling paling “mbenerin genteng bocor”  dowang.  Kalau cuma ngecat rumah, ngosek WeSe,  mindahin lemari segedhe gajah, atau  mencangkul untuk menanam bunga, baginya hal keciiiil…

Itu dulu ya…., dulu….

Beda sekarang. Saat ini anakku sudah tiga tahun lebih. Sudah bisa bicara dan mengerti dengan apa yang dimaksud dari sebuah perintah.

Istriku termasuk orang cerdas. Pinter memanfaatkan situasi dan infrastruktur.  Diajarinya anak wedok kami membangunkanku saat subuh menjelang.

“Pak banguuun…. Sudah pagi…. Ayo jalan jalan…. Ayo pak, banguun….,” kata anakku berulang ulang hingga aku bangun. Dia akan terus duduk disampingku, hingga tiada batas waktu,  jika aku tak mau bangun.

Alhamdulillah nduk, terimakasih kamu bangunin bapak setiap subuh. Terimakasih istriku, telah mengajari anak kita dengan kebiasaan dan karakter yang benar. Allah maha Asyik memang, untuk memerintahku yang susah sholat subuh, diutuslah bidadari kecil yang tak kan mungkin kutolak permintaannya.

Terimakasih dua bidadariku………………………………………

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

49 Responses to Terimakasih Dua Bidadariku

  1. fiaz says:

    aih indahnya berumah tangga..
    Jadi pengen cepet nikah😀

  2. ayanapunya says:

    waa saya masih belum bisa ngecat rumah. hihi. pengennya dapat suami yang bisa betulin perkakas malah😀
    oya, mas. mention saya nggak dibalas ustad fauzhil adhim😦

  3. wuih seriusan itu mas istrinya ngecat rumah? hahaha…

  4. punya istri yg membawa banyak kebaikan..
    nyarinya d mana ya mas? hehehe

  5. SubhanaAllah,,,saya juga ingin menjadi bidadari pak Sarin🙂

  6. Erit07 says:

    Wah,bahagianya di bangunkan anak kesayangan..

  7. metamocca says:

    terharu ih bacanya… semoga saya juga bisa jadi power ranger. #eh

  8. Dewi says:

    Besok Pangeran kecilku juga bakalan gitu tuh pak:mrgreen:

  9. pitaloka89 says:

    memang nda boleh pak kalau istri pak sarib bangunin?

  10. dani says:

    kebayang indahnya dibangunin anak. Kalo anak saya karena belom bisa ngomong, kalo ditinggal tidur saya langsung ditabok Pak setelah berkali-kali digoyang ga bangun. Hihihi..

  11. Pendidikan karakter itu mahal harganya, tidak semua orang kaya mampu membelinya, padahal jaminannya dunia akherat🙂

  12. Ryan says:

    dua bidadari yang sangat berharga mas.😀

  13. angkasa13 says:

    Ahhh ngiriiii …..

  14. tinsyam says:

    eh ga kebalik? harusnya bapaknya yang bangunin anak.. keren nih istrinya..

  15. Ilham says:

    walah dulu saya kalo bangunin bapak pake nyabut bulu kakinya biar bangun *nakal banget*

  16. Dyah Sujiati says:

    no komen ahh
    soalnya malah pengen ketawa kebayang Kiky ‘mbegog’ nungguin babenya bangun, ahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s