Sepenggal Cerita Saat Telepon

“Cicak cicak di dinding, diam diam melayap. Datang see…….” Lagu itu terputus saat kupencet tombol bergambar gagang telepon berwarna hijau.

“Hallo… Assalamualaikum ?” Kataku, bersamaan dengan gerak tangan kiriku menempelkan  ponsel di telinga.

“Oh ibu Joko, apa kabar…  Ada yang bisa dibantu ?” Kami pun larut dalam percakapan.

***

Kulirik jam yang tergeletak di atas meja, menunjukkan pukul 10:47. “Hm… sudah lima belas menit lewat, aku bicara dengan Bu Joko,” gumamku dalam hati. Kami memang terlibat pembicaraan serius mengenai jasa  pengiriman barang.

“Gubrak….,” sepertinya  ada suara benda  jatuh. Terdengar sangat jelas di handphoneku. Saat yang bersamaan, pembicaraan kami pun terhenti  sejenak.

“Rio…, awas… Jangan main main itu. Jangan….,” Suara Bu Joko kudengar dengan jelas.

“Mama baru bekerja ! Ayo…! Kamu main diluar sana. Jangan ganggu ibu. Ibu  sedang bekerja. Awas kamu kalau nakal lagi !”

“Maaf pak, anak saya nakal.”

“Namanya juga anak anak bu, pasti dia hanya ingin mencari perhatian pada ibunya,” kataku. “Atau  nanti kita  diskusikan proyek ini via email saja bu ?”

“Baiklah pak. Nanti saya email perihal proyek trucking yang saya maksudkan tadi. Sekali lagi mohon maaf pak yah ? Anak saya memang nakal.”

“Baik bu, saya tunggu emailnya. Anak ibu tidak nakal kok, saya juga tidak merasa terganggu. Mungkin ia ingin membantu ibu saja. Atau mungkin ia ingin menunjukkan salah satu kepandaiannya pada ibu. Anak lebih penting dibanding hanya sekedar bisnis kita.”

“Terimakasih ya pak.”

“Baik bu Joko, saya permisi dulu. Salam buat Rio yang pintar. Assalamualaikum…” Kata kataku mengakhiri pembicaraan.

***

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo,com via twitter @csmcargo

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Sepenggal Cerita Saat Telepon

  1. yisha says:

    aih aih aih……

  2. abi_gilang says:

    semoga kita selalu bisa menahan mulut kita dari berkata “negatif” terhadap anak kita. Salam buat Kiky🙂

  3. Anak kreatif dibilang nakal ya😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s