Ibu, Kenapa Kau Membunuh Nafsu Makanku… ?

Sorot lampu sangat terang, bahkan sedikit menyilaukan. Di ruang  besar yang sering disebut super mall ini, aku duduk berdua dengan anakku, bersebelahan. Didepan kami terhidang nasi rames lengkap dengan lauk pauknya. Krupuk pun tak ketinggalan.

“Awas…, jangan dikasih udang dan telor. Nanti gatel, alergi ! Mimiknya air mineral saja, jangan kasih teh botol, banyak pengawetnya. Jangan gorengan, nanti batuk !” Kata istriku berbicara tanpa bisa disela. Suaranya agak keras, berasal  dari arah belakang.

“Ah…, sudah sana belanja saja. Biarkan aku menikmati makan malam bersama anakku. Nganggu aja…” Kataku dalam hati. “Ayo nduk…, maem. Makan aja yang kamu suka,” setengah berbisik aku ucapkan kata kata itu di telinga anakku. Dan kami berdua pun asyik bersantap.

***

“Kamu kenapa ? Kenapa kamu nakal sama adikmu ? Lihat itu, adikmu nangis, kamu apakan tadi.” Suara seorang perempuan yang  duduk di kursi depan. Kata katanya kasar, hingga  membuat selera makanku hilang.

Digenggaman tangan kanannya sebuah handphone yang menempel ditelinga. Setelah beberapa saat mengamati, aku baru sadar, jika ternyata ia senang marah marah. Tampaknya pada  anaknya diujung telepon. Mungkin anaknya yang dirumah.

“Tidak mungkin adikmu menangis kalau  tidak kamu nakali. Kamu pasti tidak ajak dia main. Kamu pasti rebut PS nya.” Kata ibu tadi menjustifikasi.

“Sekarang,  suruh adikmu diam. Suruh bibik membuatkan susu, biar adikmu berhenti menangis dan tidur.  Bialng juga, papa dua hari lagi pulang.”

Kemudian suasana berubah hening. Ibu itu mengerenyitkan keningnya dan jari jemarinya  tampak memijit mijit, serius mendengarkan.

“Ya sudah, suruh bibi membuat susu dan menggendong adikmu. ….. Mamah masih lama, jalanan  macet banget. Jam 10 an mamah baru sampai rumah.”

“OK yah, I love U sayang, mamah sayang pada kamu. Ini mamah langsung pulang, semoga tidak macet lagi. Sampai nanti sayang yah…., mamah sayang kamu.”

Selesai berbicara dan marah marah di telpon, perempuan itu tertawa dengan teman temannya. Tawa terbahak, menampakkan gigi giginya.  Ia letakkan handphone di tangan, dan mulai memakan empek empek palembang.

***

Mendengar sekelumit pembicaraan perempuan tadi, aku  hanya bisa melongo. Membayangkan anaknya di rumah bersama seorang  bibi.  Ayahnya pun entah kemana.  Aku minum beberapa teguk teh manis, lalu berdiri dan menggendong anakku, mengajaknya pergi.

Dalam gendongan, kucium kening anakku. Dan anganku berkelana, melamun entah kemana….

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Ibu, Kenapa Kau Membunuh Nafsu Makanku… ?

  1. afan says:

    Sebuah potret dari keluarga yang berkarir, terkadang ada sisi keluarga yang harus dikesampingkan.
    *nggrantes ning ati

  2. nengwie says:

    Iihh lempar pake Empek2 deh tuh emak😦

  3. nengwie says:

    Eehh mangkoknya maksud saya, bukan Empek2nya😀

  4. metamocca says:

    Semoga aku ga pernah membunuh nafsu makan anakku 😥

  5. Makjleb… moral kisah yg dikandung dalam tulisan ini.

  6. tinsyam says:

    si ibu lagi punya “me time” sama temen2nya saat suaminya ga di rumah tuh.. berhak juga kog.. daku juga sering kumpul sama temen2 kaya gitu.. jarangjarang banget.. ada temen yang ditelpon mulu sama anaknya suruh pulang, padahal baru duduk.. yang ada dianya cuma minum dan ngobrol bentar terus cipikacipiki pamit dah..
    kita ga tahu kan gimana si ibu di rumah.. cuma pendengar dowang..

    • lambangsarib says:

      Hehehe…. Iya. Apa yg kudengar, itu yg kutulis. Harus banyak belajar menulis nij, agar apa yg ditulis bisa sama dengan fakta sesungguhnya. Tops….. Terimakasih.

  7. abi_gilang says:

    “Mamah kena macet di tukang pempek…” xi xi xi

  8. kadang, anak itu cuma butuh hal sederhana ya, pak. Perhatian yang bener-bener perhatian:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s