Bagi Anak, “Tiada Kasta Diantara Mereka”

Hari minggu kemarin saya ajak jalan jalan anakku ke salah satu mall di ibukota. Saat jam sholat tiba, aku dan istri bergantian menegakkan kewajiban agama yang kami anut.

“Pak…, tunggu disini dulu yah, tungguin Kiky, aku sholat dulu,” kata istriku. Aku tak menjawab, hanya menganggukkan kepala tanda setuju.

Kududukkan  badanku yang terasa berat ini ke dalam kursi yang tersedia. Sementara istriku berjalan menjauh, kuamati anakku sendang bermain dengan  anak pengunjung lain.

Kulihat  anakku mencoba mengajak berdialog dan bermain dengan anak itu. Nampaknya anak tersebut juga suka. Meski sama sama belum fasih berbicara, namun mereka mampu berkomunikasi. Mungkin bahasa isyarat mereka sama, atau mungkin juga ada gelombang lain yang menghubungkan diantaranya.

“Hm…, luar biasa yah anak anak. Warna kulit  mereka berbeda, namun mereka sama sekali tak menunjukkan sedikitpun perasaan rasialis. Mereka mampu meruntuhkan sekat rasialisme yang dibangun orang tua.” Gumamku dalam hati. Mataku masih terus mengawasi gerak gerik mereka berdua,

Tiba tiba….

Seorang perempuan setengah baya  datang menghampiri anak itu. Berperilaku agak kasar. Dengan menggunakan bahasa Inggris yang tak kumengerti, ia menarik lengan anak itu dan memaksanya  pergi.  Dari mimiknya, aku merasakan  sedikit aroma “ketidaksukaan” pada ras kami yang berkulit hitam.

Anak itu meronta, menangis dan menghiba. Mengharap perempuan tadi melepaskan cengkeraman kuat  di tangannya yang rapuh. Namun,  sepertinya ia tak perduli. Kelebat tubuhnya   menghilang dibalik kerumunan, meninggalkan kami. Bersama tangisan anak tadi, yang sayup sayup mulai tak terdengar.

Aku terhenyak, tak tahu harus berkata apa. Aku duduk mematung, menatap kosong, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

“Ah…, kenapa perempuan tadi ? Apa salah anakku ? Salahkah jika anakku dilahirkan berkulit hitam ? Salahkah anakku jika hanya  mampu memahami Bahasa Indonesia dan sedikit Bahasa Jawa ? Salahkah anakku  karena  meniru ibunya mengenakan  kerudung ?”

Beribu pertanyaan lain mengisi rongga otakku. Menyesakkan hatiku.  Perlahan  darahku mulai mendidih, bahkan tanganku  tiba tiba mengepal menahan emosi.

Untunglah, anakku tiba tiba tersenyum dan berlari menabrakku. Hingga emosi itu hanyut terbawa suara tawa keriangannya.

Sobat Anak….

Anak itu bagaikan kertas putih yang  suci.
Anak tidak mengenal kasta apalagi pangkat dan kedudukan.
Anak tidak mengenal bibit, bobot dan bebet.

Yang ada dihati mereka hanyalah “persamaan” dan “persaudaraan”.

Kawan…, mohon jangan kotori kebeningan jiwa anak anak dengan kebencian yang tidak mendasar.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? klik www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Bagi Anak, “Tiada Kasta Diantara Mereka”

  1. katacamar says:

    sabar mase…🙂

  2. naniknara says:

    Saya juga pernah ngalami, malah dengan tetangga sendiri. Si anak tetangga lihatin anak saya dan anak2 yang main di luar. Anak itu ada dibalik pagar rumahnya yang dikunci. Saya sapa anak tetangga itu, anak2 juga ikutan nyapa dan ngajak main. Eh, tau-tau dari dalam rumah terdengar teriakan, menyuruh anak tetangga itu untuk masuk

  3. Heru Piss says:

    Yah begitulah hidup di dunia,, hanya yang terlihat baik saja menurut diri sendiri, padahal sebenarnya ya sama, tidak ada yang berbeda…
    Sama sama manusia, sama sama hidup di bumi, dan pastinya suatu saat nanti juga sama sama mati,,
    sudah begitu saja menurut saya,, heheeee

  4. edofaqeeh says:

    setuju pak. gak ada kasta bagi anak-anak, karena memang tidak/ belum mengenalnya.
    saya sih berharap, anak bapak dan anak tadi itu terlupakan akan kejadian kurang mengenakkan tersebut, sehingga rasa persamaan diantara sesama manusia tetap terjaga.🙂

  5. lambangsarib says:

    Ok seeep. Sepakat deh… Yuk memperbaiki negeri ini, dimulai dari anak2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s