Kasih Ibu Bagaikan Surya Menyinari Dunia

Matahari  pagi hangat menyapa, menggusur  kabut pagi yang  berangsur menghilang. Tampak beberapa ekor kupu kupu terbang dan  berkejaran. Salah satunya  tampak  hinggap pada  bunga bunga  yang  sedang berkembang.

“Nduk, ini  bunga  melati. Tolong nanti kasih  ke ibu yah…” Kukatakan itu sambil menyodorkan beberpa setangkai  bunga warna putih nan harum. Dengan tersenyum, dijulurkan tangan kirinya untuk menerima.

“Eh…, kok tangan kiri nduk ? Kalau nerima sesuatu, kata ibu pakai tangan mana ?” tanyaku.

“Kanan pak.”  Tangan kirinya ditarik, pada saat yang hampir bersamaan, dijulurkannya  tangan yang satunya. Aku pun tersenyum membalas senyum manisnya.

“Terimakasih.” Jawab anakku.

Sesaat kemudian aku mendengar sesuatu yang indah. Keluar dari mulut anakku. Dari rangkaian katanya, aku tahu ia sedang menyanyi. Melantunkan sebuah tembang apik yang sering kami lantunkan bersama.

Kasih ibu, kepada beta.
Tak terkira sepanjang masa.
Hanya membeli, ak halap kembali.
nanananana, nananana…..

“Eh nduk, bukan nananana….. Yang benar adalah  bagaikan surya menyinari dunia,” selaku.

Saat kukoreksi  syair lagu terakhir, dari mulutnya terdengar suara lirih menirukan.

“Nduk…., I Love U”

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com
Via twitter @csmcargo 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Kasih Ibu Bagaikan Surya Menyinari Dunia

  1. utie89 says:

    bukannya “bagai sang surya menyinari dunia” gitu ya om??

  2. Ambilkan bulan, bu
    untuk menerangi
    tidurku yang lelap di malam gelap,,,

    Ini Lagu kesukaan genduk ku mas,,, heheeee

  3. Banyak banget lagu untuk para ibu ya. Jadi bangga menjadi ibu🙂

  4. kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang pulsa…..duh sedihnya…tahun pertama stlh tinggal dekat dgn ibu, jd jarang puasa sunah..pasalnya, stiap bilang mau puasa ( mksdny biar masak nasiny dikurangi )…ech ibu malah bangun utk masak buat sahur sy. pdhl sy sdh wanti2, ga prl masak, sahur cukup air putih atau scuil kue tnp mngurangi kberkahan dr sahur tsb. Akhirnya malah ga jd puasa krn nemenin makan..hehehe….itulah ibu, siang malam kasihnya bagaikan surya mnyinari dunia…smg ibu2 kita ( + bapak ) sll dlm Lindungan Alloh SWT.Amin Ya Rabbal Alamin

    • lambangsarib says:

      Wih keren ceritanya. Tulis doong

      • malu ach…wong ga jd puasa, koq ditulis critanya…. pd akhirnya ktk sy brniat membayar hutang puasa Ramadhan beliau msh ttp memasak dan nyiapin utk sy, mgk jg krn pemahaman ibu yg mulai brtambah bhw mnyiapkan makan utk sahur atau brbuka jg berpahala, sy diam saja… sy rasa memang tak ada kata yg lbh dahsyat selain terima kasih utk ibu..dan sy sll berusaha memberikan yg ibu butuhkan selagi sy mampu…selebihnya stiap selesai sholat sll, terselip utk ibu tercinta…

      • lambangsarib says:

        Yg diceritain bukan piasanya, tpi kasih ibu pada anaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s