Seberapa Sering Engkau Tersenyum Pada Anakmu ?

Dalam dua bulan terakhir ini anakku sedang senang senangnya menggambar di tembok. Beberapa bulan yang lalu, kami mampu mengarahkannya untuk hanya menggambar di dinding kamarnya saja. Namun kini nasehat itu tidak didengarnya. Ruang tamu dan ruang makan sudah dipenuhi dengan lukisan.

bapak ibuGambar disamping adalah kreasinya beberapa hari yang lalu. Kucoba menanyakan, apa yang digambarnya.  Tanpa ragu ragu dia jawab, “bapak dan ibu.”

“Kepala ibu kerudung,” tambahnya.

Aku teringat komentar sahabat bernama Mbak Nella, Seorang blogger Jerman yang gemar  menulis tentang dunia tanaman.   Dalam tulisanku berjudul Imajinasi Anak Tentang Bapaknya, ia  berkomentar, “Gambarnya tersenyum, berarti pak Lambang selalu tersenyum buat putri bpk ;) .”

Aku pun teringat oleh coreta Kahlin Gibran tentang anak.

Anak anak itu bukanlah anak anak kalian
Mereka adalah anak anak kehidupan yang merindukan kehidupan sendiri
Melalui kalian mereka lahir, namun bukan dari kalian

Berikan mereka kasih sayang
Tapi jangan pernah mendiktekan bentuk, sebab mereka memiliki bentuk pikiran sendiri

Kalian berhak membuatkan rumah untuk tubuh tubuh, tapi bukan untuk jiwa mereka
Sebab jiwa jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan

Sobat blogger, seberapa seringkah anda tersenyum pada buah hati anda ?

— @lambangsarib —

Butuh jasa cargo murah ? www.csmcargo.com  via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Seberapa Sering Engkau Tersenyum Pada Anakmu ?

  1. Sering pak, tak hanya tersenyum juga mencium dan memeluk mereka. Tapi sekarang anak saya yang nomer 1 kdang ndak mau dicium lagi. Mungkin karena dia sudah besar jadi ada rasa malu

  2. Nanti kalau saya punya anak, saya mau tersenyum selalu. Saya belajar banyak nih dari pengalaman pak Lambang dengan anak😉.

  3. Masya says:

    kadang ponakan saya yg membingkai senyum dibibir selelah apapun hari yg berlangsung lgsung ilang😀

  4. Dewi says:

    hihihihihi sesering mungkin pak😀

  5. yisha says:

    wah,….makin keren aja nih anak bapak……

  6. debapirez says:

    wah…keren. alhamdulillah anak pak Sarib sudah bisa mendeskripsikan mskpn kasat/kasar. anak saya juga sedang hobi gambar di tembok. Biarin aja deh. Apapun bisa jadi media kreasi mereka.

  7. katacamar says:

    🙂
    kukirim lewat pos🙂
    gambar kiki udah mulai hidup, ada ekspresinya, dadi melu🙂

  8. utie89 says:

    seberapa sering???
    Ngga pernah oom

    *secara belom punya anak*😛

  9. omluqman says:

    *Langsung pasang tampang senyum tiap hari* :^)

  10. senyum sm anak tetangga, anak sodara..anak sndri ?? hiks, belum…karya Kahlil ghibran itu luar biasa maknany..Penyair yg terlahir di Lebanon ini, mski beragama nasrani tp karya2ny diakui dunia Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s