Imajinasi Anak Tentang Bapaknya

Kulihat dari ruang tamu istriku tersenyum. Senyuman yang teramat indah.  Matanya memandangiku, dengan sorot menggoda. Masih sama seperti sorot mata yang meluluhkan hatiku berpuluh tahun  lampau. Tangan dengan jemari lentiknya melambai, sebagai tanda memanggilku mendekat. Suara lirih manja sayup kudengar, “pak sini….”

Aku letakkan buku novel berjudul Kinanthi yang sedang kupegang diatas meja tepat dihadapanku. Mengambil nafas panjang, berhenyak dan melangkah menghampiri si empunya kecantikan khas orang kampung itu.

Disampingnya duduk seorang bidadari jelita. Posisinya tengkurap dengan sebuah kertas bekas alas puzzle didepannya. Kayon berwarna merah terjepit  disela sela jemari kecilnya. Menari diatas kertas mengikuti irama hati.

Aku duduk bersila tepat didepan kedua perempuan tambatan hati ini. Sejenak kulihat kembali sorot mata istriku yang menularkan cahaya semangat. Sejenak kemudian, kusapukan pandanganku kembali pada apa yang dilakukan anakku.

“Nduk, ngammbar opo ?” Tanyaku dengan suara lirih.

“Iya nduk, bapak nanya tuh ? gambara apaan yah ?” Istriku menimpali. Tangan kirinya tampak membelai rambut hitam anakku dengan penuh kasih. Sangat menjiwai, sebagai ekspresi sebuah cinta dari lubuk hati terdalam.

gambar bapak

Anakku masih asik memainkan krayonnya. Seolah dia tidak mendengar dan mengacuhkan kami. Namun, aku yakin, ia mendengarkan pertanyaanku dan ibunya. Mungkin saja ia sedang menyusun kata kata untuk menjawab pertanyaan itu.

“Gambar bapak !” Ia berucap dengan nada tegas dan keras, seperti  ibunya.

Aku tersenyum. Mataku memandangi dengan seksama apa yang digambarnya. Sementara istriku menyunggingkan senyum, aku lihat itu dari sudut kerlingan mataku. “Wah…, aku jadi obyek nih,” kataku dalam hati.

“Matanya mana nduk ?” Tanya istriku. Kemudian dijawab, “ini.” Sementara jari telunjuknya menempel pada bulatan merah kecil dibagian atas, didalam lingkaran.

Kemudian berturut turut istriku berinteraksi  dengan anakku, mendiskripsikan nama nama yang digambarkan. Mana  yang disebut dengan hidung dan mulut. Kemudian rambut, tangan dan kaki.  Melihat itu semua, aku tersenyum  mengikuti alur percakapan mereka berdua.

Tiba tiba,  ia mencoretkan sebuah garis vertikal tepat dibawah mulut. “Lho…, lha itu gambar ap nduk ?” tanyaku.

Ia hentikan aktivitas menggambarnya. Kemudian berdiri dan memandangku. Tampak kedua  bola matanya berlari kekanan dan kekiri, seperti memikirkan sesuatu. Ia mendekat, dan memelukku. Aku dekap erat dia, dan menggendongnya.

“Enggot pak…” Katanya singkat.

@lambangsarib

.

Jasa cargo murah –> www.csmcargo.com via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Imajinasi Anak Tentang Bapaknya

  1. ryan says:

    wah…
    Mas Lambang lucu di gambarnya… hehehehe.

  2. Gambarnya tersenyum, berarti pak Lambang selalu tersenyum buat putri bpk😉.

  3. Ikakoentjoro says:

    Cara menulisnya semakin canggih pak. Mirip cerita novel. Wah, besok kalo ada pelatihan aki juga mau ikutan ah🙂

  4. Dzulfikar says:

    untung gak di gambar kayak Dora hehe

  5. tinsyam says:

    kirain kaki ternyata jenggot..😀 bapaknya bulet kaya permen coklat MM ya..
    itu ga punya buku gambar? sampe gambar di puzzle terbalik..

    • lambangsarib says:

      Buku gambar punya banyak. Tapi dia gambar dimana aja dia suka. Di lantai, di dinding, puntu, sepeda, ayunan, dan dimana saja.

      Kira kira kenapa anak seperti itu ya ? boleh minta info ?

      • tinsyam says:

        imajinasi.. tapi kasih tahu aja sih kalu mo gambar mending di buku daripada di tembok? cape ngecatnya lagi..

      • lambangsarib says:

        Hehe…, di buku sudah. Dikasih tahu juga sering. Tapi entah mengapa, kok lebih suka di dinding.

        Tapi lukisannya tidak akan kuhapus dengan cat baru, hingga ia dewasa kelak.

  6. Pingback: Page not found | Lambangsarib's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s