Imajinasi Seorang Anak Lebih Bagus dibanding Orang Tua ?

Aku duduk di kursi depan. Meluruskan kedua kaki untuk sekedar melepaskan lelah. Setelah seharian keliling jakarta untuk mengantar teman hunting mobil fuso second hand. Ditemani segelas teh hangat manis dan beberapa potong kue semprong. “Alhamdulillah, akhirnya aku bisa beristirahat juga,” kataku dalam hati.

Tak lama berselang, kulihat  anakku menarik narik kursi merahnya. Dengan sekuat tenaga, diseretnya singgasana kebesaran itu. Kearahku.  Sengaja aku hanya memperhatikan dari tempat duduk. “Seret teruslah nduk, sekuat tenagamu. Tempat duduk pemberian Om Agung itu pasti mampu kamu tarik hingga  disamping bapak,” Kataku dalam hati.

Mataku mengikuti setiap geraknya berusaha menggeser kursi. Tak kualihkan pandanganku sedetikpun. “Kamu pasti bisa nduk, ayo…., kamu pasti bisa.” Tak berapa lama  kursi itu pun  sudah berada dihadapanku. Tepat bersandar di kakiku. Ada sedikit kebanggaan yang mampu mengusir kelelahan. Melihat sang buah hati  berhasil dalam usaha kerasnya melakukan sesuatu, tanpa mengenal kata menyerah.

Sesaat kemudian ia memandangku, dan tersenyum. Digulingkannya kursi itu, tepat dihadapanku. Aku tak mengerti apa yang hendak dilakukannya. Kemudian ia berkata, “pak poto.” Sementara telunjuknya  sibuk menunjuk sesuatu dibelakang kursi.

Aku arahkan pandanganku kearah telunjuknya. “Itu gambar apa nduk ?” tanyaku.

“Gambar miki mouse pak…,  Mickey mouse poto pak…”

mickey mouse

Demi menyenangkan hatinya, aku ambil smart phone dari saku celana dan mulai mengambil beberapa gambar. Sejenak aku terkesima dengan gambar itu. Namun, aku tak mengerti gambar apakah itu.  Otakku segera berfikir keras, selekas mungkin menemukan jawaban. “Bagaimana mungkin gambar itu mickey mouse ?” isi otakku bertanya.

Lebih dari lima menit lamanya aku amati gambar itu, dan masih tetap tidak memahami logika anakku. “Pak ini mickey mouse pak…” katanya berulang ulang.

Mungkinkah ia mengerti perasaan, isi otak dan kebingunganku ? Tak berselang lama,  ia berkata lagi, “Mickey Mouse eong eong pak.”

Aku paham akan maksud perkataannya. Bahwa ia ingin menjelaskan bahwa itu adalah gambar mickey mouse yang sedang eong eong,  istilah yang kami sepakati untuk menjelaskan kata  bergelantung  seperti apa yang dilakukan seekor monyet.

Namun, aku masih belum mampu menangkap akan penjelasan  makna gambar tersebut.

Aku coba mengambil foto close up dari gambar anakku. “Mungkin gambar detil bisa menolongku mengungkap makna,” kataku dalam hati.

mickey mouseKuamati lagi gambar tersebut. Aku masih tidak mengeri makna dari gambar tersebut, yang katanya  mickey mouse  sedang bergelantungan layaknya seekor monyet.

Mungkin karena melihat aku dalam kebingungan, atau tidak nyambung dengan apa yang ada di benaknya. Atau mungkin juga karena  tawaran ibunya untuk makan ager ager warna merah lebih menarik. Anakku pun  meninggalkanku seorang diri di kursi depan. Dengan  menyisakan  PR yang teramat berat.

***

Malam telah larut,  anakku  tertidur pulas dipelukan ibunya. Kupandangi wajah mereka berdua. Entah mengapa, perasaan sedih  perlahan menyelimuti pikiranku. Perasaan bersalah itu tiba tiba muncul karena selama dua hari ini meninggalkan mereka berdua. Sibuk dengan urusan dunia yang tiada akhir.

Aku rebahkan tubuhku di matras  perlahan, dengan sangat hati hati. Untuk menghindari suara berisik yang berpotensi membangunkan mereka. Aku sama sekali tak ingin hal itu terjadi. “Tidurlah yang  lelap anakku, bermimpi indahlah kamu bersama ibumu. Sebentar lagi bapak menyusul,” kataku dalam hati.

Sebelum mataku terpejam, kuhidupkan smart phone yang tergeletak dilantai. Sejenak aku teringat foto gambar anakku yang katanya gambar  mickey mouse. Lukisan dengan spidol biru itu seolah menghantui.  “Siapa tahu aku menemukan jawabnya,” kataku dalam hati.

“Oh…., ya Allah…. !” Aku setengah memekik.

Aku terkejut…!  Gambar itu membuatku terperanggah. Mulutku menganga bagai gua. Mataku terbelalak memandangi tak berkedip. Senggal nafasku pun  berhenti sesaat. Bahkan, seluruh indraku seolah berhenti melakukan tugasnya.

“Apakah aku sebodoh ini ?”

Benar apa yang saya baca di buku,  bahwa  anak anak sebenarnya memiliki kecerdasan lebih  dibanding orang dewasa. Itu pula yang pernah aku saksikan  di acara televisi national geographic chanel,  yang membahas tentang intelegensi anak.”

Kekagetanku mencapai puncaknya,  saat tanpa sengaja aku putar layar monitor smart phone di tanganku.

mickey mouse

 

Melihat gambar dengan posisi terbalik, membuatku  faham. Ketiga bulatan ditengah lingkaran adalah dua buah mata dan hidung. Sementara itu garis dibawahnya adalah mulut. Bahkan, daun telinga seperti yang dipunyai tikus pun digambarkan dengan sangat jelas. Kedua garis dibawah pasti  sepasang kaki. Dan, mickey mouse itu sedang bergelantungan layaknya seekor monyet.

***

“Nduk, maafkan bapak yang terlalu bodoh untuk memahami karyamu. Maafkan bapak yang menganggap imajinasimu hanya sebatas khayalan semata. Sekali lagi maafkan bapak yang tidak mampu berfikir out of the box.”

“Nduk, aku kirim maaf bapak lewat mimpi.  Esok pagi, bapak akan mengajakmu bermain kembali. Mendiskripsikan apa yang yang telah kamu gambar siang tadi.”

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

 

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Imajinasi Seorang Anak Lebih Bagus dibanding Orang Tua ?

  1. Dani says:

    Luar biasa. Hihihi. Kadang karena kita terlalu dengan pakem jadi susah paham imajinasi anak ya Mas..

  2. Ikakoentjoro says:

    Anak2 imajinasinya tinggi banget pak. Dulu waktu anak2 masih belum bisa gambar secara jelas saya suka nanya gambar apa ini dek. Aku ga’ mudeng blas pak

  3. Kereen. Sing penting iso nggambar yg memvisualisasikan indra dg sempurna.

  4. ryan says:

    ternyata… gambarnya gitu ya. :d

  5. Ada mata, hidung & mulut pas lah menggambarkan wajah. Kalau secara keseluruhan, ya tergantung yang melihat. Bagi si anak gambar micky mouse, tinggal ketrampilan yg diasah setiap hari maka akan benar-benar mirip tokoh kartunnya😉.

  6. nyonyasepatu says:

    Aku setuju dgn judulnya mas

  7. maghdalena1 says:

    sepertinya anak kang sarip tipe visual banget ya..:)

  8. Wong Cilik says:

    imajinasi seorang anak kadang2 membuat orang dewasa tertegun ya pak …

  9. tinsyam says:

    mmhh jadi pengen bolakbalik gambar para dogol nih jadinya, biar paham maksudnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s