Ikan Lumba Lumba

ikan“Pak…, Kiky pinter nih pak ?”

“Oh iya, kamu memang pinter nduk. Anak bapak…. Bagus ya gambarnya ? Ini gambar apa nduk  ? Telor dadar bikinan ibu ya ?”

Digoyangkannya kedua telapak tangannya dan berkata, “Bukan pak…, bukan…, ini ikan.”

“Ikan ?” Jawabku dengan nada penuh tanya.  Ku cermati  gambar itu  beberapa saat. Mencoba mencerna, kenapa ia menyebut gambar ikan. “Kenapa ikan gambarnya bulat bulat seperti itu ?” Tanyaku dalam hati.

Kuletakkan gambar itu   diatas meja. “Hups…,” kuangkat   Kiky  dan mendudukkan  di singgasana kebesaran, pangkuanku.

Jariku terkepal,  menyisakan jari telunjuk yang kudaratkan tepat pada  bulatan besar. “Bulatan ini gambar apa nduk ?”

“Ikan pak…, ikan.” Jawabnya.

Aku masih memeras otak untuk mencoba memahami. Mengapa  gambar yang dimaksud adalah ikan. Seingatku, belum pernah sekalipun mengajari menggambar  ikan seperti  ini.

Sejenak, kami berdua terdiam. Tenggelam dalam lautan  imajinasi masing masing. Mungkinkah ia memahami ketidakmampuanku memaknai   sebuah gambar ?

“Mata pak, mata…,”  katanya membuyarkan lamunan.  Jari telunjuk mungil  menunjuk dua buah titik   yang ada diantara bulatan besar dan kecil.

“aha…, kamu pinter nduk, ” gumamku dalam hati. Kini aku mulai faham. Itu adalah gambar ikan yang dilihat dengan   sudut pandang dari depan ? Aku terkesima sesaat. Selama ini, belum pernah sekalipun aku melukis seperti itu. Selalu, dari dulu hingga kini, melukis ikan dari sudut pandang samping. Sebagaimana  yang diajarkan kedua orang tuaku, kakak, saudara  dan guru guruku dulu ?

“Oh iya nduk, pinter kamu, Ini gambar ikan yo ? Kalau dua titik ini adalah mata, lalu bulatan yang lebih kecil ditengah tengah ini apa ?”

“Idung pak, ikan umba umba.”

Hm…., aku semakin yakin akan maksud dan maknanya. “Lalu garis lengkung dibawah nya  apa ?”

“Mulut pak…, mulut. Ma’em !”

Aku peluk lebih erat bidadariku ini. Aku berdiri dan menggendongnya, mencium pipinya yang mirip ba’pao.”Kamu pinter nduk. Ayuk gendong bapak…, kita keluar rumah dan  lihat bulan sabit.”

Dari atas  gendongan kudengar suaranya  bernyanyi

Ambilkan bulan bu….
Untuk menerangi,
Tidurku yang lelap,
Dimalam gelap….

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Ikan Lumba Lumba

  1. ryan says:

    wah… lumba-lumbanya ndut banget…
    tampak atas tuh mas,

  2. chris13jkt says:

    Kiky pinter, Mas! Dia bisa melihat dari perspektif berbeda. Semula aku juga sempat bingung, cuma bingungnya gak lama karena Mas Lambang sudah menyertakan judul ikan lumba-lumba 🙂

  3. tinsyam says:

    keren anaknya cerdas.. kaya ponakan tuh kalu gambar dari depan gitu..
    ga diduga gambar anakanak.. *cowelcowel kiky..

  4. Larasati says:

    hehe pinter itu, artinya melihat sesuatu bisa dilihat dari sudut pandang lain jangan pada satu titik fokus…gitu yah mungkin

  5. capung2 says:

    daya tngkap anak mmg seringkali mengalahkan kita sbg ayahnya

    Pada tanggal 18/04/13, Lambangsarib’s Blog

  6. Ilham says:

    wih pinter ya kiky bisa gambar dari perspektif seperti itu.😀

  7. utie89 says:

    kereeeeennn..

  8. kebomandi says:

    so sweet :* kangen rumah jadinya :3

  9. maghdalena1 says:

    anak cerdas,,,
    saya aja pas ngelihat gambar itu pertama kali juga bingung, “kok ikan ?”
    salam buat bidadarinya kang🙂

  10. maghdalena1 says:

    iya, menulis ttg anak tidak akan pernah membosankan, tak kan pernah kehabisan inspirasi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s