Ternyata Orang Itu Lebih Memahami Dibanding Kita

Sekali waktu datanglah bermain main ke Eropa. Maka kamu akan takjub dibuatnya. Bukan  kemegahan menara Eifel  yang penuh romantisme. Bukan karena kemegahan bangunan abad pertengahan,  buckingham palace. Bukan pula panasnya  atmosfir el classico antara Real Madrid melawan Barcelona.

Kamu akan takjub bagaimana orang orang berhidung tinggi  mempelajari budaya leluhur kita. Dari  pahatan di batu candi,  tulisan tulisan pada daun lontar,  hingga catatan sejarah  berbahasa jawa kuno diatas kertas. Mereka menulis ulang, menterjemahkan, mengkaji  dan mempelajarinya.

Catatan mereka cukup lengkap dan runut.  Goresan pena tertoreh tajam dan  detil. Mengagumkan memang.  Sejarah leluhur kita ditempatkan  pada tempat teristimewa, Perpustakaan namanya.

Habitat Gajah Sumatera,  Badak Jawa, Hingga Komodo dan Cendrawasih mereka abadikan dalam gambar dan tulisan. Dalam bentuk karya ilmiah. Seolah  berlomba untuk melestarikan.

Bencana alam di negeri ini pun dicatat.   Mereka tahu dengan tepat kapan pernah  terjadi tsunami di Jakarta, Gunung Kratau meletus, bahkan kapan  terbentuknya Danau Toba pun  mereka mengetahui.

Orang orang kulit pucat itu ternyata lebih memahami negeri ini, dibanding kita sendiri. Sementara itu,  hanya segelintir orang pribumi yang memahami  Eropa.  Itu pun tak lebih hanya sebagai  pelancong belaka.

@lambangsarib

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Ternyata Orang Itu Lebih Memahami Dibanding Kita

  1. afan says:

    Mereka meneliti seperti itu pendapatannya bisa untuk makan sekeluarga bahkan investasi. Sedangkan di Indonesia lebih suka mengabdi di perusahaan karena dapatnya lebih. ujung2nya masalah perut🙂

  2. iyaaa ptut diacungkan jmpol deh buat org2 eropa hehe

  3. abi_gilang says:

    Keadaan ini timbul mungkin karena kebanyakan kita masih memenuhi kebutuhan perut sedangkan orang eropa sana sudah memenuhi kebutuhan otak

  4. Biasanya banyak yang mau support terutama dukungan dana bagi para peneliti, sedangkan di Indonesia masih sulit😀.

  5. danirachmat says:

    Cara mengisi perutnya udah beda soalnya ya Mas.

  6. Mereka tau sebenarnya tidak gratis pak. Artinya ada udang dibalik batu. Kitanya aja yang terlalu sibuk dengan permasalahan sendiri🙂

  7. Ilham says:

    bener mas orang indonesia belum berani rugi/keluar dana untuk ilmu pengetahuan. apa yang didapat langsung disimpan sendiri, apa2 harus ada untung buat diri sendiri.😳 belum ada semangat berbagi yang besar. hanya sedikit energi yang keluar demi rasa penasaran dan mencari tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s