Mungkin Karena Kita Senasib

Kereta api cirebon ekspress berangkat dari stasiun pasar senin pagi hari. Disaat udara jakarta belum dikotori  asap dari  jutaan  kenalpot. Bersama asa pagi,  kulangkahkan kaki memasuki gerbong untuk satu tujuan yang tak pasti.

Gerbong sepi, mungkin karena hari kerja.  Sendiri, aku duduk   dekat jendela  gerbong nomer  5.  Fisikku duduk, anganku  berkelana dalam lamunan.

“Ayo  kita takhlukkan JAKARTA.  You Can If You Want !   Kamu Dapat Jika Kamu Mau”. Kata kata  itu  terngiang dikepala. Terlalu sering, terlebih  jika sedang  menyendiri.

Kini, aku adalah saksi sejarah.  Aku  telah mampu  membuktikan  kebenaran kata  Ngadimin si penjual bakso. Sekali lagi ingin kuucapkan terimakasih.  Tapi tak tahu bagaimana caranya,  dan kemana hendak mencarinya.

Belum usai lamunanku tentang Ngadimin, kata “See U On The TOP” melintas dikepala. Seseorang yang pernah  mengatakan itu kini menjadi boss ku.

“Beli buku mas…… ! ? ”,  suara kasar itu mengagetkanku.  Aku menoleh kearah mana  suara itu berasal.

“Jualan buku apa mas ?” jawabku

“buku buku motivasi, manajemen dan bisnis”,  katanya.

Tanpa disuruh tangannya  menyodorkan beberapa  buku  bersampul plastik raping.  Aku timang dan amati beberapa. Buku buku best seller yang ditulis oleh motivator papan atas.

“Yang ini saja,  warna biru,  berapa harganya ?, tanyaku.

“Itu murah, cuman  enampuluh  ribu rupiah”,  jawabnya dengan cekatan.

“Baik,  aku beli. Ini uangnya seratus  ribuan. Kembalinya buat kamu saja. Buat menambah uang sekolah”,  kataku asal asalan.

“Saya masih kuliah mas…., di Kedokteran UI. Terimakasih banyak  uang kembaliannya yah..?”

Aku terdiam,  hanya mengangguk.  Aku tercengang tak percaya, memandangi penjual  buku   berlalu.

“Ah….,  seandainya  aku bisa seperti  Ir. Wiwid.  Akan kukatakan   See U On The TOP padanya”, aku bergumam  dalam hati.

Di ujung gerbong,  pedangan itu  menoleh kearahku. Kemudian  tersenyum dan menganggukkan kepala.  Seolah  mampu mendengar apa yang  baru saja aku gumamkan.  Seolah kita adalah  satu hati.  Seolah semuanya sudah ditakdirkan. Mungkin karena kita satu nasib.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in inspirasi and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Mungkin Karena Kita Senasib

  1. ryan says:

    Jodoh ketemu di kereta ya mas.
    tapi memangnya Cirek lewat Pasar Senen ya mas?

  2. abi_gilang says:

    Dan jakarta pun bertekuk lutut🙂

  3. Selamat buat pak sarib yang sudah berhasil menaklukkan jakarta😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s