Kupinang

Jam 8 malam  Jakata  terasa asing bagiku, lalu lintas masih cukup padat. Orang sini menyebutnya  macet.  Disamping  kantor ada warung telekomunikasi (Wartel).  Aku hampiri  dan masuk ke dalam salah satu bilik.  Gagang telepon  sudah menempel di pipi dan jemariku mulai memencet beberapa angka.

Dari gagang telepon yang menempel di telinga  terdengar  nada  “Tuuuut…. tuuutt…. tuuuttt…….”

“Assalamulaikum….”, suara dari ujung sana.

Suara yang sangat aku kenal. Intonasi dan gaya bahasanya  tidak asing lagi.  Hanya motivasi dan kebenaran yang keluar dari mulutnya.  Dialah  satu satunya orang yang marah jika aku dipanggil Samin.

“Waalaikum salam…..,  Sri ya ?”,kataku menebak dengan pasti.

“Iya…, eh maaf….,  ini dengan siapa ya ?”, terdengar suara dari ujung telepon,  sangat pelan, lembut dan datar.

“Masak tidak ingat dengan suaraku ? Kiro kiro sopo ?”

“Iya…., siapa ini ? maaf, suaranya agak kemresek. Tidak jelas”. Dari nada bicaranya bisa ditebak bahwa ia agak jengkel.

Aku maklum dengan ucapan Sri. Karena selama beberapa tahun kenal,  belum pernah sekalipun menelponnya. Bagiku telpon adalah barang mewah. Hanya orang kaya yang memiliki dan berhak menggunakannya.

“ Aku Ngajiyo….”.

“Hai…. apa kabar ?”, jawabnya riang.

“Alhamdulillah baik, ini baru selesai eksplorasi di Cigudeg. Saat ini ada di depan kantor, di Wartel”.

Pembicaraan  berlanjut. Karena sebulan lebih  tidak ketemu, topik yang dibicarakan pun tak habis habis.   Inilah pengalaman  pertamaku berbicara lewat telepon. Sangat menyenangkan dan tak akan pernah dilupakan. Terlebih lagi lawan bicaranya adalah  seseorang yang memiliki tempat khusus didalam  hati.

“Oh…. iya, terus lebaran besok kamu  mau kemana ? pulang kampung  atau ke Yogya ? ”, kata Sri.

Aku tidak menjawab pertanyaanya  dan mencoba  mengalihkan ke topik lain.

“Maaf ya Sri…, aku harus katakan ini lewat telepon.  Aku mau berkunjung kerumahmu. Aku mau ketemu kamu, bapak dan ibumu. Untuk melamarmu…”

Mohon maaf Sri…..,  Sekali lagi mohon maaf. Aku telah lancang”.

Suasana berubah hening……

Aku melanjutkan berbicara, “Dari  Jakarta  aku langsung kerumahmu dulu, sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Tapi kalau kamu keberatan, mohon maaf ya…. Sekali lagi mohon maaf.”

Suasana masih hening. Tidak ada jawaban dari  Sri di ujung telepon.

“Sri, mungkin ini tidak umum, tapi inilah caraku. Kalau kamu ijinkan, malam ini aku berangkat naik kereta. Kalau tidak diijinkan, aku pun tidak akan marah”.

Tak ada jawaban dari Sri. Aku seolah ngomong sendiri dengan tembok.  Hatiku semakin berdegub kencang menunggu jawabannya.

“Sri, bolehkah aku kerumahmu ?”

“Boleh ….  Assalamualaikuum……..”

“Klek…”, suara gagang telepon diletakkan. Tanda sambungan via telepon terputus dan pembicaraan pun  berakhir.– @lambangsarib —Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, intermezo and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

31 Responses to Kupinang

  1. utie89 says:

    kyaaa…

    Mau dunk dipinaang.😛

    suka banget sama tindakannya sri

    “boleh. Assalamualaikum.” klik.

    Kayaknya abis nutup, dia langsung jingkrak jingkrak kegirangan.
    Ya ga om??:mrgreen:

  2. cara minangnya keren pak,,,,
    wah setelah nutup telp pastri sri kegirangan…..

  3. Masya says:

    Awwww… kalo aku udah cakar-cakar tanah saking gembira tiada tara om.. ihirr

  4. pitaloka89 says:

    Waaahhhhhhhhh…..

    seperti itu toh… kisahnya pak Sarib #eh

  5. kebomandi says:

    jadi, kebelet pengen dilamar. #eh

  6. FF-nya boleh juga nih🙂

  7. DailyZy says:

    keren ini🙂

  8. bareta45 says:

    bagus bagus…..

  9. rangtalu says:

    heheh..

    #maaf mas, komennya singkat saja, saya mau ke wartel dulu… supaya ga keduluan yang lain😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s