Menulis bukan hanya untuk memburu kepuasan pribadi. Menulis harus juga mengisi hidup.

Malam kian larut. Hujan tak henti  mengguyur lebih dari dua jam lamanya. Mata susah terpejam, hanya karena berita sebuah media online  “banjir kiriman dari bogor”. Prediksi yang berulang dari tahun ketahun. Prediksi yang selalu benar, dan kita masih berproses untuk  mengatasinya.

Sobat blogger,  ijinkan saya mengutip bebas beberapa tulisan Pramoedya Ananta Toer tentang menulis.  Sengaja menulis ulang  bab 9 dari buku Anak Semua Bangsa. Saya yakin ini bermanfaat bagi bloger dan  pewaris negeri ini.

**********

Dengan hanya menulis, Tuan Minke, hidup bisa terlalu pendek. Tuan harus punya jadwal untuk hidup di udara terbuka. Kalau tuan terus menerus mengkamar begitu, tuan akan kehilangan banyak dari kekayaan kehidupan ini.

Sekaliwaktu ikutlah berburu, maka akan ada pandangan lain. Bagaimana rusa melompat lompat dan meneleng neleng mengintip pemburunya. Tanduknya yang indah bercabang cabang tak dapat menyelamatkan kulit dan jiwanya.

***********

Kehidupan ini seimbang, tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaan saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit. Kalau dia lebih banyak melihat penderitaan, ia melihat semua orang yang  menderita sebagai sahabatnya, semua ketidakadilan sebagai musuhnya.

************

Kalau tuan terus menerus begini, tuan tidak lagi akan bisa menulis cerita, tuan akan berpidato. Tuan akan berhenti sebagai pengarang dan menjadi seorang pemidato.

Baru baru ini orang orang atasan pada ribut membicarakan surat Kartini, yang untuk kesekian kalinya dibaca di depan sidang Liga Anti Maksiat di Netherland. Kartini adalah satu satunya gadis pribumi yang angkat bicara melalui surat dan karangan.

Kartini  membicarakan indahnya jaman modern di Eropa, yang diketahuinya dari tangan ke sekian. Tetapi di Hindia ini hanya malam saja yang ada. Jangankan jaman modern, setititk sinar pun tiada  tampak. Pribumi hidup dalam gelap gulita.  Karena ketidaktahuannya, mereka banyak melakukan kebodohan yang menertawakan.

Satu baris dari suratnya, sejauh yang kudengar dari kata orang orang : betapa senangnya bila orang bisa tidur entah sampai berapa lama, dan bangun bangun jaman modern telah tiba.

Kartini putus asa, tak tahu apa harus    ia perbuat untuk bangsanya. Maka ia merasa lelah karena terlalu banyak melihat  pada penderitaannya saja, ia mendambakan tidur, kemudian ikut menikmati jaman modern yang cerah setelah bangun. Jaman modern bukan dibangun dalam tidur dengan impian.

*******

Pengarang yang baik, Tuan Minke, seyogyanya dapat memberikan kegembiraan pada pembacanya, bukan kegembiraan palsu, memberikan kepercayaan, hidup ini indah.  Jangan pembaca itu dijejal dengan penderitaan tanpa kepercayaan bahwa, seberat berat penderitaan bisa dilawan, dan begitu dilalui bukan saja hilang bobotnya sebagai penderitaan, malah terasa sebagai lelucon.

Berilah harapan pada pembaca tuan. Menggiring diri sendiri ke sarang cacar sama gilanya  dengan takhluk pada sang penderitaan. Selama penderitaan datang dari diri manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa bisa dilawan oleh manusia. Berilah harapan pada pembaca tuan.

*****

Menulis bukan hanya untuk memburu kepuasan pribadi. Menulis harus juga mengisi hidup.

@lambangsarib

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in inspirasi and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

27 Responses to Menulis bukan hanya untuk memburu kepuasan pribadi. Menulis harus juga mengisi hidup.

  1. tetehayyu says:

    banyak belajar om lambang🙂 makasih :’)

  2. nyonyasepatu says:

    Setujuuu bgt mas. Menulis u mengisi Hidup

  3. zaki19482 says:

    R Tirto Adi S adalah Pahlawan terlupakan. Peletak dasar organisasi modern yang bercirikan Indonesia. Jauh sebelum Boedi Oetomo. Entah mengapa namanya tenggelam begitu saja. Padahal hasil kerjanya terasa sampai sekarang. Sampai kuburannya pun tak dapat kita temukan. Kenapa ya????

  4. metamocca says:

    suka ini —-> “Pengarang yang baik, Tuan Minke, seyogyanya dapat memberikan kegembiraan pada pembacanya, bukan kegembiraan palsu, memberikan kepercayaan, hidup ini indah.”

  5. Makasih sharing ilmu ne pak dhe😀

  6. Denny Leo says:

    Novel-novel Pramoedya, karya yang selalu ingatkan kita kaum intelektual untuk memberikan sesuatu yang berarti bagi bangsa dan negara.

  7. capung2 says:

    menulis buatku sebuah nutrisi penyemangat dlm beraktivitas… nice post !

  8. mintarsih28 says:

    bacalah dengan nama Tuhanmu

  9. Ilham says:

    iya rugi kalo nggak nulis. menulis itu life skill yang harus dipelajari setelah berbicara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s