Bangsa Eropa, Cina dan Arab Mengenal Kita, Sementara Kita Hampir Hampir Tak Mengenalnya

“Datanglah ke Nederland, Minke, kau akan takjub melihat terhimpunnya bukti laku dan pikiran leluhurmu sendiri, sejak yang dipahatkan pada batu sampai yang diguritkan pada lontar. Dan semua satu pun tidak diselamatkan oleh pewaris pewarisnya sendiri, bangsamu, tapi Eropa”.

Sebuah kutipan dari  sepenggal paragraf  buku Tetralogi Pulau Buru berjudul Anak Semua Bangsa, karangan Pramoedya Ananta Toer.

Sobat blogger, apakah yang ada di pikiran anda saat membaca potongan kalimat diatas ?

Banggakah anda karena orang orang Eropa itu mempelajari  dan menghimpun bukti sejarah dan pikiran pendahulu kita  ? Bahkan boleh jadi pemahaman mereka jauh lebih baik ?

Sedihkah anda karena  terhimpunnya bukti laku pikiran leluhur  ternyata satu pun tidak diselamatkan oleh pewarisnya sendiri ?

Malukah kita sebagai orang Indonesia yang tidak terlalu faham dengan sejarah dan fikiran fikiran pendahulu kita ?

Sobat blogger,…..

Sebagai penulis pemula, dengan rendah hati aku akui bahwa budaya kita bukanlah budaya menulis. Budaya kita pun  bukan budaya membaca. Kita berkewajiban untuk merubahnya.

Merubah budaya berbicara  menjadi budaya menulis dan membaca.

Sebagai blogger, kita berkewajiban menuliskan segala hal. Tulislah apapun yang kamu mau. Demi anak cucu dan pewaris negeri ini kelak. Hanya dengan tulisan, sejarah tidak  terputus. Hanya dengan tulisan, sejarah  akan bersambung dan berkelanjutan.

Menulislah terus, maka  anda akan selalu dikenang. Tak akan dilupakan  sejarah.

“Bangsa Eropa, China dan Arab  telah mengenal seluruh watak dan kemampuan pribumi Indonesia. Sebaliknya bahwa  Pribumi Indonesia hampir hampir tak mengenal Eropa, China dan Arab”.

Itulah awal dari keterpurukan kita sebagai bangsa INDONESIA.

@lambangsarib

.

butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Motivasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Bangsa Eropa, Cina dan Arab Mengenal Kita, Sementara Kita Hampir Hampir Tak Mengenalnya

  1. Dyah Sujiati says:

    dengan menulis hati menjadi lega. dengan menulis kita bisa mengajak orang. dengan dengan menulis pula, kita mewariskan sejarah (terlepas apakah iti sejarah yang baik atau yang sebaliknya).

    tapi kalau tuisannya GJ-GJ kayak saya punya, yak apa Pak? tulisane njur ora mutu, wkawka! sing penting ora mengeluh😀 (karena saya sangat tidak suka dengan tulisan yang berbau keluhan seseorang seolah dirinya adalah oorang yang paling menderita) #lho kenapa Dyah sewot di sini? haha!

    • lambangsarib says:

      yang penting menulis. Kita tidak akan tahu manfaat sebuah tulisan, sampai suatu saat terbukti bahwa tulisan kita ternyata menginspirasi seseorang jauh di seberang.

      Kebetulan saya sedang membaca novelnya Pram. Sekarang baru sadar, kenapa ia begitu ditakuti pemerintah yang berkuasa saat itu. Karena tulisannya begitu memotivasi seseorang untuk bangkit dan melawan ketidak adilan.

      *****

      Kata Sukarno, “mengeluh adalah tanda orang lemah”. Kata saya, “keluh kesah hanya milik para pecundang”.

      • Dyah Sujiati says:

        lha itu kalau tulisannya bermutu dan menginspirasi, Pak? Lha kalau kayak tulisan saya yang GJ and tidak bermutu itu lhoooo maksud saya -__-

        orang yang tulisannya sering mengeluh untuk hal yang remeh temeh adalah orang yang pesimis dan tidak menyenangkan #kesimpulan sporadis haha!

      • lambangsarib says:

        Selama sebuah tulisan masih ada yang membaca, itu bermakna menginspirasi. GJ atau tidak, bermutu atau tidak, menurut saya tidak ada parameter yang jelas bukan ?

        Buku Max Havelar, siapa menyangka itu menjadi pemantik pergerakan di Indonesia dari generasi ke generasi.

        Siapa menyangka surat surat Kartini menjadi buah bibir yang tak pernah padam hingga kini, di belahan dunia barat ?

        Alhamdulillah “blog GJ” ku juga bermanfaat, paling tidak mendapat baju gratis, beberapa surat dengan stempel pos Australia, dapat kiriman buku gratis, dan minggu depan dapat kursus menulis gratis.

        Semua begitu saja, tak terduga.

        Hehehe…… Padahal tulisane Sujiati keren loh. dibanding blog ini.

  2. capung2 says:

    sya ingin membuat tersenyum anak2ku lewat sebuah tulisan sederhana..
    nice post !

  3. yisha says:

    wow…………
    met berjuang………

  4. hilal says:

    this is what we call The vision of wrinting!

  5. lambangsarib says:

    Pram menjadi satu satunya penulis Indonesia yang sering terdaftar sebagai pemenang nobel sastra.

  6. Dewi says:

    Ayo nulis………walau nulis abal-abal, tapi kalo di baca ulang setelah beberapa tahun kedepan mungkin punya manfaat tersendiri (apa coba? )
    tapi jangan nulis di tembok rumah orang ya,,:mrgreen:

  7. genthuk says:

    tambahan dari pak iwan, budaya menulis jujur dan benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s