Belajarlah… Semoga Yang Kami Lakukan Bermanfaat Buat Kehidupanmu Kelak

Bentuknya bundar seperti globe,  yang sering dikenalkan guru IPA (Ilmu Pendidikan Alam) saat  duduk di bangku sekolah dasar. Terbagi menjadi enam buah bagian membujur. Tiga bagian berwarna biru dan tiga bagian lain berwarna putih, berselang seling. Pembagian tiap partisi sama besar, membujur lurus  dari atas kebawah.

Bagian berwarna putih terlukis gambar  bunga  dengan warna kontras. Kuncup daun berwarna kuning, daun berwarna merah dan tangkainya berwarna hijau berbintik hitam. Sebuah deretan tulisan membujur cekung kebawah “Amorphophallus Titanum”.

Sulit bagi lidah orang Indonesia untuk mengucapkan sederet huruf latin tersebut. Kelompok talas talasan ini  tumbuh dengan sendirinya di hutan tropis endemik Sumatra.  Jika pada umumnya bunga berbau harum,  sebaliknya dengan bunga ini. Ia berbau bangkai yang mengundang lalat mengerubuti. Mungkin saja karena itu, orang sering menyebutnya sebagai bunga bangkai.

Tepat diatas gambar bunga bangkai, sebuah deretan kata berbentuk cembung keatas. Bogor Botanic Garden – Koperasi Kebun Raya Bogor.

Di salah satu  kutubnya terdapat sebuah lubang dari bahan karet, lengkap dengan tutupnya. Itu adalah tempat untuk meniup atau memasukkan oksigen kedalam  bola.  Semakin penuh oksigen di dalam, maka bentuk dan pantulan bola akan semakin sempurna.

Nduk, itulah bola kesukaanmu. Warna biru – putih, yang kita beli setahun yang lalu saat menghadiri acara  ulang tahun salah satu sahabatmu, Zahra.

Kamu masih ingat kan nduk  ?

Setahun yang lalu, saat bola itu bapak beli seharga Rp. 10,000,- kamu baru mampu mengejar dan memegangnya. Menendangpun tampaknya kamu masih kesulitan.

Kini, setahun telah berlalu.

Ternyata kamu sudah mampu memegang bola itu lebih erat. Kamu menendang bola lebih keras.

Senyummu mengembang saat bapak berkata, “keras amat nendangnya nduk ?”.

“Kiky ma’emnya banyak yah ? Kalau ma’emnya banyak, kakinya kuat kayak badak, kakinya panjang kayak jerapah”.

Kamu suka banget kalau bapak bilang seperti itu. Biasanya makanmu tambah lahab  sambil berlarian menendang bola.

Setahun lamanya kamu belajar berinteraksi dengan bola. Bapak yakin, bahwa dalam setahun ini otakmu bekerja. Syaraf motorik kasarmu berupaya lebih keras agar  lihai memainkan bola.

Mungkin kamu sering melihat kak Mohtar dan Kak Yoga bermain bola di taman  ? Atau mengamati kakak kakak  pemulung, yang asyik  main bola setiap sore ?

Ketahuilah nduk, kemarin  adalah hari pertama bapak melihat kamu  mampu menangkap bola dengan sempurna.

Sepertinya kamu bangga sekali.  Kalau benar, maka  nikmatilah kebanggaan itu. Bapak mungkin hanya bisa bertepuk tangan menyemangati. Mata ibumu pun  tampak berkaca memandangmu menangkap bola itu.

Kamu minta bapak berdiri. Dengan bola ditangan, kamu mundur beberapa langkah ke belakang, meletakkan bola, dan dueeel….. kamu menendangnya.

“pak ambil olanya”, bibirmu  tersenyum dan jemari lentikmu menunjuk ke arah bola.

Setelah bapak mengambilnya, kemudian kamu  berkata lagi,

“pak, berdiri disitu”.

“stop, situ pak erdiri”.

“empar pak, … empar…”.

Wuuss, bapak lempar bola itu. Dan…… “ups”, kamu menangkapnya. Dua buah tanganmu mampu menangkap bola tersebut dengan sempurna.

Alhamdulillah nduk, setahun lamanya kami mengajarimu menggunakan syaraf motorik kasar. Kini kamu pun mampu melakukannya.

Ayo nduk…, kita bermain bola lagi.

Tak terasa lebih dari sejam lamanya  kita  bermain bola. Begitu cepat waktu berlalu. Entah itu hanya perasaan, atau memang begitu adanya.

Jika kita berdua duaan dengan orang yang kita cintai, waktu seolah berlalu begitu cepat.

Nduk, anakku……

Jika kamu mencintai Tuhanmu, maka berdua dengan Nya di waktu menjelang subuh itu seolah hanya hitungan detik. Karena bapak mencintaimu, maka  tiga tahun adalah waktu yang pendek  untuk mencurahkan seluruh kasih sayang dan membentuk karaktermu.

Nduk…, kita harus tetap bermain. Hanya panggilan sholat dan panggilan ibumu yang mampu menghentikan kebersamaan kita.

Tendang dan tendang terus nduk….., bolanya tendang saja kearah manapun kamu suka.

Tiba tiba ada sesuatu yang menghentak hentak paru paru bapak. Kontraksi pada diafragma terjadi secara tiba tiba. Ini berulang ulang. Udara yang tiba tiba lewat kedalam paru paru, menyebabkan glotis (ruang pita suara) menutup.

“hiks….. hiks…. hiks…..”, berkali kali  suaru itu keluar dari mulut bapak. Tidak disengaja, terjadi begitu saja secara refleks.  Dalam hitungan menit, bisa terjadi lebih dari dua puluh kali. Orang menyebutnya ini cegukan.

“Ini namanya cegukan nduk,……”, kataku dalam hati, tak sampai hati aku mengucapkannya.

Setelah menendang bola, Kiky tiba tiba berlari kedalam rumah. Saya terbengong bengon dibuatnya. Tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tiba tiba saja dia meninggalkan saya, tanpa mengucap sepatah kata pun.

Dan saya pun diam membisu di halaman depan. Sambil menunggu ada apa  gerangan anakku masuk kedalam rumah dengan tergesa.

“pak mimik, mimik…. pak…., mimik”.

“egu’an pak…. egu’an”.

Saya hanya terteguan, tanpa mampu bicara. Segelas air putih disodorkan  anakku  saat  cegukan mendera.

“Oh….. nduk, terimakasih. Matur nuwun yah….”, sambil kuambil gelas berisi air putih yang ada di tangannya.

Kamu sudah belajar banyak nduk. Belajarlah apapun yang kamu mau dari kami. Semoga yang kami lakukan ini  bermanfaat buat kehidupanmu kelak.

— @lambangsarib —

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Belajarlah… Semoga Yang Kami Lakukan Bermanfaat Buat Kehidupanmu Kelak

  1. Pingback: Postingan ke 100 |

  2. Masya says:

    paling suka kalimat ini “Nduk…, kita harus tetap bermain. Hanya panggilan sholat dan panggilan ibumu yang mampu menghentikan kebersamaan kita.”.. ayo terus bermain ya dede… semoga nanti aku bisa ketemu si dede ya om🙂

  3. Larasati says:

    hehe makannya banyak kakinya kayak badak yah lucu juga😀

  4. Ilham says:

    wah pinternya. kok kiky bisa tau dari mana ya cegukan harus dikasih minum…😀

  5. zaki19482 says:

    Saya sedang membayangkan melakukan dengan putri saya yang usianya 9 bulan waktu baca tulisan ini. Rasanya indah sekali. Saya juga panggil anak saya dengan sebutan “nduk”. Rasanya lebih dekat gitu

  6. danirachmat says:

    Kiky pinter banget Mas. Perkembangan fisiknya juga bagus.. Semoga sehat terus ya Mas..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s