Walau Usang, Mebel Itu Tetap Membanggakan

Kenapa nduk ? kamu suka duduk  duduk dan tiduran di bangku kayu jati khas jawa tengah  ini ?

Yah… kamu tidak menjawab. Atau kamu segan untuk  menjawab  dengan kata kata ? Terlalu susah pertanyaannya ? Atau mungkin kamu  belum mampu merangkai kata kata  untuk menjawab ?

Tapi tak mengapa, tatapan mata tajam itu sudah menyiratkan sebuah makan. Aku tahu itu. Karena itulah cara ibumu berkata “suka”. Yang pastinya sudah diturunkaan ilmunyanya.

Nah loh…. kamu malah tersenyum, padahal ada dot dengan sebotol susu instan terselip di mulut mungil yang sedang tersenyum mengembang.

Boleh bapak cerita sedikit nduk ?

Ketahuilah bahwa saat ini kamu merebahkan diri  diatas kursi panjang kayu jati yang terlihat usang. Bapak suka melihat kamu mau tiduran disitu. Walaupun mungkin agak keras karena memang  tanpa spon.

Orang kota sering menyebutnya sofa. Namun ini beda. Sofa biasanya  empuk karena terbuat dari spon dan dibalut oleh jok kulit yang mewah. Warnanya pun beraneka ragam, merah kuning hijau layaknya pelangi diatas awan.

Dikampung nenekmu, tempat duduk ini dinamakan mbale. Terbuat dari kayu jati ukiran khas Jepara dibeberapa sudutnya. Tidak dibungkus jok kulit mewah. Hanya di plitur warna kecoklatan. Bahkan mbale yang tidak diplisturpun terkesan antik jika sudah lama digunakan.

Ketahuilah nduk, di bangku itu dulu bapak bermain. Dibangku itu dulu kakek dan nenekmu suka glelengan sambil uro uro. Dikursi itu dulu nenekmu menidurkan bapak dengan lagu ilir ilir nya sunan kalijogo. Walaupun kata orang  suara nenekmu agak cempreng, namun bagi bapak lebih merdu dibanding suaranya syahrini.

Mungkin  kelak kamu bertanya, kenapa bapak suka melengkapi perabotan rumah  dengan perabotan yang usang yang jauh dari modernitas.

Mungkin kelak kamu akan melihat rumah sahabatmu  dipenuhi oleh mebel buatan luar negeri yang mahal. Selain kualitas  import,  pasti bagus bagus dan modelnya  sedang ngetren.

Mungkin kelak kamu membandingkan  dan merasakan bahwa bapak adalah orang kuno yang sama sekali nggak mbois.

Nduk, ketahuilah bahwa memang sengaja bapak menggunakan mebel mebel kusam itu karena banyak hal.

Mebel mebel itu mengingatkan bapak akan leluhurmu dulu. Lihatlah kursi bonggol jati itu. Itu adalah peninggalan nenek buyutmu. Disitulah dulu bapak belajar kehidupan dari  buyutmu diteras rumah. Nenek buyutmu, kakekmu dan bapakmu, dulu menggunakan kursi yang sama dengan yang kamu duduki saat ini.

Mebel mebel itu seolah dapat berbicara  pada sahabat bapak. Bahwa budaya dan seni nenek moyang kita, orang jawa samin kala itu  sudah tinggi dan termasyur. Tidak kalah dengan hasil karya seniman kontemporer saat ini.

Perabot itu membuat bapak bangga sebagai orang jawa, membuat bapak bangga sebagai orang indonesia. Kebanggaan yang akan bapak sampaikan kepada siapapun.

Kamu tahu sahabat bapak yang bernama om Viktor yang warga negara Swiss itu ? Kamu kenal dengan sahabat bapak yang bernama om Brad Major, yang peranakan Inggris raya dari Australia itu ?

Mereka mengagumi perabotan rumah tangga kita yang sudah budukan. Mereka bilang jiwa seni orang orang kampung di pelosok jawa tengah itu luar biasa. Mereka mengaguminya dengan sepenuh hati. Terus terang bapak bangga ….

“mbang, kenapa banyak  pejabat negerimu tidak menyukainya ?”, itu kata om Brad dalam bahas Inggris khas Australia.

Orang asing kulit pucat  ini malah berceramah, “Seharusnya pejabat negeri ini bangga dengan kreasi anak bangsa. Seharusnya pejabat negeri ini berpihak pada kehidupan mereka. Seharusnya pejabat negerimu memberi perhatian lebih kepada hasil karya anak negri. Seharusnya pejabat yang kamu pilih dengan biaya mahal itu memproteksi dan berupaya agar produk dalam negeri dikenal luar. Bukan malah sebaliknya, seperti saat ini”.

Nduk, susah sekali menghentikan ocehan orang asing ini saat  ceramah. Kalau dituliskan disini, bisa berlembar lembar.  Semakin panjang ceramah mereka tentang perbaikan negeri ini, semakin pusing kepala bapak dibuatnya.

Nduk,…….

Nduk,….. yah…, kamu malah tertidur.

— @lambangsarib—

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

32 Responses to Walau Usang, Mebel Itu Tetap Membanggakan

  1. katacamar says:

    wah justru mebelnya mas lambang yang keren, jati blora kan terkenal kualitasnya paling bagus, kalau disuruh milih saya juga suka yang orisinil, alami… keren
    keheranan orang barat dirasakan juga kok sama rakyat… heran banget malah… embuh lah

  2. yisha says:

    picnya mana pak?

    • lambangsarib says:

      Mencoba untuk tidak menyertakan gambar, sbg sarana untuk belajar mendiskripsikan sesuatu objek. Jika pembaca memahami diskripsi saya, alhamdulillah. Jikapun tidak, juga alhamdulillah.

  3. Kursi yang bernilai historis ya pak🙂

  4. arip says:

    Terlalu silau sama budaya Barat para pejabatnya.

  5. Erit07 says:

    Mantap mebelya…

  6. Larasati says:

    fotonya mana pak lambang, pengen lihat kursi usangnyaaa…pasti keren yah, semakin usang barang antik itu semakin bernilai sebenarnya nilainya dari sebuah kenangannnya itu yah….

    • lambangsarib says:

      mencoba belajar mendiskripsikan sesuatu, itu jawaban untuk yisha dibaca yah…. hehehe

      • Larasati says:

        hmm aku baru baca komentnya yisha hehehehe…tapi bisa digambarkan sih yah gimana mbale nya ituu, soalnya dirumah juga masih ada beberapa barang bekas simbah2 dulu, tadinya masih ada mbale juga tp udah diambil sama om, yg tertinggal sekarang meja makan besar ama beja kecil yg ada ukiran jeparanya….

      • lambangsarib says:

        Salah satu inti menulis fiksi adalah mendiskripsikan sebuah obyek. Coba kita baca bagaiman andre hirata mendiskripsikan sesuatu, luar biasa bukan ? Menurut saya sangat sulit, menurut laras ?

  7. hilal says:

    Saya yakin, anak perempuan yang disebut “nduk” itu pun akan bangga dengan bapaknya. Suatu saat nanti, insya Allah

  8. Dyah Sujiati says:

    om Brad Major, yang peranakan Inggris raya dari Australia itu ? —> Mwahahaha! Peranakan?😛

    kursi panjang kayu jati yang terlihat usang. Bapak suka melihat kamu mau tiduran disitu. Walaupun mungkin agak keras karena memang tanpa spon.—> Lha? Wong kursi ityu kursi mahal -__-

  9. ryan says:

    Bale ya… uh dah lama gak tiduran di bale di depan rumah pas sore diiringi angin sepoi sepoi.

  10. abi_gilang says:

    Gara2 kiky tidur jadi ceritanya berhenti deh:mrgreen: besok lanjut lagi ya🙂

  11. genthuk says:

    hayuk kita cari yang bagus-bagus untuk dilestarikan

  12. lieshadie says:

    Foto mebelnya mana Pak..pengin liat hehehe

  13. danirachmat says:

    kalo saya sih bukan ga bangga trus ga pake jati Mas. KArena harganya jati belom kebeli Mas.. Hihihihi. Kalo sudah mampu pengennya pake dari kayu-kayu gitu.😀

  14. utie89 says:

    pejabat menghargai karya dalam negeri???
    akankah cuma mimpi???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s