Nabok Nyilih Tangan dan Politik Sengkuni

Satu rupiah saja  Anas korupsi di hambalang, gantung anas di  monas“. begitu yang terucap beberapa waktu lalu. Kata seorang tokoh politik dan ketua umum sebuah partai besar yang sedang tersandung masalah korupsi.

Mulutmu harimaumu, begitulah peribahasa yang jamak digunakan. Orang jawa mengatakan, “ajining diri ono ing lathi”. Berharga tidaknya seseorang sangat tergantung dari ucapannya. Konsistensi ucapan, kesatuan ucapan dan perbuatan adalah penentu utama kualitas seseorang.

Mungkin kata itu terlontar begitu saja, tak disengaja. Mungkin kata itu terucap saat kegundahan akibat tekanan media yang  bertubi. Mungkin kata itu terucap kala kepundan ketenangan dalam hati sudah tidak mampu menutupi kegalauan.

Kata, sekali terucap tak kan mungkin ditarik kembali. Walau tak berbentuk,  kata bisa lebih melukai dibanding sabetan  pedang.

Sebuah kata yang terucap seringkali bagaikan bara api di padang rumput yang gersang. Sekali menyulut, maka terbakarlah semua. Teramat sulit memadamkannya, bahkan ada yang mengatakan mustahil.

Ucapan itu sudah terlanjur diingat publik. Tercatat dan terekam kuat di media mainstrem. Media sosial pun  tak ketinggalan untuk merekamnya.

Kini rekaman itu diputar ulang. Mungkinkah ucapan itu benar benar membawanya ke tiang gantungan ? Publik hanya mampu menunggu sejarah yang sedang dicatat.

Au“,………  dalam sistem periodik unsur ilmu kimia dikenal dengan singkatan Aurum atau emas.  “Au“,……..  sering pula digunakan sebagai singkatan dari Angkatan Udara. Orang kedongteran sering menggunakan “Au” sebagai auris utro, yang bermakna kedua telinga. Bahkan, anak anak alay seringkali  menggunakannya, “Au ah…. gelap !”.

Dan kini, KPK menetapkan Au menjadi tersangka.

Sementara itu di linimasa twitter  ramai dengan istilah  “nabok nyilih tangan”, setelah sebelumnya heboh status “politik sengkuni”.

Semoga hukum tegak di negeri ini. Semoga tidak ada lagi kata konspirasi. Semoga tidak ada “dusta” diantara pejabat negara.

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

26 Responses to Nabok Nyilih Tangan dan Politik Sengkuni

  1. mintarsih28 says:

    ah teramat berat hidup jadi orang besar. andai yang mengucap orang jalanan tak tahu rimbanya, romannya akan berbeda.

    makan hanya sepiring Au sakitnya hidup sebagai pecundang.

    sepakat pak lambang semoga tidak hanya panggung sandiwara shg terhapus kata konspirasi. dan apakah yg mengucapkan kata ini juga kena hukum rimba,”mulutmu harimaumu”

  2. peta says:

    monas menunggumu au..

  3. mamayara says:

    Cuma nyimak.. mas untuk kasus ini…
    Tapi konspirasi itu tak terjangkau dengan otak polos saya. Seperti kasus Antasari Azhar, sidang pengadilan udah bicara lain, wiliardi wizard udah ngaku, saksi-saksi byk yang diragukan kebenarannya, toh beliau tetap dipidana kan?Saya cuma bisa bertanya Ada apa? tanpa ingin tau jawaban tanpa ingin mencari jawaban.. semua berpulang pada YAng Maha Mengetahui

  4. zaki19482 says:

    Kalau rakyat jelata yang omong mungkin gak masalah. Tapi, kalau orang besar yang omong jadi “IDU GENI”. so, harus ati-ati

  5. Kayaknya Mas lambang ini yang harus menjlentrehkan semua konspirasi itu, hehehe Mending ya Mas, kita jadi orang biasa, mau poligami juga nggak bakal masuk koran. Coba AU yang pligami. bisa masuk headline media, hahaha
    soal digantung di monas itu silahkan diurusi yang lain asal jangan saya, soalnya rumah saya jauh dari Monas, hahaha

  6. capung2 says:

    dramanya msih seru untuk diikuti nie…
    #lanjutkeun:mrgreen:

  7. genthuk says:

    Ahhh, kira-kira aku di posisi Anas aku bakal ngapain ya?

  8. Erit07 says:

    Pusing mikirin mereka…

  9. Biasanya yang berani mengucapkan kalimat seperti itu (setara dengan sumpah ya?), adalah orang-orang yange memang yakin dirinya bersih ya…

  10. yah semoga yang bener bener korupsi yang ditangkap

  11. danirachmat says:

    amin aja Mas sayah mah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s