Menulis Di Pagi Hari Saat Pikiran Fresh

Satu satu aku sayang ibu, dua dua aku sayang ayah
Tiga tiga sayang adik kakak, satu dua tiga sayang semuanya

satu satu aku sayang empus, dua dua aku sayang gajah
Tiga tiga sayang zebra jerapah, satu dua tiga sayang semuanya

Lagu yang terdengar agak  aneh ini kamu nyanyikan   dengan  keras di pagi buta.  Bapak terbangun dan mendapati bahwa   jam dinding rakitan  ibumu menunjukkan pukul 04:00 dinihari. Bahkan suara  adzan subuh yang biasanya dikumandangkan om Sayuti  dari musholla Assalam belum juga  terdengar.

Kamu sudah bernyanyi dengan sedikit berteriak, apa  maksudmu nduk ?

Apakah memang dengan sengaja kamu melakukan itu agar kami orang orang dewasa pemalas ini segera bangun dan menunaikan kewajiban ?

Akibat nyanyianmu itu rumah kita  terdengar riuh disaat rumah  tetangga kita masih sunyi. Rumah kita jadi  terlihat paling terang, sementara itu  rumah rumah  tetangga masih gulita karena lampu belum dinyalakan. Itu artinya mereka masih pada  tidur, dan di pagi buta ini  kita sudah memulai aktivitas disaat tetangga masih di peraduan.

Tenang saja nduk, bapak tidak akan pernah marah. Bahkan bapak malah bahagia jika kamu bangunkan kami setiap menjelang subuh.

Setelah kita selesai  menunaiakn sholat berjamaah, biasanya  ibumu akan segera menghidangkan teh wasgitel (wangi panas legi kenthel) kesukaanmu dan kesukaan bapak. Pagi ini minuman kebesaran itu  ditemani brondong dan kripik tempe oleh oleh Om Dody dari kampung. Wah…., bener bener enak ya nduk ?

Tetaplah bernyanyi nduk. Bernyanyilah yang keras janganlah ragu. Kamu boleh menyanyi apa saja yang kamu mau.  Kamu boleh menyanyikan lagu anak anak yang sering kamu dengar lewat CD. Kamu boleh menyanyikan lagu kegemaran kita berdua. Kamu pun boleh menyayikan lagi khosidah kesukaan ibumu.

Atau kamu mau menyanyikan lagunya NOAH atau  lagunya Julia Perez  ? Silahkan saja….. Karena bapak yakin kamu tidak  bisa menyanyikan lagu itu. Setahu bapak, dari kamu lahir hingga saat ini, belum pernah sekalipun kamu mendengarkan lagu mereka.

Maaf ya nduk, itu semua memang bapak sengaja. Semoga kelak  kamu mengerti  mengapa bapak melakukan hal itu.

Sambil mendengarkan kamu menyanyi. Sambil menunggu ibumu menghidangkan tempe goreng. Sambil menunggu Om Dodi dan Tante Nunik bangun, ijinkan bapak bekerja yah ? Ijinkan bapak menulis beberapa alenia di blog ini ya nduk ?

“boleh pak…., boleh…”, itu kata yang terucap dari mulut mungilmu.

“Alhamdulillah, baik nduk, terimakasih yah…”

“Semoga tulisan bapak ini ada manfaatnya. Semoga kelak kamu membaca tulisan bapak ini. Terimakasih ya nduk….”

Oh iya nduk, ibumu pernah berpesan begini, “pak, kalau menulis ada baiknya di pagi hari ketika bangun tidur”. “saat itu pikiran fresh dan  otak encer”. “Bapak bisa menulis sebelum sholat subuh, atau setelah sholat subuh hingga jam kerja menjelang”.

Ketahuilah nduk, bapak mencoba menuruti salah satu nasehat ibumu itu. Memang  awalnya berat, terlebih lagi disaat  bapak kerja lebur  hingga larut malam.

Akan tetapi, setelah dijalani beberapa waktu, ternyata asik juga. Bapak malah menjadi ketagihan menulis  diwaktu subuh.

Bapak sangat berterimakasih pada ibumu. Nasehat nasehatnya banyak banget yang bermanfaat. Oleh sebab itu nduk, jika ibumu berbicara dengarkanlah.  Perkataan apapun yang keluar dari mulutnya, selalu dilandasi akan cinta terhadap keluarganya.

Terus terang saja nduk,  bapak jarang sekali mengucapkan terimakasih pada  ibumu. Kelak jikalau kamu sudah mampu membaca, katakan pada ibumu ya nduk….. Bahwa  bapak sangat berterimakasih pada semua yang telah ibumu kerjakan.

Semenjak ibumu mengatakan hal tersebut diatas, kamu seolah berkolaborasi dengan ibumu. Setiap pagi pukul tiga atau pukul empat dinihari kamu  bangun, lalu  menyanyi keras keras.

Perkataan ibumu itu mengingatkan bapak dengan nasehat    KH. Hasyim Asy’Ari untuk orang orang  pencari  ilmu.  Banyak sekali nasehat luar biasa  beliau tulis dalam BLOGNYA kitabnya,  Adabul ‘Alim Wal Muta’alim.  Diantaranya  adalah :

Untuk mendapatkan ilmu sehingga  mudah memahaminya, maka  pencari ilmu hendaknya  membersihkan hatinya  dari dendam, iri, dengki dan  niatan lain yang kurang terpuji. Tanpa kebersihan hati bisa dipastikan seorang pencari ilmu akan gagal. Hanya orang orang pemilik kesucian kalbu lah yang mampu menyerap ilmu, karena esensi  ilmu itu bersumber dari langit.

Selain itu,  pencari ilmu hendaknya memiliki niatan awal yang baik. Yaitu mencari ilmu dalam rangka mendapatkan ridlo Tuhan. Jika sudah mendapatkannya,  hendaknya mereka berniat untuk  mengamalkannya demi kebaikan umat manusia secara umum. Jangan sampai ilmu yang didapat  digunakan hanya  untuk kepentingan duniawi. Apalagi hanya untuk sebuah pangkat, kedudukan atau bahkan kesombongan belaka.

Beliau mengajarkan pula bahwa waktu terbaik  untuk belajar dan pendalaman ilmu adalah waktu sahur (sebelum sholat subuh) hingga pagi pagi hari sebelum fajar.

Nduk, hanya itulah yang  mampu bapak tulis ulang dari wasiat  ulama besar panutan para  penadahulumu. Tentunya kamu tidak puas dengan sepenggal coretan ini.

Kalau memang tidak pusa, itu bagus, tandanya kamu adalah pencari ilmu. Untuk itu, lengkapilah  tulisan bapak ini. Kamu bisa membacanya sendiri di kitab Adabu ‘Alim Wal Muta’Alim. Jika itu belum cukup, pergilah ke Pondok Pesantren Tebu Ireng – Jombang – Jawa Timur. Bacalah semua buku buku di perpustakaan pondok pesantren tersebut. Ikatlah apa yang telah kamu baca dengan menuliskannya di buku atau blogmu, tentunya  gaya bahasamu sendiri.

@lambangsarib

 

csm cargoJasa Cargo Murah —->

Twitter : @csmcargo

 

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

40 Responses to Menulis Di Pagi Hari Saat Pikiran Fresh

  1. utie89 says:

    ilmu itu ibarat cahaya, dan hati sebagai gelasnya.
    Jika gelas kotor, maka cahaya tidak akan masuk. Namun bila gelasnya bersih, bening, maka akan ada begitu banyak cahaya yang bisa memasukinya.
    ^-^

  2. yeye says:

    Betul mas, klo nulis pagi hr pikiran msh fresh🙂
    Tp klo sy agak repot nulis pagi, udah heboh urus anak soalnya hehehe

  3. ryan says:

    Setuju mas. di saat pagi, semua fresh, ide datang lebih segar dan banyak…

  4. yisha says:

    wah, pagi nge teh juga ya pak? bukan ngopi?

  5. iya sih, subuh paling bagus untuk nulis, cuman loadingnya internetku agak gimana gitu kalo subuh😀

  6. nyonyasepatu says:

    Subuh itu emang otak paling jernih ya mas tp mata paling ketutup hihi

  7. Wkwkwk kalo saya menulis kapan aja pak. Pas ada ide ya buka netbook. Kalo ga’ ada netbook ya sementara diendapkan dipikiran dulu🙂

  8. lieshadie says:

    Kalo saya malah malem Pak, saat anak – anak dan suami dah pada bobo, bikin konsep sampe terkantuk2 ….publishnya tar siang di kantor hahaha…..kalo pagi, urusan dapur dan krucil2 saya yg mo berangkat sekolah.

  9. Erit07 says:

    Wah boleh juga tuh menulis di pagi hari,pikiran masih segar…

  10. abi_gilang says:

    Nulis pagi hari? kayaknya buat akang sulit banget soalnya mesti ngejar waktu berangkat kerja🙂

  11. metamocca says:

    Kenapa terimakasih-nya gak ngmg langsung aja Om?🙂 pasti seneng deh kalau tau langsung ternyata dirinya ‘didengarkan’ dan kata-katanya berarti besar…🙂

  12. Ilham says:

    saya juga lumayan sering nulis pagi. tapi saya suka lama mikirnya, baru selesai berjam2 kemudian.😀 harus dibiasakan mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s