Kita Tidak Perlu Bersedih Jika Kehilangan Sesuatu

Nduk, pagi ini kamu menangis di stasiun kereta api pasar senen. Tangismu begitu keras, hingga membuat banyak orang menjadi iba melihatnya. “kiky au naik eretaaa……, kiky au naik eretaaa……, kiky au naik eretaaa……”, kamu katakan itu berulang ulang. Sambil tanganmu menunjuk dua orang yang ada di ruang tunggu didalam stasiun.

Maaf bapak nduk, tidak bisa mengantarkan kamu masuk kedalam stasiun kereta. Bukan karena bapak tidak mau mengantarkanmu masuk, melainkan karena ada tulisan “selain penumpang dilarang masuk”.

Sewaktu bapak kecil dulu, pengantar penumpang kereta api diperbolehkan masuk kedalam setasiun. Begitu pun halnya dengan pedagang asongan dan calo calo tiket. Mereka bebas berkeliaran di area stasiun kereta api. Walau ada sedikit manfaat bisa mengantar seseorang hingga pintu kereta api, tapi mudhorotnya ternyata lebih banyak.

Calo tiket berkeliaran tanpa bisa dicegah, yang tentu saja sangat merugikan penumpang dan jawatan kereta api. Pedagang asongan bisa keluar masuk kereta api menjajakan dagangannya dengan bebas. Yang paling menjengkelkan adalah banyaknya pencopet dan pelaku tindak kriminal bisa membaur dengan penumpang dan pengantar dengan leluasa. Sehingga mereka dengan mudahnya melakukan aksi kriminalitas.

Kini semua berbeda nduk. Pengantar penumpang kereta api hanya dibatasi sampai parkiran mobil saja. Setelah itu, pengantar dan penumpang harus berpisah tepat dipintu masuk stasiun yang dijaga aparat berwenang. Peraturan ditegakkan dengan tegas. Kita harus berterimakasih pada dierktur utama PT. KAI yang baru, Ignatius Yonan. Dialah yang membawa angin perubahan di jawatan kereta api serta memulai reformasi birokrasi.

Nduk, tangismu membuat dua orang di dalam ruang tunggu stasiun itu tampak bersedih. Ia adalah nenek dan tantemu tercinta. Walau tampak tegar, tapi dari matanya yang berkaca menunjukkan hatinya bersedih.

Mungkinkah kamu bersedih juga ditinggal orang orang yang menyayangimu nduk ?

Apakah karena kamu tidak mampu mengekspresikan kesedihan itu dengan kata kata, makanya kamu menangis. Mungkinkah tangisanmu dengan berteriak, “kiky au naik eretaaa……, kiky au naik eretaaa……, kiky au naik eretaaa……” itu bermakna kamu tidak ingin ditinggalkan nenek dan tantemu ?

Nduk, dua minggu lamanya nenekmu di jakarta, di rumah kita yang penuh kedamaian ini. Hampir 14 X 24 jam lamanya kamu bermain dan bercengkerama dengan nenek. Bahkan tidur pun kamu lebih suka dikeloni nenek, dibanding dikeloni bapak. Apakah itu yang membuatmu tidak rela ditinggalkan ?

Nduk, harus bapak ceritakan pula bahwa ditinggal nenek adalah beban kesedihan tersendiri buat bapak dan ibumu. Mulai hari ini, bapak akan kangen masakan khas nenekmu. Sayur semur tahu, pecak tempe, ikan asin goreng, sambel goreng terong, dan sayur asem. Itu masakan luar biasa lezat yang terhidang dimeja makan dalam dua minggu ini.

Mulai besok, sayur dan lauk masakan nenekmu itu tak akan ada lagi terhidang di meja makan kita.

Bapak juga bersedih nduk, mungkin karena bapak sudah tua sehingga kesedihan itu tidak seekspresif tangisanmu.

Nduk, untuk membuatmu berhenti menangis, tadi bapak berjanji untuk mengajakmu naik kereta api besok atau lusa. Kita naik kereta api listrik (KRL) dari stasiun manggarai saja ya nduk ? Insya Allah besok atau lusa, kita berdua naik kereta api. Kamu boleh ajak ibumu, boleh juga tidak. Kamu yang menentukan.

Nduk,…..

Sepulang dari setasiun senen, sewaktu kita naik mobil Honda stream kreditan yang belum lunas, ibumu baru sadar kalau ternyata anting antingmu tanggal satu. Entah dimana tanggalnya nduk, mungkin saja waktu kamu meronta tadi di stasiun pasar senen.

Ibumu bilang, “loh…. kik, kok anting antingnya yang kiri tidak ada ?, hilang dimana ?”.

Seolah kamu tahu maknanya, segera kamu membuka kaca di atas plafon mobil dan melihatnya. Kamu memandang dan memegang daun telinga kirimu yang tanpa anting anting. Bapak fikir kamu mau menangis karena kehilangan barang kesukaanmu. Eh, ternyata kamu malah nyengir dan tertawa.

Untunglah nduk, anting antingmu yang hilang adalah yang dibelikan ibumu. Sedangkan satu anting antingmu yang lain, yang berwaran putih pemberian Om Agung dan Tante Ika masih ada dirumah.  Disimpan rapi ibumu di dalam lemarinya.

Nduk,  terimakasih sudah memberikan bapak ilmu tentang keikhlasan. Bahwa kita tidak perlu bersedih jika kehilangan sesuatu. Semua yang ada di dunia ini adalah titipan dari Tuhan. Kita hanya menyimpan dan menjaga titipan itu. Saat waktunya tiba, maka titipan itu akan diambil lagi oleh Tuhan. Atau bahkan terkadang kita yang harus meninggalkannya.

 

 

@lambangsarib

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

14 Responses to Kita Tidak Perlu Bersedih Jika Kehilangan Sesuatu

  1. danirachmat says:

    intinya belajar kecewa ya Mas. salah satu bagian penting dari tumbuh kembang anak

  2. utie89 says:

    soal kehilangan, sekarang juga aku lagi sedih om😦
    tapi ngga akan lama dan ngga boleh lama, life must go on, ya kan??
    dan betul kata om, semua akan kembali pada Alloh.

  3. genthuk says:

    semoga ketemu lagi di lain kesempatan ya Ki

  4. Titik Asa says:

    Tentang kehilangan, rasa berat yg dirasakan, tp memang ada hikmah di kemudian hari. Seperti saya yg pernah merasakan kehilangan yg terberat dl perjalanan hidup saya. Kehilangan pekerjaan, dulu saat krismon thn 98.
    Salam,

  5. nyonyasepatu says:

    Kesangkut di baju mungkin mas antingnya. Aku sering ngalamin soalnya hehe

  6. Ilham says:

    mungkin kehilangan itu juga penyeimbang rejeki ya mas. karena Tuhan sudah mengatur seberapa yang layak kita dapatkan. kalo lebih dari jatah, walau hanya sebelah anting milik anak tercinta, akan diambil. atau jalan lainnya adalah dengan kita bersedekah.
    syukur deh kalo kiky gak terlalu kecewa antingnya hilang satu.😛

  7. metamocca says:

    Gelang Keke juga ilang, Om. Kdg2 kl “centil”-nya lg kumat dia suka tanyain lagi.😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s