Strong Fathers, Strong Daughters

Nduk, pagi ini ada sesuatu yang berbeda saat kamu bangun tidur. Kebiasaanmu selama ini saat bangun tidur adalah minta digendong, baik oleh bapak maupun ibumu. Kebiasaan itu sama sekali tidak memberatkan kami nak, sama sekali tidak. Bahkan kami bangga bisa setiap saat menggendongmu, sampai kapanpun kamu mau.

Sengaja setiap pagi hari salah satu diantara kami menungguimu hingga terbangun. Kalau ibumu sibuk memasak, maka bapaklah yang akan menjagaimu. Jika bapak kebetulan ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, maka ibumu pasti ada disampingmu saat kamu terbangung. Itu sudah menjadi komitmen  kami semenjak  dirimu menghiasi hari hari  kehidupan kami.

Seseorang  yang akan selalu diingat  anak hingga akhir hayatnya adalah, “siapa yang dilihatnya saat pertama kali ia bangun tidur”. Ini berlaku di usia emas pertumbuhan seorang anak. Saat anak berusia antara  0 (nol) hingga 4 (empat) tahun,  saat puncak  perkembangan otak terjadi.

Ketika  seorang anak bangun tidur dan yang dilihat untuk pertama kali adalah  ibu atau bapaknya, maka kedua orang tuanya itulah yang akan direkam di alam bawah sadarnya. Rekaman itu akan selalu ada sepanjang hidup mereka.

Seandainya saat seorang anak bangun tidur yang dilihat untuk pertama kali adalah pengasuhya, maka pengasuh itulah yang akan direkam di alam bawah sadarnya. Pengasuh itulah yang akan mereka maknai sebagai orang tuanya, di dalam alam bawah sadar.

Nduk, bapak ingin kamilah orang pertama kali yang kamu lihat saat bangun tidur. Kami berharap kelak kamu mengingatnya dimanapun dan  kapanpun. Termasuk suatu saat kelak, dimana bapak dan ibumu sudah dipanggil Tuhan.

Bapak tidak akan memaksamu atau mendoktrinmu untuk selalu mendo’a kan kami.  Jika pun suatu saat kelak  kamu mendo’akan kami, itu bapak anggap sebagai bonus dan bapak akan sangat  berterimakasih. Bapak hanya mengharapkan kamu mengingat kami sebagai orang tua yang mendidik dan membesarkanmu.

Tulislah itu dalam buku harian atau blogmu. Siapa tahu kelak ada salah satu dari anak anakmu ada yang suka membacanya.

Bapak dan ibumu  sama sekali tidak akan pernah  merasa keberatan setiap hari menungguimu hingga terbangun. Seperti pagi ini, kamu terbangun saat bapak disampingmu sedang  membaca sebuah buku berjudul “Strong Fathers, Strong Daughters” – 10 Rahasia Yang Harus Diketahui Setiap Ayah, karya Meg Meekeer, M.D.

Mungkin kamu ingin tahu kenapa bapak membaca buku ini ya  nduk ?

Ini adalah sebuah buku yang sangat bagus. Buku psikologi anak dalam perspektif sekulerisme. Buku  yang mengharapkan agar anak  perempuan kelak tumbuh  menjadi anak gadis yang kuat. Anak gadis yang penuh dedikasi dan komitmen. Sehingga mereka  tidak mudah terayu  oleh godaan srigala kehidupan,  yang mungkin saja  bewujud sebagai seorang pemuda  menawan.

Buku ini menjelaskan kepada pembaca bagaimana memperkuat atau membangun kembali ikatan antara seorang ayah dan anak perempuannya. Disini juga dijelaskan bagaimana menggunakan ikatan emosional itu untuk membentuk karakter kehidupan anak perempuan.

Menurut penulisnya, faktor terpenting dalam pertumbuhan anak perempuan adalah kehadiran seorang ayah yang memegang teguh nilai nilai konservatif. Ayah adalah pelindung terbaik bagi anak gadisnya dari pergaulan bebas, penyalah gunaan narkotika dan alkohol. Kehadiran seorang ayah menjadi penentu paling akurat prestasi akademik, pernikahan harmonis  dan kehidupan emosional yang memuaskan.

Nduk, penulis buku ini pun berpesan :

“Wahai ayah, anda jauh lebih berpengaruh dari yang anda pikirkan. Putri anda membutuhkan dukungan yang hanya bisa didapat dari anda”

Baru pada halaman 139 bapak membaca buku ini, tiba tiba kamu terbangun. Nah, demi menggendongmu, bapak harus menutup buku ini.

Begitu melihat bapak, kamu langsung tersenyum sambil memegangi teman imajinermu,  yaitu sebuah boneka seekor  kucing warna putih ras birman. Kemudian  bapak cium dan memelukmu sembari mengatakan, “assalamualaikum sayaang…., selamat pagi…”. Kamu pun  tersenyum manis sambil menjawab, “aiukuum pak…”.

“Ayo nduk bapak gendong, ayok mencari ibumu,” kata bapak sambil mencoba meraih tubuh mungilmu yang hampir 13 kg itu.

Biasanya di hari hari kemarin  kamu langsung dengan cekatan berdiri dan memeluk, untuk  segera ada di gendongan bapak. Namun kali ini tampaknya berbeda. Kamu diam saja dan berkata, “pak …., jalan aja. Kiky jalan aja pak…. nggak endhong”.

Hm….. sejenak bapak terdiam. Sejenak bapak berfikir tentang apa yang sedang terjadi. Dan bapak pun sadar, ternyata kamu semakin hari semakin bertambah besar. Kamu sudah besar nduk yah….

Ya sudah, kamu boleh berjalan sendiri untuk menguatkan otot otot kakimu. Memang selayaknya harus begitu. Namun jika siang nanti kamu merindukan gendongan bapak, bilang saja nduk. Bapak akan meninggalkan seluruh pekerjaan bapak, hanya untuk menggendongmu.

@lambangsarib

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

66 Responses to Strong Fathers, Strong Daughters

  1. katrina says:

    Saya kehilangan ayah kurang 2 tahun lalu…pada usia hanya 22 tahun..

    Dialah sumber inspirasi saya selama ini..dan kata2nya masih menginspirasikan saya…. :’)

  2. danirachmat says:

    maturnuwun Mas.
    Terharu bacanya

  3. yisha says:

    sayang anak ….sayang anak……….. 😀

  4. metamocca says:

    😥

  5. pitaloka89 says:

    Kalau bapak mira, dulu didiknya cukup keras, cenderung galak.
    Kami diajarkan hal-hal yang sebenarnya tidak saya sukai dulu. Bahkan masih sampai saya sma. Salah satunya menanam padi. Jujur, saya ga suka itu. Tapi, dari sanalah saya belajar bahwa setiap makanan yg dimakan itu bukan hanya dibeli dengan uang yang sulit dicarinya, tapi dihasilkan dari bahan makanan yang diusahan dengan keras oleh orang lain. Jadi kalau sampai makan ga habis, itu bukan hanya jadi beban karena apa yg kita beli, tapi apa yg sudah orang lain usahakan juga…

    Wah… curcol…

    Tapi tetep, bapake is the best dengan semua kelebihan dan ke kurangannya…🙂

  6. Larasati says:

    aku hanya memanggilmu ayaahhh…disaat ku kehilangan arahhh hehe ini lagunya seventeen…

  7. Pingback: #NOT# Very Inspiring Blogger Award… | Larasati

  8. boesta says:

    Inspiratif sekali pak Posting nya..🙂

  9. sakti says:

    liat keponakan tidur rasanya damai sekali, padahal tadi siang polahnya seperti angin ribut

  10. rinibee says:

    Akan selalu saya inget bagian ini.

    Ketika seorang anak bangun tidur dan yang dilihat untuk pertama kali adalah ibu atau bapaknya, maka kedua orang tuanya itulah yang akan direkam di alam bawah sadarnya. Rekaman itu akan selalu ada sepanjang hidup mereka.

    Makasih untuk tulisannya yang menginspirasi..🙂

  11. genthuk says:

    bagaimana bila Not Strong Fathers? Apakah juga Not Strong Either for the daughter?

    • lambangsarib says:

      kecenderungannya begitu

      Anak anak butuh orang tua kuat untuk melindunginya. Tanpa perlindungan orang tua, anak (khususnya perempuan) akan mencari perlindungan ditempat lain. Yang boleh jadi itu malah menjerumuskannya.

  12. Saya malah (lagi-lagi) jadi pengen punya anak pak. Hehehe🙂

  13. cumakatakata says:

    Pak, paragraf terakhirnya mantab banget..
    kulo simpen geh….

  14. Dyah Sujiati says:

    digendong kemana mana #Lho?

    Wah, brarti untuk menghindari tangisan di waktu bangun, layaknya ayah atau ibunya ada di sampingnya ya? Sepertinya ini menjawab pertanyaan saya karena tiap bangun pagi, Nia keponakan saya mesti nangis manggil ibunya, tapi ibunya sibuk di dapur

  15. Ceritaeka says:

    Selalu dapat info kalau mampir ke sini.
    Jadi sampai skr masih terus minta gendong ya? Sweet banget

  16. nyonyasepatu says:

    ahhh tulisan beginian nih yang bikin takut ngelawan bokap hehe

  17. lieshadie says:

    Sepakat Pak Lambang, saya anak perempuan satu – satunya di keluarga..dan karena idola saya ya Bapaku yg menurutku tangguh menghadapi lika liku hidup, rasa2nya di usia saya yg ke sekian ini juga tangguh kayaknya. menghadapi hidup yg tak selamanya indah..hehehehe
    # pamer !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s