Ambilkan Bulan Buk

Nduk, dari pagi tadi hujan ora uwis uwis. Nih bapak berikan lagu kesukaan mu saat ini.

Saat kamu baru mampu mengucap kata kata “pak, buk dan hap” kamu sangat menyukai lagu cicak cicak di dinding. Dengan tersenyum kamu ucap keras keras “hap”, dan bapak meneruskannya dengan bernyanyi “lalu ditangkap”.

Teringat juga bagaimana dokter melanie (doktermu di RS Menteng) mengajarimu bernyanyi balonku ada lima, rupa rupa warnanya. Saat syair sampai pada bait meletus balau hijau, “oll….” kamu teriak dengan keras sambil tersenyum. Dan kami pun segera tertawa sambil bertepuk tangan. Biasanya salah satu dari kami spontan menjawab, “pinteeeer………”

Kamu membuat kami bangga dan gembira nduk….

Terimakasih atas kebahagiaan yang kamu berikan kepada kami. Ibu, bapak, dan seluruh keluarga besar ini berhutang budi atas kebahagiaan yang kamu hadirkan selama ini. Semoga bapak mampu membalasnya nduk….., percayalah selalu pada bapak.

Kini, disaat kamu semakin besar. Disaat kamu sedikit banyak mengetahui apa itu makna tinggi rendah suara. Disaat jemarimu mampu memetik dawai gitar tanpa arah. Disaat satu jari telunjukmu  mampu memencet  tuts keyboard. Lagu kesukaanmu pun berubah, yaitu Ambilkan Bulan Bu, karya AT. Mahmud.

Bapak tidak mengerti mengapa lagu kesukaan  itu bisa berubah, seiring bertambahnya  usia. Bapak pun mengalami hal yang sama.  Jika kelak kamu mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi, tuliskanlah itu dengan gaya bahasamu. Tulisalah itu demi  bapak. Siapa tahu karyamu kelak bermanfaat bagi orang lain.

Seperti yang seringkali bapak katakan, bahwa kebanggaan bapak itu cuma satu nduk. Kebanggaan bapak adalah jika kamu mampu bermanfaat buat orang lain. Tidak kurang dan tidak lebih. Sebuah cita cita sederhana nduk….. Berjanjilah.

ambilkan bulan, bu
ambilkan bulan, bu
yang slalu bersinar di langit

di langit bulan benderang
cah’yanya sampai ke bintang

ambilkan bulan, bu
untuk menerangi
tidurku yang lelap di malam gelap

 

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Ambilkan Bulan Buk

  1. lieshadie says:

    Itu lagu kesukaan saya dari kecil sampe sekarang Pak, waktu anak2ku masih balita tiap malem aku ninabobokan pake lagu itu..

  2. afan says:

    Sekarang lagu anak2 yang sarat ilmu seperti ini sudah sangat jarang sekali, bahkan anak2 lebih suka lagu2 yang harusnya konsumsi orang dewasa.

  3. Bunda Dewi says:

    alhamdulillah Paakkk,, jangan sampe ya lagu Bang toyib jadi lagu kebangsaan yang di nyanyikan anak2 tiap hariii…. hihihihihi:mrgreen:

  4. Erit07 says:

    Saya belum pernah kenal ma lagu itu…

  5. miartmiaw says:

    awas nyanyinya kesleo, “ambilkan balon buk”~

  6. nyonyasepatu says:

    Akuuu juga mau bulannya mas

  7. genthuk says:

    Bagaimana kalau pok ami ami

  8. Saya suka banget dengan lagu itu🙂

  9. DOLBYVIT says:

    saya sangat suka dengan lagu itu tapi kata temen saya jangan nyanyi lagu itu karena kasian ibu kamu gak akan bisa ambilin bulan itu ckckckck

  10. Ilham says:

    dulu denger lagu ini sudah mulai gede. wah pasti seneng banget ya si kiky. punya lagu favorit baru.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s