Kasih Ibu Tak Terhingga Sepanjang Masa

Nduk, kamu menangis kenapa ? Oh….. kamu dimarahi ibumu ya ? Makanya besok lain kali  ngomong sama ibu, biar ibumu tahu.

Sudah…. diam nduk, sini duduk sama  bapak. Ini ada jenang kudus oleh oleh dari nenekmu kemarin. Bapak suka banget loh ndok, nih enak banget. Maem yang banyak, biar kakiknya gedhe kayak badak. Kalau kakinya gedhe larinya kenceng. Mau kan seperti badak ?

Kiky ma’em jenang kudus yah,  sambil mendengarkan bapak bercerita …..

Ceritanya begini nduk, pernah  ada seorang ibu  beserta dua orang putrinya datang menghadap istri Nabi Muhammad, yaitu Aisyah.  Dari pakaiannya yang kumal dan  compang camping, Aisyah  tahu kalau  perempuan tersebut miskin. Terlebih lagi melihat kedua anaknya yang kurus kering dan sepertinya tidak terurus.

Tidak tega melihat  itu, kemudian Aisyah  memberikan  3 butir kurma kepada ibu itu untuk dimakan, Padahal didalam rumah, 3 butir kurma itu satu satunya persediaan makan keluarga nabi.

Kemudian ibu itu  memberikan sebutir kurma kepada masing2 anaknya, dan sebutir lagi untuknya. Anak anak begitu lahab memakan buah korma tersebut, sementara ibunya belum makan karena merasa terharu melihat kedua anakanya.

Setelah  habis memakan kurma, kemudian kedua anaknya  meminta kurma yang ada di tangan ibunya. Mungkin saja anak anak itu berfikir ibunya tidak suka makan kurma, atau mungkin juga karena terlalu lapar.

Ibu itupun membelah kurma menjadi 2 bagian dan ia berikan bagian-bagian itu masing2 kepada anaknya.

Aisyah sangat terharu menyaksiakan kejadian itu. Akhirnya ia  menceritakan hal itu kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu beliau bersabda “sungguh berkat perilakunya itu Allah pasti akan memasukannya ke surga atau membebaskannya dari neraka.

Nduk, ketahuilah. Walaupun terkadang ibumu marah, namun cinta seorang ibu itu luar biasa. Kecintaan ibumu itu seperti  perempuan   yang bapak ceritakan tadi.

Ibumu tidak akan makan sebelum kamu kenyang. Ibumu tidak akan tidur sebelum kamu terlelap. Bahkan disaat kamu sakit, ibumu akan disampingmu setiap saat. Ia akan setia menemanimu hingga sembuh.

Nduk, ketahuilah bahwa syurga itu berada dibawah telapak kaki ibumu. Kelak, muliakanlah ia melebihi apapun yang ada di dunia ini.  Mungkin kelak ibumu enggan  kamu muliakan, tapi percayalah dihati kecilnya sangat merindukan kasih sayang  seorang anak.

Oh iya nduk, sudah habis maem jenang kudusnya ? baguuuss…. pinter yah anak bapak ?

Nduk, tolong bapak ambilkan gitar dikamar. Ayuk kita nyanyi bersama yuk…..,

Kasih ibu, kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya, menyinari dunia

Eh …. nduk, itu ibu baru selesai masak. Maem yuk…… Ma’em yang banyak, biar larinya seperti badak.

— @lambangsarib —

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Kasih Ibu Tak Terhingga Sepanjang Masa

  1. Selalu miris kalo baca berita ada seorang ibu yang tega menyakiti anak kandungnya sendiri, begitu juga sebaliknya, tidak sedikit pula ada berita seorang anak tega menyakiti ibunya. Bahkan di Australia ada pengadilan yang memfasilitasi perceraian antara anak dan orangtua, si anak tidak ingin statusnya menjadi anaknya orang tua yang digugat tersebut.

  2. Erit07 says:

    Setuju ma tulisannya pak,ibu paling mulia. .

  3. Kenapa seperti badak?
    Kasih ibu memang sepanjang masa, ya Pak….saya banyak menulis tentang ibu sebagaimana rasa sayang saya terhadap ibu yang tak pernah ada habisnya…
    Bahkan, saya bilang kesemua teman-teman saya bahwasannya saya nggak akan beli ini atau itu, jalan-jalan ke luar negeri seperti halnya mereka sebelum meng-umrahkan bunda saya….saya sering nangis di atas pesawat lho saat dalam perjalanan ke suatu tempat untuk jalan-jalan sedang ibu saya belum pernah naek pesawat….😦

    • lambangsarib says:

      Mungkin karena terlalu sering ke taman safari, entah saya tidak tahu mengapa dia suka sekali badak dan gajah. Bahkan gajah adalah hewan pertama kali yang mampu dia ucapkan.

      Kalau ada uang (bahkan kalau tidak ada, tetap mesti diusahakan), ibadah hajikan orang tua selagi masih hidup. Yakinlah Tuhan akan membalasnya berpuluh kali lipat. Saya telam membuktikannya. (eh,… maaf, semoga ini bukan riya’).

      Kalau waktunya tiba, dan tidak sempat membahagiakan orang tua, penyesalan kita itu seumur hidup loh.

  4. izzawa says:

    om bicara sama kiky….
    saya yg baca ikut2an merasa manfaatnya om…
    makasih tulisan nya om😉
    kelak kalo saya punya anak,,pengen juga posting2 kayak gini🙂

  5. “biar larinya kayak badak”??

    knp harus badak Pak??
    #gagalpaham

  6. danirachmat says:

    benar sekali Mas kalau kasih Ibu seperti yang diceritakan di sini..

  7. sakti says:

    iya nih perumpamaan lari kencang kok badak, sangat tidak mainstream🙂 , biasanya kancil khan, kaki kecil tapi gesit…btw jadi kangen ma ibu

    • lambangsarib says:

      haha…. ndak tau ya mas, wong itu begitu saja terjadi.

      Badak makannya kan banyak, makan rumput, makan bunga, makan pohon pisang, makan pohon kelengkeng dan pohon rambutan. Kalau makannya banyak, kakinya gede seperti bdak. Kalau kakinya gedhe larinya kencang. Bapak kaleh deh…..

      Begitu kira kira logika anak saya berfikir.

  8. ryan says:

    Ibu itu harta paling berharga dalam hidup saya… makasih mas dah mengingatkan untuk selalu sayang ke ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s