Surat Cinta

Surat cinta ? Masihkah mampukah bapak  membuatnya ? Baiklah nduk, demi memenuhi keinginanmu bapak mencoba membuat surat cinta untukmu.

Berjanjilah nduk, kelak kalau kamu membaca ini atau bahkan telah  mencetaknya, tolong  jangan diberi tahu ibumu. Kamu pingin tahu sebabnya nduk  ?

Pertama bapak takut ibumu cemburu nduk. Karena dulu bapak tidak bisa menulis, apalagi  seindah para pujangga. Tulisan bapak sangat jelek, bahkan paling jelek di urutan ke tiga diantara 200 an pelajar disekolah. Saking jeleknya, guru guru di SMP dan SMA dulu enggan membaca tulisan bapak, dan langsung diberi nilai 4 (empat) !.  Yah betul, empat nduk. Tapi bapak tidak pernah  malu kok, karena waktu di SD dulu  bapak malah pernah dapat nilai O (enol). Karena bapak menambahkan tulisan bapak dengan sedikit seni warna warni ballpoint. Waktu itu guru yang mengajar adalah ibunya Pudjo Santoso. Kelak kalau ketemu  coba  bapak  tanya  nama ibunya. Sudah lama banget, jadi bapak  sudah lupa.

Bapak pernah membaca sebuah buku nduk, tapi entah judulnya apa, sudah lupa. Penulis itu  mengatakan bahwa  tulisan jelek itu sebenarnya disebabkan karena kerja otak lebih cepat dibanding kecepatan tangan  menuliskan  kata kata. Beberapa teman  mengatakan  bahwa bapak itu bakatnya jadi dokter, karena tulisannya seperti resep yang tak bisa  dibaca. Tapi teman teman itu mengatakan sambil tertawa  mengejek lho nduk.

Entahlah nduk bapak nggak ngerti mana yang benar, yang penting saat ini bapak bisa hidup lebih layak dibanding dahulu. Bahkan karir bapak jauh lebih baik  dibanding  teman teman yang dulu waktu sekolah langganan mendapat ranking.

Nduk, kelak kalau kamu sudah sekolah dan berinteraksi dengan banyak orang, tolong jangan sekali kali meremehkan orang lain. Walaupun mungkin bajunya koyak dan kumel, walaupun mungkin tulisannya jelek dan tidak memiliki buku, walaupun disekolah dia tidak berprestasi, hargailah mereka semua. Karena kehidupan di masa depan adalah misteri. Kehidupan di masa depan adalah tantangan, dan kita sama sekali tidak akan mampu memprediksikannya.

Beberapa tahun kedepan kamu pasti akan mendengar orang  bernama Thomas Alfa Edison, Albert Einstein,  Andre Hirata, Dahlan Iskan, Steve Jobs atau mungkin Sri Mumpuni. Bacalah biografi mereka anakku. Maka kamu akan faham bahwa mereka umumnya adalah orang biasa  semasa sekolah. Beberapa diantaranya dikeluarkan dari  sekolah karena dianggap tidak memiliki kemampuan. Namun sungguh, imajinasi dan karya mereka luar biasa.

Bapak jadi ingat sebuah  sepanduk yang  pernah  dipasang tepat di depan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta di  akhir tahun ’90 an.  Sepanduk itu bertuliskan “Jadilah mahasiswa biasa saja, tapi jangan jadi mahasiswa biasa biasa saja”. Sepanduk warna hijau itu bapak baca saat terdengar  kumandang adzan lohor dari seorang muadzin. Saat itu sepertinya menjadi saat paling bersejarah dalam kehidupan bapak.

Bapak telah membuktikan  bahwa teman teman  yang dahulu termasuk “selebriti” di sekolah, ternyata dalam kehidupan nyata mereka biasa biasa saja. Justru anak anak yang tidak dikenal, atau dikenal “badung” itu memiliki kemampuan yang luar biasa. Tolong camkan hal ini  ya nduk.

Kedua adalah bapak merasa  malu untuk menulis surat, apalagi surat cinta. Mungkin karena dulu bapak tidak memiliki cukup uang untuk membeli kertas surat berwarna pink yang wangi dan berharga mahal. Belum lagi seperti yang bapak sebutkan tadi tentang tulisan yang jelek. jadi, rasanya canggung untuk menulis sebuah  surat.

Namun demi cinta bapak, demi  membuatmu bahagia, bapak akan lakukan itu.

Untuk seseorang yang sangat bapak cintai “Rizkya Zafira Lestari”

Nduk, bapan mencintaimu melebihi dari yang kamu duga. Bapak mencintaimu bahkan sebelum kamu terlahir di RSCM pada tanggal 1 April 2010. Bapak mencintau bahkan jauh hari sebelum kakekmu Rusmono Hendro Utomo menikahkan kami.

Seperti yang pernah disampaikan oleh  Ustadz Muwasilurrahman, bahwa mencintai anak itu jauh sebelum ia lahir. Bahkan jauh sebelum dilegalkan oleh agama. Yaitu dengan memilih calon istri yang baik, yang sholehah, yang memegang teguh prinsip dan akidah, yang memegang teguh kesucian cinta.

Alhamdulillah nduk, bapak mendapatkan ibumu.  Wanita tercantik dan tersholehah yang pernah bapak kenal. Seringkali bapak katakan pada ibumu, “berjuta  bintang dilangit, namun hanya engkaulah yang bercahaya”.

Nduk,  matamu  luar biasa bening. Seolah  bercahaya dengan sorot yang  tajam. Bila kita beradu pandang, sepertinya sinar  matamu menusuk relung hati bapak yang terdalam. Seolah matamu berbicara, “pak, lindungi aku dari srigala srigala kehidupan”. Percayalah nduk, bahwa bapak akan senantiasa melindungimu hingga akhir episode kehidupan.

Nduk, rambutmu  hitam dan lurus berurai. Bapak sangat suka melihat dan membelai rambutmu. Pesan bapak, kelak jika sudah dewasa tirulah ibumu. Tutupilah rambut ini agar tidak kusam, tidak berdebu dan tidak kering tersengat matahari.  Jangan biarkan orang orang yang tidak memiliki hak untuk  menikmatinya, walaupun hanya melihat dari kejauhan. Berikan mahkota kepalamu itu buat lelaki yang paling engkau cintai, sayangi dan ayah dari anak anakmu tercinta.

Nduk, kulitmu tidak putih dan tidak pula kuning. Kulitmu ternyata hitam seperti bapak. Tapi tidak apa apa nduk, karena kulitmu hitam manis bercahaya. Kelak pakailah pakaian yang panjang baik di tangan maupun kaki. Agar debu jalanan tidak mengotori cahaya kulitmu. Agar sengatan matahari tidak menambah hitam kulitmu. Agara tetap lembab seperti saat kamu balita.

Nduk, caramu makan itu mengingatkan bapak pada ibumu. Gigimu yang kecil kecil berderet rapi  “miji timun” itu tak kamu biarkan tampak jika kau mengunyah sesuatu. Hanya bibirmu yang nampak bergerak lucu karena gigi gigi didalamnya mengunyah makanan. Pertahankan gaya makanmu ya nduk, karena bapak sangat suka. Kalau boleh nebak, caramu makan itu niru ibu ya ? Hayooo….. ngaku saja.

Nduk, senyumanmu  itu membuat bapak selalu rindu untuk  bermain dan bergembira denganmu. Senyum  yang lepas, senyum  yang tidak dibuat buat, senyum  yang sopan namun keluar dari hati yang tulus.

Perbanyaklah senyum, karena itu tanda keimanan. Senyumlah seperti Rasulullah tersenyum, karena itu adalah sedekah yang paling mudah dan murah. Jika suatu saat kamu sedang susah, tersenyumlah karena itu tanda ketabahan. Senyummu akan  selalu ada di hati bapak nduk.

Namamu Riskya Zhafira Lestari itu memiliki makna yang sangat dalam nduk.

Riskya itu bermakna rizki, atau orang di kampung bapak menyebutnya rejeki.  Ketahuilah nduk bahwa sepenggal nama ini khusus dipesan oleh kakekmu Bambang Suprapto  dan nenekmu Soeyati. Entah mengapa  bapak dan ibuku itu ngotot meminta jatah satu nama untuk namamu.

Saya yakin maksudnya baik nduk, yakinlah, tidak ada sedikit keraguan bapak tentang hal itu. Pernah bapak menanyakan kenapa, beliau menjawab agar kelak kamu memiliki rizki yang melimpah dengan derajat kehalalan yang tinggi. Agar kamu bisa menyekolahkan anak anak yang tidak mampu. Agar kelak kamu bisa membuat banyak lembaga pendidikan semacam pesantren. Agar kelak kamu bisa membuat banyak panti panti asuhan. Agar kelak kamu bisa membuat banyak perpustakaan umum.

Mungkin saja intinya agar kelak kamu bisa berguna bagi orang lain. Karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Namun nduk, jangan kaget kalau kakekmu lebih suka memanggilmu tari. Itu berasal dari nama terakhirmu lestari. Kalau kamu bertanya darimana nama itu didapat ? Entahlah bapak dan ibu mungkin tidak bisa menjawab. Karena  nama itu didapat waktu  kami sedang jalan jalan berdua dan tiba tiba terlintas begitu saja.

Anggap saja bapak dan ibumu itu mengharap kamu bisa “melestarikan” cita cita kami yang mungkin belum terlaksanan. Cita cita itu tidak banyak nduk,  dan bukanlah sesuatu  hal yang sulit untuk dilakukan. Cita cita kami hanya menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, itu saja.  Gampang kan untuk melestarikan cita cita kami ? Janji ya nduk…..

Sedangkan nama Zhafira itu agak panjang mendapatkannya nduk.

Inspirasi namamu itu berasal dari sebuah novel yang bapak baca. Dikarang oleh Ahmad Fuadi dengan judul Negeri Lima Menara. Sebuah novel yang  terinspirasi dari kisah nyata kehidupan Pondok Pesantren Gontor. Nduk, novel ini sungguh  luar biasa, sehingga menginspirasi bapak.  Nduk, apakah kelak kamu mau sekolah disana ?

Didalam novel tersebut ada kata kata sederhana yang sarat makna. Manjadda Wa Jadda Man Shabara Zhafira, artinya siapapun yang bersunguh-sungguh dia akan mendapatkan dan siapapun yang  bersabar dialah yang akan beruntung. Bagus namamu nduk ?

Dulu namamu mau ditulis Zhafira Rizkya Lestari nduk, tapi tante Nunik tidak setuju. Katanya kasihan kalau  di absensi sekolah namamu terakhir kali ditulis. Akhirnya bapak putuskan untuk menamaimu menjadi Rizkya Zhafira Lestari. Harapan kami semua adalah Rejeki Kesabaran Yang Lestari. Seperti kesabaran kami untuk merawat dan selalu mencintaimu.

Nduk jika kamu ingin tahu kenapa ibumu lebih senang memanggilmu  kiky,  dan akhirnya kami semua memanggilmu kiky, tolong tanyakan sendiri pada ibumu. Bapak tidak berani menuliskannya disini, karena takut salah. Bisa bisa nanti bapak  malah didamprat.

Oh iya nduk, sebelum bapak menutup surat cinta ini, bapak mau menuliskan juga pesan dari kakek bapak yang bernama Soekardi. Kakek buyutmu dulu pernah berpesan nduk, sebuah falsafah jawa yang berbunyi  “wong kang temen bakal tinemu”, orang yang sungguh sungguh akan mendapatkan.

Nduk, mungkin cukup ini dulu surat cinta bapak. Mungkin surat ini  berbeda dengan surat surat cinta yang lain. Mungkin surat cinta ini tidak sebaik surat cinta para penyair. Namun yang pasti bahwa surat ini adalah salah satu ekspresi cinta bapak yang mendalam.

Bapakmu yang selalu mencintai dan melindungimu

— @lambangsarib —

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in cinta, Kiky, Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

33 Responses to Surat Cinta

  1. Hendro Prasetyo says:

    Tulisanmu Bagus, siapa bilang jelek temanku, Haru biru dikalbuku membaca surat cinta ntuk anakmu Semoga harapanmu terkabul temanku.

    • lambangsarib says:

      hehehe… matur nuwun ndro.

      Ayo nulis….., bahanmu kan wis akeh, selemari kho ping ho. Hehehe…..,

      Eh iya, di SMP 1, mbak Tutik isih ngajar ? InsyaAllah arep silaturahim dan nyumbang buku.

  2. Ilham says:

    nama lengkap kiky bagus.
    saya rasa nanti kiky bakal terharu baca tulisan2 bapaknya disini…🙂

  3. Ikakoentjoro says:

    Panggilannya gado-gado pak. Hayo, ketauan ndak pada kompak😀

  4. chrismanaby says:

    Tulisannya jelek tapi sukses membuat mata saya berkaca2,… kalo gitu saya juga ingin tulisannya jelek

  5. lieshadie says:

    wooooooowwwwwwww !!!! # tisunya mana nih ! sungguh terharuuuu aku Pak !

  6. utie89 says:

    waduh om, dulu aku di sekolah termasuk “selebritis”, berarti ntar jadi orang biasa-biasa aja dunk???😦😥

    btw om, “man shobaro zhafira”, zhafira disini bukan artinya beruntung ya? kan sabarnya itu ‘shobaro’.

  7. ryan says:

    Wah mas… Kiky nanti pasti terharu membaca surat cintanya…

  8. Dyah Sujiati says:

    Alhamdulillah nduk, bapak mendapatkan ibumu. Wanita tercantik dan tersholehah yang pernah bapak kenal. Seringkali bapak katakan pada ibumu, “berjuta bintang dilangit, namun hanya engkaulah yang bercahaya”. —>>

    Swit swiiiiiiiiiiiiiiiittttttt! ihyyy #:D

  9. izzawa says:

    tulisan para penyair belum ada apa2 nya ketimbang surat cinta om untuk kiki ini🙂
    smoga kiky jadi anak yang sholehah ya om🙂

  10. lilyazeman says:

    indahnya nama Riskya Zhafira Lestari, seindah surat cinta ini. tahniah!! saya suka entri ini.

  11. Bagus juga kalo suratnya dibacakan ke Kiky dg bahasa yg mudah ia pahami saat ini, paling tidak penekanannya pada intisarinya, misalnya cukup tentang arti namanya. Penyampaian tulisan sisanya nanti sesuai dg tingkat perkembangannya.

  12. kerasa banget mas Mbang nulis ini gak cuma pake tangan,
    tapi pake hati :’)
    apik iki kang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s