Matikan Lampu Saat Tidur Dimalam Hari

Sekitar pukul 2 dinihari tadi bapak pulang nduk. Kamu, ibumu, tante dan beberapa om om di lantai atas tampaknya sudah tidur. Hanya om Jamin yang masih terjaga, ditemani sebatang rokok, beberapa potong tahu goreng  dan segelas kopi lampung.

Rumah sepi dan gelap. Beberapa lampu listrik yang sore tadi menyala dipadamkan. Hanya lampu penerangan jalan dan sebuah lampu TL di ruangan  tengah yang masih menyala.

Ketahuilah nduk, bahwa mematikan lampu disaat kita tidur itu adalah kebiasaan yang diajarkan kakek dan nenekmu semenjak bapak  seusiamu.  Pesannya yang  tidak mungkin dilupakan  adalah “le…, kalau mau  tidur  mematikan seluruh lampu listrik, kecuali lampu penerangan jalan dan sebuah lampu di ruang tengah”.

Entah mengapa nduk, itu menjadi sebuah  kebiasaan bapak dari kecil hingga kini. Dan ibumu nampaknya sependapat dengan keinginan bapak. Semoga kelak kamu pun melakukan hal yang sama ya nduk.

Pernah suatu  kali bapak  pertanyakan hal itu pada nenekmu. Dengan bahasa lembut nenek mengajukan argumentasi yang membuat bapak terdiam tak mampu membantah.  Apakah  kamu kelak  juga ingin menanyakan hal yang sama nduk  ?

Baiklah kalau begitu,  bapak akan mencoba untuk  menuliskannya. Semoga ini bisa memberikan  sebuah jawaban, kelak disaat kamu sudah mampu membaca dan menulis.

Menurut nenekmu, paling tidak ada dua hal yang menjadi prinsip untuk selalu mematikan lampu saat kita tidur di malam hari.

Pertama ditinjau dari  segi  ekonomi

Nduk,  pendidikan terakhir nenekmu   hanyalah  SMEA sekarang dikenal dengan  SMK. Tapi karena gemar membaca beliau tahu tentang  banyak hal. Kegemarannya membaca  membuka cakrawala yang luas tak terbatas. Kegemaran membaca  memberi asupan ilmu kedalam otak. Kegemaran membaca seolah mampu membawanya berkelana hingga ke ujung dunia, mengunjungi tempat tempat yang jauh dan bertemu dengan banyak orang.

Oleh sebab itu nduk,  kelak kamu rajin rajinlah membaca. Agar pengetahuan yang kamu miliki jauh melebihi  tingkat pendidikan yang kamu raih.

Nduk, mematikan lampu  listrik disaat kita tidur adalah “ngirit”. Logika yang dibangun nenekmu memang sangat sederhana. Menggunakan daya  listrik tidak tepat sasaran adalah pemborosan. Para  ekonom mungkin mengistilahkan “pemborosan adalah lawan  investasi”. Begitulah kira kira argumentasi nenekmu yang  masih kuingat betul.

Anakku, kelak jika kamu sudah dewasa camkan kata kata diatas. Mungkin kata katanya sangat sederhada dan bukan dari seorang  ekonom, namun menurut bapak ada benarnya juga.

Kedua ditinjau dari segi teologis agama Islam.

Kamu kelak akan tahu nduk, bahwa kakek dan  nenekmu adalah orang yang memegang teguh prinsip agamanya, yaitu Islam.  Mereka sangat relijius namun tidak kolot. Mereka sangat fundamentalis namun mengajarkan kelembutan dan kasih sayang. Mereka pengikut saminisme  yang anti penindadasan.  Tak mungkin diragukan lagi  ke NU annya, walaupun setiap hari sholat dan menyapu masjid At Taqwa yang dibangun oleh yayasan Muhammadiyah.

Apapun permasalah didunia ini selalu beliau hubungkan dengan agama, termasuk listrik tentunya.

Nduk, ada baiknya kelak kamu teladani jalan hidup leluhurmu. Tancapkan dua kalimah syahadah di otak dan hatimu. Ingat  selalu suara adzan yang pernah bapak perdengarkan di telinga kananmu, dan iqomah di telinga kirimu.

Percayalah nduk, kakek dan  nenekmu mengajarkan kebenaran. Walau terkadang berat dan sulit, namun sekali kali itu tidak akan menjerumuskanmu. Kelak jika kamu sudah besar,  seringlah main ke  kampung tempat bapak dibesarkan. Galilah seluruh ilmu kehidupan yang dimiliki kakek dan nenek, serta warisi seluruh pemikirannya.

Mengenai listrik nduk,  Nabi Muhammad SAW pernah bersabda  “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian” (riwayat dari Jabir Bin Abdullah).

Anakku, itulah kedua alasan yang dikemukakan kakek den nenekmu.  Mereka menasehati bapak dengan dalil dalil. Setelah itu biasanya bapak  hanya terdiam, walau didalam hati sebenarnya membenarkan argumentasinya.

Bapak adalah  anak lelaki yang badung nduk.  Egoisme itu terkadang menutupi hati untuk menerima nur kebenaran. Egoisme itu merusak ndok, jangan kamu warisi sifat jelek bapak ini.

Kejelekan bapak sengaja ditulis agar kamu tahu. Bukan untuk ditiru atau teladani. Tapi gunakan itu sebagai pelajaran paling berharga yang tak mungkin kaudapat ditempat lain.
Nduk, saat bapak hendak  masuk ke kamar,  dengan sangat perlahan pintu itu bapak buka. Kemudian bapak masuk dan  menutup kembali pintu itu. Sangat perlahan. Bahkan nafas bapak pun ikut tertahan. Bapak takut kalau berisik akan  membangunkanmu, terlebih lagi ibumu. Kasihan ibumu nduk, dari pagi tidak istirahat demi menemanimu.

Ibumu itu perempuan luar biasa. Ia pastikan semuanya sempurna. Ia pastikan kamu bermain aman. Ia pastikan seluruh asupan yg kau terima higienis. Ia pastikan kamu bermain dengan nyaman. Ia pastikan kamu selalu dalam pengawasannya

Kelak, tirulah ibumu. Yang selalu menjadi tokoh  dibalik layar sepak terjang bapak. Yang tak mau sedikitpun orang lain tahu akan  peran besarnya.

Nduk…., bapak tidur di matras biru dibawahmu. Bapak tidak merebahkan diri disampingmu karena tidak tega melihatmu terjaga. Bapak ingin banget mencium dan memelukmu. Bapak ingin tidur bersebelahan denganmu. Tapi bapak lebih rela tidur dibawah, demi  kamu tidur pulas.

@lambangsarib

.

.

Butuh jasa cargo murah ? via twitter @csmcargo

About lambangsarib

Orang biasa berharap bukan biasa biasa saja.
Gallery | This entry was posted in Kiky and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

46 Responses to Matikan Lampu Saat Tidur Dimalam Hari

  1. 'Ne says:

    saya selaluu mematikan lampu kalau tidur😀

  2. afan says:

    kalau saya walau pun tidurnya dibawah tetep aja ketahuan, sebabnya karena saya ngorokk..🙂

    katanya kalau tidur lampu dimatikan itu bisa menambah kualitas dalam tidur ya?, karena mata kita benar2 beristirahat.
    *katanya sih , pernah baca , dimana lupa🙂

  3. Saya sependapat dg uraiannya. Banyak hal yang diambil hikmahnya dg mematikan lampu, salah satunya belajar meningkatkan kepekaan.

    Oiya, Kiky diajari lagu ini, Pak Lambang.

    Jangan Takut Gelap oleh Tasya

    Hai kawan jangan takut, jangan resah
    Bila lampu kamar mulai dipadamkan
    Ku ‘kan s’lalu menyanyikan lagu ini
    Hingga nanti kau tidur bers’limut mimpi

    Jangan lupa esok kita punya janji
    S’makin cepat kita tidur
    S’makin cepat kita bertemu kembali

    Berdoalah sebelum kita tidur
    Jangan lupa cuci kaki tanganmu
    Jangan lupa doakan mama papa kita

    Jangan takut akan gelap
    Kar’na gelap melindungi diri kita dari kelelahan

  4. rayaadawiah says:

    saya takut kegelapan,om😥.. makanya ga pernah matiin lampu sblm tidur.
    bukannya sok imut atau apa, tapi justru kalau mati lampu saya ga bisa tidur😥

  5. Saya juga matiin lampu kalau tidur,,, sepakat sama Om Lambang:
    1. Ikut ngurangin beban biaya bayar listriknya Bapak kost.. berarti saya ngidupin lampu kamar cuman dari jam 7 malem (pulang kantor) sampe jam 10 malem (saatnya mapan tidur) trus nyala lagi jam ngadu sama Gusti ALLAH sampe shubuh.. hehehehe.. irit…

    2. Angguk2 kepala baca dari tinjauan teologis. Kalau dulu kata Mbah dan Bapak saya, dengan tidur gelap kuwi ati luwih madhep mantep,.,,hehehehehe akhirnya tahu juga ada dalilnya.. Suwun sanget..

    Dan oiya,, yang membuat saya tersentuh dan sesuai dengan niat saya yang membulat dini hari tadi bagian ini… [Kelak jika kamu sudah besar, seringlah main ke kampung tempat bapak dibesarkan. Galilah seluruh ilmu kehidupan yang dimiliki kakek dan nenek, serta warisi seluruh pemikirannya.] cocok sama keinginan untuk dolan ke Bojonegoro tahun ini.,, tanah kelahiran Bapak saya (Allah yarhamhu)…

    Eeeh komennya kepanjangan,,, kasihan yang baca,,,😆 suwuuun

    • lambangsarib says:

      hahaha…. jadi malu dibilang tinjauan teologis. Maaf yah…. soalnya saya bukan ahli agama, bukan ahli nulis, hanya ahli berkhayaaaaaall…….

      Mungkin karena dulu tidak ada listrik tidur jadi pulas. Ba’da isya’ tidur lalu bangun pas ayam berkokok.

      Oh iya, kalau ke bojonegoro carilah sedikit informasi tentang NU yang ke samin saminan atau samin yang ke NU – NU an…..,

  6. danirachmat says:

    Sama banget Mas. Saya juga cuman nyalain lampu tidur. Lampu yang lain dimatikan. Kalo gelap banget malah ga bisa tidur soalnya. Hehehe…
    daaan listrik jadi jauh lebih irit memang..😛

  7. mintarsih28 says:

    ngikuti sunah rasul pak lambang tidur dg lampu gelap.

  8. dulu saya nggak beani tidur lampu dimatiin, sekarang… tetep nggak berani😀
    paling nggak lampunya diredupkan🙂

  9. Setuju, saya juga mematikan lampu kalau tidur, hanya lampu tertentu saja yang menyala. Lebih nyaman dan nyenyak ketika tidur dalam suasana gelap

  10. j4uharry says:

    Iya sama di kelurga (ortu) saya juga gitu

  11. Titik Asa says:

    Luar biasa indah tulisan ini. Makna yg terkandung didalamnya sungguh mulia.
    Suka banget dg tulisannya ini…
    Salam,

  12. Kalau saya tidur lampu nyala, supaya bisa lihat wajah suami😀. Lampu2 dirumah saya semuanya sudah diganti dg LED jd tiap bohlam hanya 3 sampai 5 watt dan terangnya menyamai 40 watt atau lebih, saya kurang tahu apakah bohlam semacam ini sudah banyak di Inodnesia atau belum.

    • lambangsarib says:

      Bohlam seperti itu sekarang sudah banyak digunakan, bahkan lampu TL sudah mulai ditinggal pelanggannya.

      Tidur dengan lampu menyala juga bagus kok, tidak masalah. Semua tergantung kebiasaan.

  13. Raf says:

    Saya malah nggak bisa tidur kalo lampu dimatiin, hehehe. Kebiasaan emang.

  14. Ilham says:

    iya mas katanya tidur dengan lapu terang itu bisa memicu penyakit karena otak gak total beristirahat. tapi saya memang gak biasa tidur dengan lampu padam.😳 biasanya pakai lampu meja.

  15. arip says:

    Sebenarnya panca indera kita saat tidur ttp berfungsi, makanya biar istirahatnya optimal lampu kudu dimatiin.😀

  16. Dyah Sujiati says:

    Owh ada haditsnya ya Pk?😀
    Baru tahu, hehee

    Baiklah kalau begitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s